Buku di Februari 2014

Di bulan Februari kemarin saya tidak banyak buku yang saya baca. Malah saya hanya membaca dua buku. DUA. Gara-garanya saya terlalu fokus membaca The Second Sex yang luar biasa tebal. Butuh konsentrasi luar biasa untuk membaca buku tersebut supaya bisa saya cerna. Berminggu-minggu saya habiskan untuk membacanya dan progress-nya tidak terlalu bagus. Hanya dapat dua ratus halaman. Biasanya kalau saya sudah terlalu lama terhambat dengan satu buku, lama-kelamaan saya menjadi malas. Dan dua hari yang lalu saya memutuskan untuk tidak lanjut membaca The Second Sex dan move on ke buku-buku lain. Halah, malah jadi curhat.

Jadi, selama 28 hari di bulan Februari saya membaca dua buku berikut:

1. My Name is Red – Orhan Pamuk

Setelah cukup lama saya mendengar novel ini dan banyak orang yang bilang bagus, akhirnya kesampaian juga saya membacanya. Butuh waktu tiga belas hari untuk menamatkannya. Dan setelah saya membacanya, saya bingung sendiri. Novel apa ini? Ini yang dihebohkan orang-orang? Kok saya rasa biasa saja ya…

Ceritanya tentang Sultan di Turki yang kepingin punya gambar tentang kejayaannya. Dia memerintahkan pelukis-pelukis terkenal dan handal untuk mengerjakan proyek tersebut. Proyek tersebut menjadi terhambat ketika ada yang terbunuh. Katakanlah temanya menarik, tapi menurut saya cara menceritakannya tidak menarik. Yah, bisa saja My Name is Red bukan selera saya.

Rating: 2/5

2. The Kreutzer Sonata and Other Short Stories – Leo Tolstoy

Buku ini merupakan kumpulan cerpen dari Leo Tolstoy. Terdapat lima buah cerpen denganmasing-masing berjudul:

a) The Kreutzer Sonata bercerita tentang Posdnicheff yang membunuh istrinya karena cemburu.

b) Ivan The Fool bercerita tentang Ivan yang naif, lugu, polos, dan bodoh berhasil menjalani hidupnya dengan baik dan memimpin kerajaan. Sementara kakak-kakaknya yang haus akan kekuasaan dan mencintai materi harus gigit jari.

c) A Lost Opportunity berkisah tentang Ivan Scherbakoff yang harus ribut dengan tetangganya sendiri. Hubungan baik yang sudah terjalin dengan tetangganya dari jaman ayahnya masih muda harus hancur karena kesalahpahaman dan keegoisan.

d) Polikushka bercerita tentang kesempatan kedua yang diberikan untuk Polikey. Dia yang sebelumnya ketahuan mencuri dan harus menerima sangsi sosial berupa label “pencuri” seumur hidupnya merasa harus memanfaatkan betul kesempatan kedua yang telah diberikan kepadanya.

e) Candle bercerita tentang pengawas buruh yang kejam dan semena-mena terhadap buruh.

Cerita yang bagus dan sarat makna. Ah, bukankah Leo Tolstoy memang selalu memberikan cerita yang bagus dan sarat makna? 😉

Rating: 4/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s