Buku di Juni 2014

Kecepatan membaca masih seperti siput. Bulan lalu saya hanya tamat membaca tiga buku. Padahal saya tidak sibuk-sibuk banget. Jadi, sebenarnya waktu luang itu ada, tetapi rasa malas lebih menguasai diri. Apa boleh buat cuma tiga buku yang bisa saya baca. Mudah-mudahan bulan ini rasa malas bisa pergi sehingga saya bisa baca lebih banyak buku. Amin!

Berikut buku-buku di bulan Juni kemarin:

1. Kelir Slindet – Kedung Darma Romansha

Cikedung adalah nama sebuah desa yang terletak di sebelah barat kota Indramayu, menjadi latar cerita dengan Mukimin dan Safitri yang menjadi tokoh utamanya. Mukimin, remaja pria, tergila-gila dengan Safitri si kembang desa. Suaranya sangat merdu. Cengkoknya cocok untuk menyanyi kasidah. Wajahnya cantik. Tak heran jika banyak pria mendekati dirinya dan mengajaknya menikah meski umur Safitri masih belasan tahun. Bahkan, Ustadz Musthafa, kakak Mukimin, pun ikut melamar Safitri.

Kisah cinta Mukimin dan Safitri tidak jelas bagaimana akhirnya. Namun, yang pasti ceritanya harus berakhir dengan Safitri yang menyerah pada keadaan. Ia menjadi penyanyi dangdut kampung dan harus mendapati dirinya berbadan dua.

Rating: 3/5

2. Pride and Prejudice and Zombies – Seth Grahame-Smith

Apa jadinya kalau sebuah novel klasik yang sudah dibaca sejuta umat kemudian dibuat versi baru? Bisa jadi malah lebih mengasyikkan cerita pelesetannya ketimbang versi aslinya. Itulah yang saya rasakan ketika membaca Pride and Prejudice and Zombies. Butuh kecermatan dan kesabaran luar biasa bagi saya saat membaca Pride and Prejudice karangan Jane Austen. Toh, pada akhirnya saya menyerah. Saya tidak bisa mengikuti jalan ceritanya. Mungkin karena Jane Austen menulis menggunakan bahasa Inggris tingkat dewa, jadi saya mengibarkan bendera putih dan bersumpah tidak akan lagi menyentuh buku-buku Jane Austen.

Well, setelah saya membaca novel ini, saya malah jadi bisa lebih mengerti Pride and Prejudice ini sebenarnya cerita tentang apa. 😆

Rating: 3/5

3. In Cold Blood – Truman Capote

Riviunya sudah saya tulis di sini. Capote menulis tentang pembunuhan keji keluarga Clutter yang dilakukan oleh duo mantan residivis, Perry Smith dan Richard “Dick” Hickock. Sisi psikologis dari kedua pelaku dijelaskan detil oleh Capote. Namun, sayang terjemahannya terlalu kaku dan tidak bagus.

Rating: 4/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s