#25 – Cantik itu Luka

Cantik itu LukaJudul: Cantik itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan VIII, Desember 2015)
Halaman: viii + 479
ISBN 13: 978-602-03-1258-3
Harga: Rp 99.500,-
Rating: 5/5

Perkenalkan tokoh utama dalam novel ini, Dewi Ayu. Ia adalah seorang perempuan keturunan Belanda dan Indonesia. Ayah dan ibunya satu ayah, tapi beda ibu. Ya, Dewi Ayu adalah hasil inses kakak-beradik Henri dan Aneu Stammler.

Dewi Ayu berparas cantik. Kecantikannya menggoda pria manapun yang melihatnya. Semua pria di Halimunda ingin menikmati lekuk tubuhnya dan menghabiskan malam bersamanya. Dewi Ayu terpaksa menjadi pelacur. Jepang yang memaksanya. Yang kemudian melacurkan badan menjadi pekerjaan Dewi Ayu hingga akhir hayatnya.

Cerita dibuka dengan Dewi Ayu bangkit dari kubur setelah 21 tahun dia mati. Seketika Halimunda geger. Orang-orang banyak yang penasaran, sekaligus takut. Bagaimanapun orang mati bisa hidup lagi setelah 21 tahun? Tapi, Dewi Ayu bangkit bukan untuk menjawab keheranan mereka. Dewi Ayu punya satu tujuan, yakni pulang ke rumah dan melihat anak bungsunya.

Dewi Ayu memiliki empat orang anak. Mereka adalah Alamanda, Adinda, Maya Dewi, dan Si Cantik. Ketiga anaknya–Alamanda, Adinda, dan Maya Dewi–mewarisi kecantikan ibunya. Hanya Si Cantik yang buruk rupa. Dewi Ayu memang menghendaki anak bungsunya agar terlahir jelek, seperti monster. Suatu kehendak yang aneh bagi seorang ibu. Kelak kita akan mengetahui alasannya di dekat akhir cerita.

Lanjutkan membaca “#25 – Cantik itu Luka”