[Interview] Om Warm: Tak Ada Rugi Membaca Setiap Hari

Saya ingin memberikan sesuatu hal yang berbeda di blog buku saya ini. Saya khawatir kalau saya hanya menulis ulasan buku lama-kelamaan teman-teman akan bosan karena tidak ada sesuatu hal yang baru. Jadi, saya kepikiran untuk mewawancarai orang-orang yang hobi membaca.

Nah, untuk wawancara perdana saya akan mewawancarai Om Warm, begitu beliau biasa dikenal di dunia maya. Saya kenal dengan beliau sudah lama. Beliau ini hobi banget membaca. Kerennya lagi beliau ini sering banget ngasih buku lewat blognya. Saya juga pernah dong dapat buku gratis karena menang kuis di blog Om Warm dan pernah dikasih buku begitu saja karena kebaikan hati beliau. Terima kasih banyak ya, Om.

Wawancara saya lakukan via surat elektronik. Inginnya sih ketemu dan ngobrol-ngobrol langsung ya sambil minum es teh manis atau makan es krim atau makan bubur kacang hijau. Tapi, apa daya jarak jua lah yang menghalangi niat baik saya untuk ketemu idola.

Baiklah, kita langsung saja ya. Berikut hasil wawancara saya dengan Om Warm. Selamat menikmati!

Tentang pengalaman dan hobi membaca
1. Sejak kapan Om tertarik dengan buku dan hobi membaca?
Sepertinya sejak SD, rasanya dulu saya satu-satunya pelanggan perpustakaan sekolah yang merangkap ruang guru.

2. Siapa orang yang mempengaruhi Om untuk gemar membaca? Apakah Om juga menularkan hobi membaca Om ke anak-anak Om?
Abah, beliau dulu sejak saya belum bisa baca, sudah langganan Bobo untuk saya hehe. Dan itu saya teruskan juga sekarang, anak-anak masih saya belikan majalah Bobo itu, dan anehnya saya pun masih suka baca isi majalahnya hehe

3. Apakah Om masih ingat judul buku pertama yang Om beli? Ceritakan sedikit dong pengalaman Om pas beli buku pertama kali…
Ingat lah. Buku yang pertama saya beli adalah buku terakhir serial Anak-anak Mama Alin: Jejak-jejak, karya bubin LantanG. Dibeli pake gaji sendiri kalau tidak salah hehe, dan belinya di toko buku Gramedia yang sudah tiada lagi, karena dibakar saat kerusuhan tahun 1997.

4. Rata-rata dalam sebulan Om bisa baca berapa buku?
Tergantung, anggap aja seminggu rata-rata dua-tiga buku, kali empat, jadi sekitar delapan-duabelas, mungkin lebih, ya sekitar segitu dehkira-kira

5. Kan Om Warm juga hobi bersepeda nih… Kalau lagi sepedaan gitu, suka bawa buku juga gak?
Nah, kalo pas sepedaan, rasanya tak pernah bawa buku, soalnya baru tiga kali sepedaan jarak jauh dan sampai nginep. Eh pernah ding terakhir waktu sepedaan ke Tawangmangu. Walau akhirnya waktu istirahatnya kebanyakan tidur untuk recovery.

Keep Reading gambar dari sini

Tentang buku
6. Om paling suka baca buku bergenre apa? Kenapa Om suka membaca buku-buku genre tersebut?
Dulu, saya suka buku bergenre detektif gitu, sampai nyaris semua karya Agatha Christie saya baca. Lalu serial bubin LantanG itu genrenya apaan ya? Tentang fakta kehidupan sehari-hari aja gitu.

7. Siapa saja penulis favorit Om? Menurut Om apa kekuatan/kelebihan dari mereka dalam menuliskan karyanya?
a. bubin LantanG, tulisannya ngalir, cukup detil menceritakan keadaan tokoh dan lokasi cerita, sampai-sampai sekarang pun saya masih penasaran ingin bisa mengunjungi Bandar Lampung hehe. Terus, memberitahu bahwa hidup itu ada dua sisi dan mengajarkan bagaimana menghadapinya secara tersirat.
b. Agatha Christie, beliau ini sih jelas, soal alur dan logika ceritanya tak terbantahkan kerennya
c. Dewi Lestari, gaya ceritanya asyik dan mengalir, riset yang dilakukannya demi bukunya itu keren, tapi saya cuma suka karyanya serial Supernova selain seri terakhir yang aneh itu dan seri pertama yang entah kenapa saya tidak begitu suka juga.
d. Dan Brown, saya suka fakta, detil dan alur ceritanya, risetnya demi bukunya itu juga tidak main-main.
e. Habiburrahman El Shirazy, ceritanya penuh ilmu, terutama ilmu agama yang disisipkan kadang secara tak kentara dalam setiap ceritanya. Selalu ada hikmah yang bisa diambil dalam buku-buku karya beliau.
f. Andrea Hirata, senang dengan caranya membangkitkan semangat untuk belajar dan bertualang melihat isi dunia.
g. A. Fuadi, karyanya Negeri 5 Menara sering saya baca berulang-ulang saat kehabisan semangat untuk belajar. Buku yang berdasarkan cerita nyata begini, juga penuh ilmu selalu menarik untuk saya baca.
h. Pidi Baiq, wah jarang ada penulis sejenius beliau. Semua karyanya saya baca berulang. Kecuali untuk Hujan Salju dan Pisau Batu, karya-karya Happy Salma sebagai tandem disitu agak-agak maksa jadinya.
i. Stieg Larsson, wah karya beliau ini jenius sekali. Penuh fakta dan hasil riset juga.
j. Ust. Yusuf Mansur. Isi bukunya adalah ilmu, dunia dan akhirat, intinya begitu. Sering mengingatkan saya bahwa dunia ini hanya sementara.

8. Apakah Om ada penerbit favorit?
Ada: Mizan

9. Buku favorit Om apa saja?
Itu ada di poin nomer 7 hehe. Karya-karya mereka adalah favorit saya, ditambah dengan buku-buku Biografi, saya suka membaca buku macam ini.

10. Ada buku yang Om tidak suka setelah membacanya, yang membuat Om menyesal pernah beli buku tersebut? Apa judulnya? Dan kenapa Om tidak suka?
Ada, itu buku Suicide a Virgin kalau tidak salah judulnya, novel terjemahan, terjemahannya jelek sekali. Juga buku tentang Guns n’ Roses, saya bingung, buku yang isinya membingungkan begitu kok bisa lolos editing dan terbit begitu saja ya?

11. Dari sekian banyak buku yang sudah Om baca, apakah ada buku yang bisa dikatakan telah mengubah hidup Om?
Ada, itu serial Anak-anak Mama Alin-nya bubin LantanG.

12. Apa Om setuju dengan statement “Don’t judge book by its cover”? Seberapa penting cover buku menurut Om?
Tidak begitu setuju euy. Cover kalau untuk buku menurutku penting, nyatanya sekarang, sekilas keliatan kalau covernya asal-asalan isinya ya tak begitu menarik untuk dibaca. Sampul buku yang menarik sangat penting untuk bikin penasaran calon pembacanya ya. Saya suka cover yang sederhana tapi keren, seperti cover kaset Black punya Metallica, iya ini contohnya memang sampul kaset, tapi kalau kau pernah melihatnya pasti ngerti apa yang saya maksud hehe

13. Mana yang lebih Om pilih: buku cetak atau e-book?
Buku cetak lah. Apalah arti buku tanpa kertas.

A Book Worth Readinggambar dari sini

Tentang belanja buku
14. Seberapa sering Om belanja buku? Apa Om ada budget khusus untuk belanja buku?
Tak begitu sering juga, kalau pas ada buku menarik dan ada duit ya beli, begitu saja, tak ada budget khusus juga

15. Apa saja yang menjadi pertimbangan Om sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah buku?
Pengarangnya, dan isi bukunya.

16. Om pernah khilaf belanja buku gak? Pasti pernah ya… Hehehe… Nah, pernah khilaf habis sampai berapa banyak pas satu kali belanja buku tersebut?
Sepertinya pernah juga, tapi tak pernah sampai angka sejutaan lah. Saya soalnya paling khilaf pas lagi ada diskon gede-gedean, yang sering kejadian di Jogja hehe

17. Paling sering belanja buku online atau langsung ke toko buku? Ada toko buku favorit atau toko buku online favorit? Share pengalaman pas belanja di sana dong, Om…
Saya lebih senang ke toko buku lah. Toko buku favorit saya tentulah Togamas, yang diskonnya ada setiap hari, sering diskon di atas 20% lagi. Kalau toko buku online saya seringnya beli di bukabuku.com, tak pernah mengecewakan saya soalnya.

Tentang idealisme
18. Menurut Om, buku itu apa sih?
Buku adalah jembatan ilmu.

19. Bagaimana pandangan Om terhadap orang-orang yang tidak suka membaca?
Menurutku, sebenarnya setiap orang suka membaca, cuma dengan panca indera yang berbeda. Yang tak suka baca buku, mungkin suka membaca keadaan sekitarnya melalui indera yang lain, melalui pengamatan misalnya. Jadi cuma cara dan objek yang dibaca beda. Ya toh semua orang minatnya beda-beda.

20. Menurut Om, bagaimana cara meningkatkan minat baca di Indonesia?
Variasi bukunya makin diperbanyak, pengarang yang keren makin banyak, dan tempat baca yang asik lebih diperbanyak juga. Mungkin kalau di sekolah, sesekali perlu dikasih tugas untuk resensi buku, sesuai mata pelajarannya.

21. Bagaimana pendapat Om mengenai buku-buku bajakan dan ebook ilegal yang bertebaran di internet?
Duh, soal ini. Kalau soal persebaran hal-hal bajakan di internet, tak ada yang bisa membatasinya. Saya cuma bisa melihat sisi baik di pembajak atau yang menyebarkan buku bajakan untuk berbagi, terutama buku-buku mahal yang tak semua orang mampu membelinya. Semua tergantung konsumennya, tega atau tidak membaca hasil bajakan. Saya sendiri beberapa kali terpaksa membaca referensi bahan kuliah yang disebar di internet, karena susahnya mengakses dan mendapatkan buku aslinya.

22. Ada pesan untuk pembaca blogku mengenai buku dan hobi membaca?
Pesanku, yang pertama untuk empunya blog, cobalah sesekali resensinya dikirim juga ke media cetak hehe. Dan untuk pembaca blog bukunya Kimi soal membaca itu sebenarnya wajib, bukan cuma sekedar hobi. Jadi selagi ada kesempatan dan panca indera masih bagus, harusnya ada waktu yang diluangkan untuk membaca, setiap hari, tak bakal ada rugi.

Demikianlah wawancara saya dengan Om Warm. Semoga kita semua terinspirasi dengan beliau ya. 🙂

Akhirul kalam, seperti yang Om Warm bilang, “Selagi ada kesempatan dan panca indera masih bagus, harusnya ada waktu yang diluangkan untuk membaca, setiap hari, tak bakal ada rugi.” maka tetap membaca ya, teman-teman semua!

Iklan

4 thoughts on “[Interview] Om Warm: Tak Ada Rugi Membaca Setiap Hari

  1. wah makasih lho ini, saya tersanjung
    itu saya baru inget satu buku lg yg sering saya baca berulang2: novel berjudul Jomblo karta Adithya Mulya. hehe

    dan sekali lg. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s