#34 – 1984

1984Judul: 1984
Penulis: George Orwell
Penerbit: Penguin Books (2008)
Halaman: viii + 326
ISBN: 978-0-141-03614-4
Harga: Lupa. Beli buku ini di tahun 2010.
Rating: 5/5

It was a bright cold day in April, and the clocks were striking thirteen.

Kalimat di atas membuka cerita 1984. Novel dystopia ini ditulis oleh George Orwell, nama pena dari Eric Arthur Blair, di tahun 1949.

Pada saat itu keadaan dunia terbagi menjadi tiga, yaitu Oceania, Eurasia, dan Eastasia. Airstrip One, dulu yang dikenal Great Britain dan sekarang menjadi bagian Oceania, menjadi latar tempat cerita ini. Negara ini dipimpin oleh tirani, Big Brother, yang sangat mengatur kehidupan rakyatnya. Makanan, postur tubuh, hingga seks semuanya diatur oleh Negara. Tidak ada kebebasan berbicara, tidak ada kebebasan berpikir, jatuh cinta tidak diizinkan, bahasa juga diatur. Negara sampai membuat Newspeak sebagai pengganti Oldspeak (bahasa Inggris yang digunakan sebelum perang).

(lebih…)

[Interview] Mas Joe: Jangan Sampai Nggak Suka Mbaca

Kali ini saya mewawancarai salah satu idola saya di dunia maya. Dia tak lain dan tak bukan adalah Mas Joe. Itu nama panggilannya dan saya terbiasa memanggilnya demikian.

Pemilik nama asli Anindito Baskoro Satrianto ini sudah saya kenal sejak jaman dahulu kala. Tepatnya sejak awal-awal saya masuk kuliah dulu. Dulu saat blog sedang jaya-jayanya–maksud saya, jaya sekali dibandingkan sekarang–blog Mas Joe termasuk blog-blog pertama yang saya baca. Syukur Alhamdulillah-nya, beliau masih konsisten ngeblog sampai sekarang meski dengan frekuensi update tidak sesering dulu.

Saya belajar banyak dari beliau, baik dari tulisan-tulisannya maupun dari orangnya langsung. Secara jujur saya bisa bilang Mas Joe termasuk orang-orang yang memengaruhi cara berpikir saya ketika masa-masa jahiliyah dulu. Sekarang juga masih jahiliyah sih.

(lebih…)

#33 – The Men who Stare at Goats

The Men who Stare at GoatsJudul: The Men who Stare At Goats
Penulis: Jon Ronson
Halaman: 180
Rating: 3/5

The Men who Stare at Goats adalah buku investigasi lainnya dari Jon Ronson. Kali ini Ronson menyelidiki pasukan “khusus” Amerika. Khusus yang dimaksud di sini adalah kekuatan supranatural. Jadi, ada masanya AS ternyata pernah merekrut orang-orang yang punya kekuatan psychic untuk menjadi pasukan tentara AS.

Kalian merasa heran? Jangankan kalian, saya pun juga heran. Di halaman-halaman awal saya sempat tidak percaya dan berpikir ini tidak mungkin. Ronson barangkali sedang mengelabui saya, tak peduli meskipun sebelumnya Ronson bilang kalau ini adalah a true story. Mustahil. Masa’ iya Amerika Serikat, yang katanya negara adidaya itu, percaya begituan sih?

(lebih…)