#37 – Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng

Putri Sirkus dan Lelaki Penjual DongengJudul: Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng
Penulis: Jostein Gaarder
Penerjemah: A. Rahartati Bambang
Penerbit: Penerbit Mizan (edisi II, cetakan I, Juni 2015)
Halaman: 259
ISBN-13: 978-979-433-887-2
Harga: Rp 47.500,-
Rating: 3/5

Petter memiliki daya imajinasi yang luar biasa. Dia sangat kreatif dalam menulis cerita. Imajinasinya begitu liar. Anehnya, Petter tidak berminat untuk menjadi penulis ternama. Dia benci ketenaran dan lebih memilih untuk bekerja di balik layar. Dia menjual ide-ide ceritanya ke banyak penulis. Dari ide-ide cerita itu menghasilkan banyak karya sastra, berbagai macam penghargaan, dan penjualan buku yang memuaskan.

Petter menikmati hasil kerjanya. Dia tidak menjual murah idenya. Dia juga menikmati royalti yang didapat dari penulis yang dibantunya. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya dia jatuh juga. Ketika Petter sedang berada di puncak dan menikmati kesuksesannya, ternyata muncul skandal yang dapat membahayakan dirinya. Tersiar kabar para penulis yang pernah dibantu oleh Petter ingin menghilangkan nyawanya demi menyelamatkan nama dan reputasi mereka. Petter pun terpaksa untuk bersembunyi. Di persembunyiannya inilah akhirnya dia menemukan jawaban dari skandal yang terjadi di dunia sastra dan membuat nyawanya terancam.

Konflik cerita dibangun lambat. Separuh buku dulu baru saya bisa mengetahui apa sebenarnya yang menjadi permasalahan dalam cerita ini. Dan yang seharusnya menjadi klimaks malah menurut saya menjadi antiklimaks karena saya bisa menebaknya. Anehnya saya tidak berkeberatan ketika Gaarder membuat akhir cerita yang menggantung. Mungkin saya tidak punya ekspektasi yang tinggi ketika membaca buku ini sehingga apapun yang disuguhkan Gaarder membuat saya tidak banyak protes.

Cerita Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng ini tidak biasa menurut saya. Sebagai penggemar Gaarder saya cukup hapal dengan preferensinya dalam menulis cerita. Selalu ada nuansa filsafat dalam setiap karya Gaarder. Kebanyakan tokoh-tokoh dalam ceritanya adalah orang-orang yang gemar membaca dan menulis, termasuk Petter dalam cerita ini. Biasanya juga Gaarder menggunakan remaja sebagai tokoh utamanya. Sejauh ini buku-bukunya yang sudah saya baca menyasar anak muda. Yang tidak biasa dalam cerita ini Gaarder menulis dengan tokoh utamanya adalah seorang pria matang dan ceritanya untuk orang dewasa. Petter adalah lelaki paruh baya berusia 48 tahun, hidup sendiri, dan seorang petualang cinta. Buku ini juga bercerita tentang kisah cinta Petter.

Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng aslinya ditulis dalam bahasa Norwegia, namun untuk edisi terjemahan Indonesia buku ini diterjemahkan dari edisi terjemahan bahasa Inggris, The Ringmaster’s Daughter. Itu berarti buku ini sudah melalui dua kali penerjemahan (dari bahasa Norwegia ke bahasa Inggris kemudian dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia). Pertanyaan saya kenapa Mizan tidak menerjemahkan langsung dari bahasa aslinya? Setelah melalui dua kali penerjemahan tersebut apakah tidak terjadi banyak perubahan makna? Meski begitu, buku terjemahan ini masih asyik untuk dibaca kok. Masih layak untuk diberi nilai 3 dari 5.

Iklan

4 thoughts on “#37 – Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng

  1. dari SMA aku fans agak keras pak Gaardner… hahahahaha. hampir semua bukunya aku punya, tapi ada yang lupa juga nyimpennya dimana… hihihihihi. walaupun awalnya lambat, endingnya selalu memuaskan, entah itu open ending kayak yang satu ini atau yang lain-lain. paling suka perpustakaan ajaib bibbi bokken. rekomendid tinggi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s