Shopping Spree Juli 2016

Tanggal 3 Juli 2016 yang lalu saya ke Gramedia dan membeli enam buku di bawah ini:

 

IMG_20160703_151559

 

 

  1. Le Petit Prince: Pangeran Cilik – Antoine de Saint-Exupéry. Harga Rp 44.000,- setelah diskon 10% menjadi Rp Rp 39.600,-
  2. Dunia Anna – Jostein Gaarder. Harga Rp 49.500,-
  3. Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng – Jostein Gaarder. Harga Rp 47.500,-
  4. Brave New World – Aldous Huxley. Harga Rp 59.500,-
  5. Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 – Pidi Baiq. Harga Rp 76.000,-
  6. Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 – Pidi Baiq. Harga Rp 76.000,-

Total belanja semuanya Rp 348.100,-. Berhubung saya punya kebiasaan selalu mencatat harga buku yang saya beli jadi saya masih ingat harga buku-buku tersebut. 😀

Alhamdulillah-nya saya sudah selesai baca semua buku itu. Cepat juga ya saya bacanya. Beli buku tanggal 3 Juli, eh hari ini sudah selesai dibaca semuanya.

Sebenarnya di Gramedia kemarin masih banyak buku yang ingin saya beli. Berhubung dikarenakan terbatasnya saldo di Gramedia BCA Flazz Card punya saya, jadinya yah segini saja dulu yang saya beli. Nanti kalau saldo Flazz-nya sudah banyak baru deh saya belanja lagi.

BTW, saya kan berlangganan blog yang sering menulis mengenai financial planning. Blog luar sih. Kebanyakan yang ditulis sama dia sih saya setuju, misalnya tentang berhemat. Tapi, saya kurang setuju pas dia bilang tidak usah keseringan beli buku kalau cuma mau dibaca sekali. Katanya itu pemborosan. Mending uangnya ditabung atau diinvestasikan. Katanya lagi mending kalau mau baca buku ya di perpustakaan.

Setuju sih soal konsep hematnya. Tapi, ya nggak gitu-gitu amat juga kan. Saya nggak setuju sama dia soalnya di perpustakaan daerah kota saya koleksi bukunya tidak lengkap. Jadi, bagaimana ceritanya mau baca buku di perpustakaan kalau koleksinya tidak lengkap dan tempatnya juga tidak menarik? Alasan berikutnya, ya saya nggak setuju karena saya cinta buku. Saya pengen koleksi buku. Saya pengen punya perpustakaan pribadi. Saya pengen ngasih bacaan gratis buat anak-cucu saya nanti. Biar mereka pada pintar semuanya.

Dalam merencanakan keuangan kan kita juga tidak bisa kelewat ketat. Bakalan stres juga dong kita nantinya. Kita kan juga mau menikmati hidup asal sesuai porsi dan tidak berlebihan. Ada pos-pos yang tidak bisa kita kompromikan untuk diabaikan. Setuju? Nah, saya punya pos sendiri untuk belanja buku. Tidak banyak sih uang yang saya anggarkan untuk beli buku. Karena jujur saja saya juga masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting ketimbang beli buku. Di sini saya harus mengontrol hawa nafsu saya. Saya baru ke Gramedia kalau saldo Flazz saya sudah cukup untuk membeli buku yang saya incar, yang itu berarti baru bisa beli buku setelah berbulan-bulan dulu menabung. 😀

Duh, kok ya jadi curhat. 😆

Pokoknya demikian lah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s