[Interview] Lulu: Mulailah Membaca! Jangan Ditunda!

Untuk edisi Interview kali ini saya menodong teman sekolah saya untuk diwawancarai. Awalnya beliau agak segan. Berhubung saya sedikit memaksa—dan terus memaksa—Alhamdulillah beliau bersedia juga saya wawancara.

Nama teman saya ini Luxmaning Hutaki, biasa dipanggil Lulu. Beliau ini pintar banget. Pintarnya amit-amit. Beliau selalu masuk kelas unggulan. Waktu SMA malah masuk kelas akselerasi. Sementara saya selalu kebagian di kelas ujung. Dah aku mah apa atuh. Hanya butiran atom. Halah.

Sewaktu sekolah dulu saya ngefans (dan minder) dengan beliau. Sekarang juga masih ngefans (dan minder) kok. Beruntung beliau tidak sombong dan mau berteman dengan saya.

Beliau hobi membaca. Itu sudah jelas. Kamu tidak bisa pintar kalau tidak suka membaca. Sementara Lulu kan pintar banget.

Wawancara saya lakukan via surat elektronik. Bukannya apa-apa, meski kami tinggal satu kota, tapi agak sulit untuk kami bisa bertemu. Karena saya kerja di luar kota Bandar Lampung maka dipastikan susah bagi kami untuk bertemu di hari kerja. Sementara di akhir pekan Lulu harus mengutamakan keluarganya. Tidak masalah toh masih ada cara lain untuk wawancara. Betul tidak?

 

IMG-20160726-WA0001

foto dokumentasi pribadi

 

Jadi, berikut wawancara saya dengan Lulu. Selamat menikmati!

Tentang pengalaman dan hobi membaca
1. Sejak kapan Lulu tertarik dengan buku dan punya hobi membaca?
Nggak inget sih ya kapan tepatnya, tapi sebelum TK kayaknya udah bisa baca sih, trus jaman ESDE tuh udah mulai rutin minjem komik sama koh Hendri di potokopian langganan Papa.

2. Siapa yang mempengaruhi Lulu untuk gemar membaca?
Papa pastinya, soalnya yang nemenin belajar mesti beliau sih, yang suka beliin Bobo, yang suka beliin buku bergambar.

3. Boleh gak Lulu ceritain pengalaman pertama Lulu beli buku?
Cerita Dunia bergambar Lassie, Komik Doraemon no 13 sama Sailormoon berwarna nomor 2. Pertama kali diajak si Papa ke Gramed (Gramedia, red.) ya (Hell yeah, harga komiknya masih 2700 boooo!!), si Papa nyari apa gitu, terus akunya minta dibeliin buku pake ngerayu terus asal comot, nggak ngerti apa yang diambil, yang penting beli buku! Hahahahaha. Dan rasa excitednya itu, keliling lemari, milih buku, liat-liat sampul buku cakep-cakep banget kan ya, masih suka kebayang sih sampai sekarang.

4. Rata-rata dalam sebulan Lulu bisa baca berapa buku?
Tergantung, kalau komik masih rutin, kalau novel 0. Hahahahaha. My daily routines make my daily life, and reading is such a luxurious way for escaping from reality the daily. Kalau pas komiknya lagi terbit semua, sebulan bisa 10 judul, kalau nggak, paling 5 komik. Kalau novel, banyak yang masih ngutang, alias berhenti di tengah jalan, terakhir bulan Februari masih ada utang 5 novel belum kelar. Biasanya sih novel 300-400 halaman itu sekitar 4-5 hari. Kalau dulu (baca : sebelum punya Busiest Daily Routines), 300-400 halaman sih ga sampe 48 jam selesai. Hahahahahaha.

Tentang buku
5. Belakangan Lulu lagi sering baca buku tentang apa?
Komik. Yang tentang petualangan dan light romance yang non-kohabitasi. Males banget sekarang baca komik romance isinya kohabitasi semua. Dan lagi KEPO BERAT sama Girl On The Train (sudah punya bukunya belum sempet baca >,<)

6. Lulu paling suka baca buku bergenre apa? Kenapa Lulu suka membaca buku-buku genre tersebut?
Nggak ada yang spesifik, semua dibaca. Stensilan dan Harlequin pun dibaca. Mengapa? Karena saya bukan orang yang terpaku sama satu jenis bacaan sih, kadang nemu romance yang bagus, kadang romance yang ble’e pun bejibun, jadi milih yang lain. Ada adventure yang nampol, ada yang dangkal. Ada buku filsafat yang nggak bisa ditinggalkan, ada buku filsafat macam Langefeld yang lebih enak buat pengantar bobo sesekali aja bacanya.

7. Siapa saja penulis favorit Lulu? Menurut Lulu apa kekuatan/kelebihan dari mereka dalam menuliskan karyanya?
Banyak kali ya, tapi nggak semua karyanya gitu. JK Rowling, HP series oke banget nggak ketulungan, tapi karyanya yang paling baru aku nggak connect, baca sedikit trus ‘ah ntar ah..’, tutup buku. Penulis Jepang kayak Yasunari Kawabata juga ada yang oke, ada yang nggak connect. Sandra Brown yang terkenal itu ada yang ceritanya oke, ada yang isinya seks doang (really, dari awal sampe akhir isinya hubungan intim mulu, sampe bingung ini ceritanya apa?). Tapi aku lebih prefer penulis Asia sih, Korea, Jepang, karena terkadang pelintiran di akhir cerita itu bikin gemes terus aku berperasaan ‘nggak terima aja gitu udah baca dari awal endingnya kok gini?’, dalam kedua artian baik atau pun buruk. Hehehehehe.

8. Apa saja penerbit favorit Lulu?
Apapun. Asal terjemahannya oke. Biasanya sih, GM yang Elex (yang ada label merah Elexnya dan nggak cuma label GM), terus Noura, Haru. Kalau Bentang malah kurang, tapi buku pengarang Indonesianya bagus-bagus.

9. Buku favorit Lulu apa saja?
Sailormoon dan Samurai X. Komik terhitung buku kan, ya? Hahaha. Bartimeus Trilogi (lebih keren dari HP series kata aku sih).
(sampai sini aku bingung mau nerusin jawab, hahahahahaha. Loncat ke nomor 14 ya!)

10. Ada buku yang Lulu gak suka setelah selesai dibaca, yang bikin Lulu sampai menyesal sudah beli buku tersebut? Apa judulnya? Dan kenapa Lulu tidak suka?
Aduh pernah, apa ya, lupa! Kalau ngga salah itu bukunya sampai kulempar sangking keselnya! (dalam artian jelek, mungkin itu sebabnya langsung kulupakan, Hahaha) Seingetku sih endingnya nggak berhubungan sama awal cerita sebab musabab terjadinya kejadian dan lain-lain.

11. Lulu pernah baca buku yang bikin Lulu pusing gak pas baca? Maksudnya, bukunya itu susah banget dipahami sampai bikin pusing. Kalau sudah begini, Lulu terusin baca atau menyerah begitu saja?
Buku filsafat jaman awal kuliah. Sumpah suwer! Bukunya kutinggalin, aku lebih memilih untuk mendengarkan temanku diskusi dan menyerap apapun yang mereka sampaikan pas mau ujian. Eh, pas tingkat 3, baru ketemu mata kuliah yang mengajarkan filsafat dengan asyik, dan bukunya juga mudah dicerna.

12. Kaitannya dengan pertanyaan nomor 11, ada tips untuk membaca buku-buku sulit begini atau tips membaca secara general biar kita lebih gampang mencerna dan mengingat isi buku?
Jangan menyerah! Buku-buku sulit itu biasanya ada buku-buku mudahnya. Kalau nggak bisa dengan karangan si A untuk Topik X, carilah buku X dengan pengarang B, siapa tau lebih nyangkut pas bacanya. Lebih gampangnya lagi, suruh orang lain yang baca, suruh dia buat rangkuman, kita baca rangkumannya (Oh cara ini nggak boleh dilakukan kecuali ada jaminan kalau teman yang disuruh ini dengan senang hati melakukannya untukmu).
Kalau untuk mencerna dan menyerap isi buku, harus pintar-pintar memilah mana buku ringan yang bisa dibaca di semua tempat dan buku apa yang perlu mood yang bagus untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan ketika sampai di halaman terakhir (biasanya butuh waktu khusus). Dan aku cenderung ingat isi buku yang sering aku lihat, alias display paling depan di lemari bukuku. Hehehe.

 

IMG-20160726-WA0002

foto dokumentasi pribadi

 

13. Dari semua buku yang sudah Lulu baca, apakah ada buku yang bisa dikatakan telah mengubah hidup Lulu? In what way?
Chicken Soup Series. Hahahaha. Nggak nyangka pastinya ya! Buku-buku genre ini dulu happening banget dikalangan temen-temenku. And yes, those books indeed made differences. Karena kita terbiasa hidup di keluarga yang tidak pernah open up tentang perasaan-perasaan, dan cuma ikut apa kata orang tua aja, buku-buku ini membantuku tumbuh dan berusaha memahami apa yang terjadi di sekitar. Misalnya, ketika temanku patah hati, aku tau harus gimana menghadapi tangisan dan keluhan dan curhatannya. Ketika mendengar ada teman sekolahku meninggal, aku tau bahwa dia harus benar-benar dekat denganku supaya aku bisa menangis (waktu itu heran sama diri sendiri, kok yang lain pada nangis aku nggak). Atau ketika orang tuaku bertengkar, aku tau apa yang harus kulakukan terhadap kondisi rumah. Atau ketika ada cowok nembak harus menjawab apa 😉

Selesai!

14. Apa Lulu setuju dengan statement “Don’t judge book by its cover”? Seberapa penting cover buku menurut Lulu?
Kalau untuk buku yang nggak tau sama sekali itu isinya apa, iya, cover does matter! Tapi kalau untuk yang reviewnya bertebaran dimana-mana, sampul mah apa aja, asal dalemnya masih bisa kebaca. Tapi kalau untuk koleksi biasanya aku akan pilih cover yang paling apik dan representatif atas isinya. Oiya, no-movie-poster-book-cover, aku nggak suka.

15. Mana yang lebih Lulu pilih: buku cetak atau e-book?
Versi cetak, nggak ada yang ngalahin bau buku/kertas baru yang plastiknya baru aja dirobek! Ntah nanti kalau versi cetak menjadi tidak terbeli karena harga kertas yang semakin melambung tinggi. Tapi saat ini versi cetak jauh lebih bisa adem ayem di tangan mata dan dompet (makanya suka berburu buku bekas yang masih layak koleksi, atau buku reject-karena mungkin ada lembar yang tercetak miring dan lain-lain).

Tentang belanja buku
16. Seberapa sering Lulu belanja buku? Lulu ada budget khusus untuk belanja buku?
Tiap bulan setidaknya sekali mesti ke toko buku. Budget khusus nggak ada, tapi biasanya 200ribu itu minimal sih…

17. Apa saja yang menjadi pertimbangan Lulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah buku?
Semua aspek, tapi biasanya sih Pengarang. Buku-buku pengarang yang sudah pernah dibeli, pasti akan dipertimbangkan untuk dibeli lagi. Misalnya kayak si Ziggy ZyvaSiapaItuNamanya?, aku suka cara dia bertutur, dan aku pasti beli. Ika Natassa juga pasti kubeli walaupun ceritanya tipikal, tapi aku suka kalimat romantisnya. Hehehe.

18. Dalam sekali belanja buku Lulu pernah habis paling banyak berapa rupiah?
Belum pernah nyampe sejuta lho! Serius! Sebanyak-banyaknya aku belanja maksimal itu sekitar 700-800ribu, itu pun cuma sekali-kalinya seumur hidup. Karena ya itu, aku suka berburu buku murah, diskonan, buku bekas seperti baru. Hahaha. Aku bukan tipe yang begitu buku baru keluar langsung beli, kecuali komik (karena kalau nggak dibeli nanti hilang dari rak toko bukunya karena langsung dibalikin ke penerbit).

19. Paling sering belanja buku online atau langsung ke toko buku? Ada toko buku favorit atau toko buku online favorit? Share pengalaman pas belanja di sana dong.
Komik sukanya langsung ke FA (Fajar Agung, salah satu toko buku di Bandar Lampung, red.), karena punya kartu diskon, GM (Gramedia, red.) juga. Kalau novel sekarang lebih suka beli online, yang paling umum sih bukabuku.com ya, kalau buku impor ya Periplus. Tapi lebih suka lagi olshop di IG seperti @bukukhiknots (<- kenalan sama mbaknya enak banget diajak ngobrol), @inabooksby (<- ramah pisan), @yukbelibuku (<- bekasnya bagus-bagus), @tokotmindo (<- diskonnya lumayan), gitu-gitu. Lebih suka karena ramah-ramah dan sabar. Paling males kalo olshopnya yang kasih peraturan macem-macem, bukunya banyak, jual buku langka tapi harganya ngga masuk akal, trus yang punya jutek, bye-bye deh!

Idealisme mengenai buku dan membaca
20. Menurut Lulu buku itu apa sih?
Buku itu jendela dunia. Eh serius, nggak akan di-strikethrough kok! Lewat buku bisa tau macem-macem hal, walaupun itu buku fiksi. Contoh Donal Bebek fiksi kan, tapi di dalamnya banyak fakta-fakta dunia yang suka ada di buku Ensiklopedia. Buku mengenalkan aku dengan berbagai macam karakter orang, baik fiktif ataupun nyata. Buku itu semacam pelarian dari dunia nyata, walaupun isinya juga tentang dunia nyata. Kalau mau tau apapun tinggal cari bukunya. Kalau buku yang kamu cari ngga ada, ya buat, eh nulis maksudnya! Hehehehe.

21. Bagaimana pandangan Lulu terhadap orang-orang yang tidak suka membaca?
Sayang banget! Buatku membaca bukan cuma soal tulisan sih, bagaimana kamu menemukan jawaban persoalan yang lama tidak terjawab, bagaimana membaca perasaan orang lain di posisi yang sama, bagaimana belajar untuk mengantisipasi berbagai macam kondisi, belajar perasaan-perasaan kompleks (yang mungkin nggak setiap hari kita alami). Termasuk hal-hal yang mungkin orang tua dan guru-guru kita lupa untuk mengajari, kalau kita rutin membaca, itu akan masuk dengan sendirinya. Dulu saya suka dikatain buku berjalan dan sok tau, sangking kalau ada teman yang bertanya apapun saya bisa jawab (terus dimusuhin.) Hahahaha.

22. Menurut Lulu bagaimana cara meningkatkan minat baca di Indonesia?
Harus dari kecil, dan harus ada contohnya, kalau bisa bayi pun dibacain buku (ini sih aku, bayi sebulan dibacain buku sampai dibilang aneh sama keluarga yang lain). Dan nggak ada salahnya juga memulai dari sekarang. Bedanya, kalau terbiasa membaca dari kecil, ketika besar dia sudah bisa memilah mana yang baik untuk nanti dan mana yang dibaca nanti. Kalau baru akan membiasakan saat dewasa, mungkin membangun persistensinya yang sulit dan biasanya terbatas di satu genre. 100 halaman mudah sekejap mata, coba tambah sedikit 200 halaman, biasanya untuk pembaca baru dewasa, mending scroll sosmed kali ya, yang infonya banyak tapi kalimatnya pendek-pendek. Hehehe.

23. Bagaimana pendapat Lulu mengenai buku-buku bajakan dan ebook ilegal yang bertebaran di internet?
Nnngggg….. Dilematis. Aku tau itu ilegal dan salah, tapi gimana dong…. Hehehe. Biasanya yang diunduh mah impor punya, macam DK Publishing.

24. Ada pesan untuk pembaca blogku mengenai buku dan hobi membaca?
Jangan sampai terucap ‘Aku pengen lho kayak kamu yang hobi baca!’! Lakukan! Beli buku, mulai membaca. Buka blog orang dan mulai membaca! Beli koran, baca headline pagi ini! Smartphone fungsinya bukan cuma medsos (bahkan fungsi sms dan telepon sudah dilupakan), unduh buku gratis dan mulailah membaca! Jangan ditunda, baca, baca, dan bacalah! (Ng… kayaknya aku ngomong ini di depan cermin deh! Kita balik ke no 10.)

 

Reading is the key to learning

gambar dari sini

 

Demikianlah wawancara saya dengan Lulu. Semoga kita semua bisa belajar dari Lulu ya. Sampai jumpa di edisi Interview berikutnya!

Iklan

2 thoughts on “[Interview] Lulu: Mulailah Membaca! Jangan Ditunda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s