#50 – Kaas

kaas-kejuJudul: Kaas
Penulis: Willem Elsschot
Penerjemah: Jugiarie Soegiarto
Editor: Dini Pandia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Mei 2010)
Halaman: 176
ISBN-13: 978-979-22-5767-0
Harga: Gratis. Pemberian Lulu.
Rating: 4/5

Frans Laarmans seorang pegawai kerani (administrasi) biasa. Karirnya mandek dan sepertinya tidak akan bisa berkembang lagi. Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, dia ingin punya penghasilan yang banyak untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. Sebuah tawaran menggiurkan pun datang kepadanya. Sebuah posisi sebagai agen penjual keju dengan gaji dan insentif besar yang ditawarkan kepadanya cukup menggoda.

Tanpa berpikir panjang Frans mengiyakan tawaran tersebut. Tapi, dia tidak ingin kehilangan pekerjaan utamanya, sehingga dia mengajukan cuti sakit di kantor. Ternyata berjualan keju tidak semudah yang dibayangkannya. Frans tidak tahu apa-apa tentang bisnis. Ilmu yang dia kuasai hanyalah administrasi, terutama di bidang korespendensi dan pembukuan. Alhasil, kejunya tidak laku.

Cerita Kaas sangat sederhana, tapi menarik. Elsschot menuliskan kisah Frans Laarman langsung pada intinya. Dia tidak terlalu banyak bertele-tele. Meski begitu, kita tetap mendapatkan hal-hal penting dari Kaas. Sebagai contoh, kita bisa menyimak sebuah proses perjalanan Frans dari yang begitu menggebu-gebu ingin berjualan keju sampai akhirnya dia ketakutan karena kejunya tidak laku. Dari hal ini kita belajar ketika ingin memulai bisnis kita jangan asal modal nekat. Kita harus mempersiapkan dengan matang semuanya untuk berbisnis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s