[Interview] Kitin: Jangan Berhenti Membaca

Nama lengkapnya Christin Rina Ratri, tapi teman-teman bisa memanggilnya Kitin. Beliau ini salah satu dari sedikit teman baik saya yang saya percaya jiwa dan raga. Kami sudah berteman sejak… 2007? Atau 2008? Alhamdulillah. Semoga pertemanan kami akan terus berlanjut sampai kami tua nanti.

Well, anyway, untuk kali ini saya wawancara Kitin. Setahu saya beliau hobi sekali membaca. Seperti yang saya selalu bilang orang yang hobi membaca biasanya pintar dan wawasannya luas. Kitin pun demikian. Beliau pintar, wawasannya luas, dan berpikiran terbuka. Sekarang beliau sedang menempuh pendidikan S2 di University of Manchester.

Baiklah, mari kita langsung saja wawancaranya. Selamat menikmati!

 

foto dokumentasi pribadi

 

1. Siapa yang pertama kali mengenalkan buku ke Kitin dan mempengaruhi Kitin untuk suka membaca?
Kakekku dulu akuntan, tapi beliau suka langganan majalah-majalah berbahasa Inggris dari Jerman (gratis). Dari situ aku suka membaca karena di rumah banyak buku. Aku baca buku apa aja yang ada di rumah. Sedikit cerita tentang beliau aku tulis di blog.

2. Siapa (saja) penulis favorit Kitin? Menurut kamu, apa yang menjadi kelebihan/kekuatan mereka dalam menulis karya-karyanya?
Aku gak punya penulis favorit sih. Well kalau harus milih satu sepertinya aku akan memilih J.R.R Tolkien. Detailnya fantastis dan untuk cerita fantasi dia bisa membuat latar belakang yang kuat. He made a whole new history and universe.

3. Apa buku favorit Kitin sepanjang masa? Kenapa kamu suka buku tersebut?
Buku favoritku sepanjang masa adalah Introducing Quantum Theory: A graphic guide to science’s most puzzling discovery. Buku ini sebetulnya komik strip, yang mengisahkan cerita lahirnya teori kuantum. Aku suka karena mereka menjelaskan hal yang rumit dengan sangat menyenangkan. Gak sepenuhnya sederhana sih, tapi runtut dan enak dibaca. Kalau pergi kemana-mana buku ini hampir selalu jadi pilihan pertama untuk kubawa. Sudah rada lecek, untung disampul mika plastik rada tebal.

Boleh nambah satu lagi gak? The Curious Incident of the Dog in a Night-Time. Too much awesomeness in this book. Aku suka cara penulisnya mengisahkan sebuah kisah yang gak biasa dari sudut pandang anak autis yang super cerdas. Rasanya bener-bener kayak kita lagi berpetualang di kepala anak itu.

4. Kalau pertanyaan sebelumnya tentang buku favorit, sekarang buku apa yang paling tidak kamu suka? Biasanya apa yang menjadi alasanmu tidak menyukai suatu buku?
Teenlit dan buku soal agama. Hahaha. Meskipun buku-buku Karen Amstrong itu menurutku bagus ya. Biasanya aku gak terlalu suka buku cinta-cintaan anak SMA atau buku agama yang isinya cuma argumen kenapa ini benar dan itu salah.

 

 

5. Menurut kamu, apakah kita perlu membatasi diri hanya membaca buku jenis tertentu atau sebaiknya kita baca semua jenis buku? Kitin sendiri paling suka baca buku genre apa?
Kalau bisa sih baca semua genre, biar otak bisa dapat wawasan dari berbagai sisi. Aku suka baca buku yang genrenya fiksi (misteri, fantasi) dan sains. Sains-fiksi juga suka.

6. Apa saja yang menjadi pertimbangan kamu sebelum kamu memutuskan untuk membeli buku?
Genre, mood, review Goodreads.

7. Kitin lebih pilih buku cetak atau ebook? Apa alasannya?
Buku cetak karena aku masih belum bisa nyaman baca ebook baik di laptop maupun tablet. Belum sempat beli ebook reader lagi. Hihihi…

8. Menurut Kitin, buku itu apa sih?
Bagiku buku itu tempat ngabur dari rutinitas keseharian, tempat di mana aku bisa berkunjung sebentar ke dimensi lain untuk kemudian kembali dan menjadi orang yang “baru”.

9. Bagaimana pandanganmu terhadap orang-orang yang tidak suka membaca? Dan menurutmu bagaimana caranya supaya mereka gemar membaca? In grand scale, bagaimana caranya meningkatkan minat baca di Indonesia?
Orang yang tidak suka membaca akan melewatkan banyak hal karena banyak trivia-trivia kecil tapi berguna yang bisa diperoleh kalau suka membaca. Biar gemar membaca sebaiknya mulai dari baca hal-hal yang menyenangkan dulu sesuai selera, kemudian bisa pelan-pelan keluar dari zona nyaman. Meningkatkan minat baca sebaiknya dimulai sejak dini, anak-anak diajari untuk punya rasa ingin tahu dan tentu saja difasilitasi oleh orang-orang terdekat (guru / orang tua) tentang bagaimana bisa mendapatkan informasi. Dalam hal ini menurutku teladan orang tua penting sekali.

10. Bagaimana pendapatmu mengenai buku-buku bajakan dan ebook ilegal yang bertebaran di internet?
Aku gak setuju dengan buku bajakan karena dengan biaya sedikit mereka bisa memperoleh hasil yang sangat besar. Mau fotokopi sendiri malah menurutku gak papa asal jangan dijual. Kalau ebook ilegal posisiku masih “gak papa asal gak dikomersialkan”. Belilah dari Google Books atau Amazon. Atau coba cari buku second dari betterworldbooks.com, free delivery, dan dengan membeli buku dari situ kamu ikut menyumbang untuk pemberantasan buta huruf. Ini bukan iklan ya, cuma testimoni pelanggan yang puas. Hehehe…

11. Ada pesan untuk pembaca blogku mengenai buku dan hobi membaca?
Mulailah dari sekarang, dan jangan berhenti membaca. Sehari 1-2 halaman aja gak papa kalau memang gak sempat, tapi jangan sampai berhenti.

 

 

Demikianlah wawancara saya dengan Kitin. Semoga kita bisa belajar sesuatu dari beliau. Dan seperti yang Kitin bilang jangan berhenti membaca. Ayo, kita membaca terus setiap hari!

Iklan

2 thoughts on “[Interview] Kitin: Jangan Berhenti Membaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s