[Interview] Desti: Selamat bersenang-senang!

Edisi interview kali ini saya akan mewawancarai Desti Utami, teman saya yang sudah pasti hobi membaca. Desti ini termasuk teman online saya yang lumayan awet juga. Pertama kenal dulu waktu masih sama-sama kuliah S1. Sekarang Desti sedang kuliah master, sementara saya masih begini-begini saja. Huft.

Baiklah. Yuk, kita langsung saja ke wawancaranya. Selamat menikmati!

 

foto dokumentasi pribadi

 

1. Siapa yang pertama kali mengenalkan buku ke Desti dan mempengaruhi Desti untuk suka membaca?

Seingatku aku mulai membaca novel itu di kelas 6 SD. Novelnya Agatha Christie yang judulnya Misteri Kereta Api Biru. Beli pakai uang jajan ditabung seminggu. Mengesankan sekali pokoknya. Tapi sebelum itu aku sering baca komik donal bebek atau majalah Bobo dan Ananda yang dibeli di toko buku bekas “Edison”. Itu kegiatan sejak TK, setiap diajak ke pasar di kotaku aku diajak mampir oleh ibu atau ayahku ke sana. Mau beli yang baru mahal sekali kata mereka. Dan aku sudah senang sekali dibelikan bundelan komik atau majalah bekas tadi. Yah.. sekali lagi jasa orangtua itu besar sekali ya? Tapi mereka sendiri tidak menjadikan membaca sebagai hobi. Bahkan majalah pun jarang. Hanya sekedar membaca koran sekilas. Jadi kalo ditanya pengaruh atau ditulari siapa, aku pun bingung.

2. Siapa saja penulis favorit Desti? Menurut kamu, apa yang menjadi kelebihan/kekuatan mereka dalam menulis karya-karyanya?

Untuk penulis favorit jelas aku suka Neil Gaiman. Gaya ceritanya yang cenderung “gelap”, witty, dan temanya yang membuat aku suka sekali. Kisah tentang peralihan masa kecil ke dewasa selalu menggugahku. Sebelum itu aku sudah sering membaca Agatha Christie dan aku suka narasinya. Untuk JK Rowling khusus seri Harry Potter tidak usah diragukan lagi. Narasi, deskripsi, alur cerita, tema dan humornya mantap semua! Tapi aku kurang menikmati karyanya yang lain. Jonathan Safran Foer juga menarik. Belakangan aku sedang membaca beberapa tulisan nonfiksi tapi karena aku jarang membaca lebih satu buku dari para penulisnya, ya mungkin belum bisa ku sebut favoritku juga ya?

3. Apa buku favoritmu sepanjang masa? Kenapa kamu suka buku tersebut?

Nah, kalo buku favorit sepanjang masa.. apa ya? Nampaknya seri Harry Potter yang intensitas bacaku jauh lebih banyak daripada buku-buku lain, termasuk Stardust dan Neverwhere-nya Gaiman. Kenapa? Karena menyenangkan dibaca. Walau belakangan aku lebih sering membaca komik Kariage Kun sih. Hehehe..

 

 

4. Kalau pertanyaan sebelumnya tentang buku favorit, sekarang buku apa yang paling tidak kamu suka? Biasanya apa yang menjadi alasanmu tidak menyukai suatu buku?

Buku yang paling tidak ku suka.. percaya atau tidak nih, aku sampai termenung kurang lebih 5 menit-an, berusaha mengingat buku apa yang tidak ku suka. Kalo untuk mendefinisikan buku yang tidak ku suka adalah buku yang tidak selesai dibaca, aduh.. aku kan pemalas sekali. Sering bosan dan gampang teralihkan. Ada juga buku yang membuatku meninggalkannya karena topiknya tidak menarik (bagiku).  Dan jumlahnya cukup banyak. Hehehe.. Mungkin aku langsung jawab pertanyaan kelima ya?

5. Menurut kamu, apakah kita perlu membatasi diri hanya membaca buku jenis tertentu atau sebaiknya kita baca semua jenis buku? Desti sendiri paling suka baca buku genre apa?

Menurutku sih membaca itu tidak usah membatasi genre. Baca mana saja yang dirasa menyenangkan untuk dibaca sehingga bisa jadi latihan sugesti bahwa membaca itu kegiatan menyenangkan. Nanti juga bisa memilah sendiri mana yang cocok bagi karakternya masing-masing. Aku sendiri suka genre fiksi fantasi. Tapi belakangan suka juga membaca yang berkaitan ekonomi macam freakonomics atau buku self help macam Chicken Soup (walau tidak sampai selesai ya). Padahal dulu aku “alergi” dengan buku-buku motivasi. Nah ini dia, buku genre motivasi yang paling jarang ku sentuh. Tapi tergantung kepada siapa penulisnya juga sih…

6. Apa saja yang menjadi pertimbanganmu sebelum kamu memutuskan untuk membeli buku?

Pertimbangan membeli buku tentu saja adalah campuran antara penulis, tema, ringkasan cerita dan harga.

7. Desti lebih pilih buku cetak atau ebook? Apa alasannya?

Untuk sekarang, aku lebih suka membaca ebook di playstore karena lebih murah hehehe.. Untuk penulis Indonesia dan komik tentu saja aku lebih suka membaca buku cetaknya. Dan itu jumlahnya sedikit.

 

 

8. Menurut Desti, buku itu apa sih?

Buku bagiku adalah teman, perlu dirawat hubungannya. Kadang salah paham, kadang dekat sekali. Hehehe.. Dan balik lagi ke orang yang tidak suka membaca, ya ibarat orang yang katanya tidak punya teman; tentu akan kesusahan. Dan sesekali ia pasti akan meminta bantuan orang yang sebelumnya berusaha didekatinya untuk dijadikan teman. Orang yang katanya tidak suka membaca pun akan satu waktu membutuhkan buku. Terserah orang tersebut mau menjadikan kegiatan mebaca menyenangkan atau tidak.

9. Bagaimana pandanganmu terhadap orang-orang yang tidak suka membaca? Dan menurutmu bagaimana caranya supaya mereka gemar membaca? In grand scale, bagaimana caranya meningkatkan minat baca di Indonesia?

Untuk orang yang tidak suka membaca, well.. ku rasa bukan masalah itu. Ketertarikan orang berbeda-beda. Untuk menambah wawasan sekarang medianya banyak, bukan eksklusif punya kutubuku. Dan aku mengganggap membaca pasti dilakukan orang sebagai pijakan awal untuk mendapat informasi dan jaman sekarang mendapat informasi adalah kebutuhan primer. Menurutku yaaa..

10. Bagaimana pendapatmu mengenai buku-buku bajakan dan ebook ilegal yang bertebaran di internet?

Berkaitan buku bajakan dan ebook illegal, aku berpendapat makin banyak membaca seseorang, maka ia akan bisa makin menghargai karya orang lain. Berkaitan dengan sumber ya Kim, karena banyak orang yang tidak punya akses ke buku cetak yang harganya mahal (bagi mereka). Internet menyediakannya. Jadi ya berproses. Kuncinya di akses. Kalo banyak orang tau bahwa cara legal bisa sedikit saja perbedaannya dengan illegal tentu orang akan pilih yang legal. Contohnya nih, dulu jaman mahasiswa sering donlot movie atau tv series bajakan. Karena aksesnya ya cuma itu yang terjangkau. Bioskop ga ada/tidak mumpuni, langganan tv kabel mahal. Sekarang? Ada iflix, viu, Netflix, you name it. Begitu pula dengan buku. Playstore menyediakannya. Jadi secara grand scale, ya masalah akses.

11. Ada pesan untuk pembaca blogku mengenai buku dan hobi membaca?

Untuk pembaca blognya Kimi, selamat bersenang-senang!

 

 

Demikianlah hasil wawancara saya dengan Desti yang dilakukan via surat elektronik. Semoga bisa membuat teman-teman semakin termotivasi untuk terus membaca ya.

Akhirul kalam, sampai jumpa di edisi Interview berikutnya!

Satu komentar pada “[Interview] Desti: Selamat bersenang-senang!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: