#66 – 9 dari Nadira

Judul: 9 dari Nadira
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan I, 2009)
Halaman: xi + 270
ISBN-13: 978-979-91-0209-6
Harga: Gratis dengan meminjam di iPusnas
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Suatu pagi Nadira menemukan ibunya, Kemala Yunus, terbujur kaku. Tubuhnya membiru dengan busa yang keluar dari mulutnya. Di dekatnya ditemukan obat-obatan.

Kematian Kemala yang begitu mendadak dengan cara yang mengejutkan pula membuat satu keluarga tersebut sangat terpukul dan berduka dengan caranya masing-masing. Bram Suwandi, sang suami, harus mengalami depresi karena ditambah permasalahan dia dipensiunkan secara halus di kantornya. Yu Nina–kakak pertama Nadira–menangis meraung-raung, lalu pergi ke Amerika. Kang Arya–kakak kedua Nadira–mungkin terlihat tegar, tetapi kemudian dia menyepi ke hutan bertahun-tahun untuk mengobati kesedihannya. Sementara Nadira, si bungsu yang sangat mencintai dan mengagumi ibunya, butuh waktu bertahun-tahun pula (empat tahun tepatnya) untuk keluar dari kolong meja kerjanya dan mulai menata diri. Selama ini dia membangun kemah di sana, tidur di sana, dan mengabaikan kebutuhan untuk mengurus diri.

Continue reading “#66 – 9 dari Nadira”

Iklan

#65 – Amba

Judul: Amba: Sebuah Novel
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (cetakan IV, Oktober 2013)
Format: E-book
Harga: Gratis dengan meminjam di iJak
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Dua perempuan dilarikan ke Rumah Sakit Waeapo. Perempuan yang pertama bernama Amba Kinanti Eilers. Usia 62 tahun dan berasal dari Jakarta. Ia terluka parah dan tidak sadarkan diri akibat serangan dari perempuan satunya yang bernama Mukaburung.

Mukaburung adalah anak angkat Kepala Suku Kepala Air di Waeapo. Awalnya tidak diketahui secara pasti mengapa Mukaburung menyerang Amba hingga menyebabkannya mengalami luka berat. Ketika ditanya Amba hanya diam seribu bahasa. Dalam dirinya seolah tidak ada lagi gairah. Sampai pada akhirnya nanti Amba akan membuka suara kepada Samuel — laki-laki yang menemaninya ke Pulau Buru — dan menceritakan seluruh kisahnya sejak awal hingga kenapa Mukaburung begitu murka terhadapnya.

Continue reading “#65 – Amba”