#94 – Artemis Fowl

Artemis FowlJudul: Artemis Fowl (Artemis Fowl #1)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney-Hiperion (pertama terbit tahun 2001)
Halaman: 396
ISBN13: 9780786817870
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Artemis Fowl II baru berusia 12 tahun ketika dia memimpin “kerajaan kriminal” yang ditinggalkan oleh ayahnya, Artemis Fowl senior, yang hilang karena kapal yang ditumpanginya diserang oleh rudal dari mafia Rusia. Meski Fowl baru berusia 12 tahun, jangan remehkan dirinya. Fowl jenius. Dia sangat detail dan teliti. Dia bisa satu-dua langkah lebih maju dalam membuat strategi.

Di buku pertama ini, Fowl membuat rencana untuk mendapatkan emas yang banyak. Emas ini untuk mengganti kekayaan keluarganya yang hilang akibat serangan mafia Rusia. Namun, bukan sembarang emas yang menjadi incarannya, melainkan emas dari dunia peri.

Fowl percaya peri. Fowl juga percaya kalau peri memiliki emas dengan kualitas tinggi dalam jumlah banyak. Permasalahannya, dia tidak mengenal dengan baik makhluk yang menjadi targetnya. Untuk itu, dia harus melakukan riset mendalam agar rencananya berjalan mulus. Langkah pertama adalah dengan mencuri The Book of the People, semacam buku kitab sucinya para peri.

Langkah berikutnya, yaitu menculik peri dan kemudian meminta tebusan berupa emas. Setelah menguasai isi The Book of the People, Fowl tahu ke mana dia harus mencari peri untuk diculik. Ada ritual khusus yang dilakukan oleh peri untuk mengisi kembali kekuatan sihirnya. Fowl tinggal mencari tempat di mana ritual tersebut biasa dilakukan. Malang bagi Captain Holly Short, ketika sedang melakukan ritual tersebut, dia diculik oleh Fowl.

Fowl sudah memperhitungkan dengan seksama akibat tindakannya ini. Dia akan memancing LEPrecon — semacam polisinya dunia peri — untuk mengambil tindakan dan Fowl sudah mempersiapkan semuanya dari A hingga Z. Dia tahu apa yang harus dia lakukan.

Dalam menjalankan misinya, Fowl ditemani oleh pengawal pribadi kepercayaannya, Domovoi Butler, dan adik Butler yang bernama Juliet. Mereka bertiga berhasil mengatasi serangan militer yang dilancarkan LEPrecon dan serangan troll. Bisa bayangkan betapa cerdiknya Fowl? Hanya dengan bertiga, Fowl berhasil mengalahkan para peri dan mendapatkan apa yang dia mau, yaitu emas.

Buat saya Artemis Fowl sangat menarik ceritanya. Tidak banyak novel yang memiliki tokoh utamanya seorang antihero. Sebuah keputusan yang berani dari Eoin Colfer untuk menulis cerita dengan karakter seperti Artemis Fowl menjadi tokoh utama, mengingat buku ini menyasar pasar anak-anak dan remaja. Artemis Fowl II licik, serakah, egois, dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya. Meski harus diakui, Fowl sebenarnya tidak antihero banget. Ada kalanya nuraninya memberontak. Misalnya, sewaktu dia menginterogasi Short, dia sempat bertanya-tanya apakah dia kelewatan batas.

Contoh lainnya sewaktu Fowl membagi dua emas yang didapatnya dari para peri. Dia menyerahkan separuh emasnya ke Short sebagai bentuk rasa terima kasihnya karena telah menyembuhkan Butler dari serangan troll, menyelamatkan Juliet, dan menyembuhkan ibu Fowl dari penyakit mentalnya. Butler, yang biasanya tidak pernah mempertanyakan keputusan bosnya, sampai bertanya kenapa Fowl melakukan hal itu. Fowl menjawab, “I felt I owed the captain something. For service rendered.

Saya juga merasakan Fowl merupakan sosok yang lebih dewasa dari umurnya. Di umurnya yang baru 12 tahun, dia sudah bisa memimpin menggantikan ayahnya. Dia memiliki rasa tanggung jawab. Hal itu bisa dilihat dari keinginannya ingin membawa kembali kejayaan keluarga Fowl yang meredup akibat keputusan sembrono ayahnya. Artemis Fowl senior melakukan investasi dalam jumlah besar di industri shipping. Mafia Rusia rupanya tidak senang. Singkat cerita, bentuk dari ketidaksenangan mafia Rusia tersebut berakibat pada keluarga Fowl yang kehilangan banyak kekayaan. Mereka tetap kaya tentunya. Hanya saja mereka tidak lagi menyandang status miliarder.

Sifat dewasa dan pembawaan dirinya yang tenang juga terasa ketika dia berhadapan dengan Captain Short dan Commander Root, yang merupakan bosnya Short. Hal tersebut dapat dilihat dari bagaimana dia berbicara dan bernegosiasi dengan mereka.

Jadi, menurut saya karakter Fowl ini adalah karakter yang abu-abu. Dia tidak sepenuhnya antihero, tetapi dia bukan tokoh dengan karakter pahlawan juga. Saya tidak bilang dia jahat karena, yah, dia memang tidak jahat. Fowl hanya anak berusia 12 tahun yang jenius dan menggunakan kejeniusannya untuk mencari hiburan dan tantangan, juga petualangan.

Secara keseluruhan Artemis Fowl sangat menghibur. Saya dibuat kagum dengan kecerdasan Artemis Fowl yang bisa mengalahkan satu komandan polisi dan para anak buahnya.

8 Replies to “#94 – Artemis Fowl”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s