#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

327._sy475_

Judul: Why Zebras Don’t Get Ulcers: A Guide to Stress, Stress Related Diseases, and Coping
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Holt Paperbacks
Halaman: 560
ISBN13: 9780805073690
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pada tulisan kali ini saya hanya akan memindahkan rangkuman catatan saya akan buku ini. Sebelumnya saya menulis catatan-catatan penting dari buku ini dengan membuat utas di salah satu media sosial saya. Agar tidak hilang dan biar pengarsipan lebih rapi, saya pindahkan saja ke sini. 

Sayangnya, catatan yang saya buat pun tidak rapi dan saya sekarang sedang malas untuk merapikan. Jadi, saya tulis seadanya saja. Haha. Mudah-mudahan (kalau ada) teman-teman yang baca ini tidak kesal sama saya karena catatan saya berantakan begini. 

Baiklah. Kita langsung saja ke catatan saya ya.

BAB 2: Glands, Gooseflesh, and Hormones

Voluntary nervous system is a conscious one. Autonomic nervous system = involuntary and automatic; it has everything to do with your response to stress. One half of this system is activated in response to stress, one half is suppressed. Autonomic nervous system ada dua jenis: sympathetic nervous system dan parasympathetic nervous system. Mereka ini kerjanya berlawanan. sympathetic nervous system mediating the four F’s of behavior: flight, fight, fright, and fuck. kalau parasympathetic component mediates calm, vegetative activities, everything but the four F’s. nerve ending dr sympathetic adalah adrenalin. contoh mudahnya: pas kita lari-lari dikejar singa, ketakutan parah, jantung berdebar kencang, itu yg bekerja sympathetic dan parasympathetic-nya down. kalau parasympathetic, pas menenangkan jantung biar gak deg-degan lagi (misalnya pas meditasi kali ya?) dan pas momen begini sympathetic-nya yg diam. jadi, kalau yang satu aktif, satunya dormant. mereka gak bekerja berbarengan. 

tadinya peripheral hormone-secreting glands itu dikira autonomous, ternyata gak, tapi di bawah pituitary gland. peripheral gland ini baru ngeluarin hormon setelah pituitary ngeluarin hormon duluan. It was known that when the pituitary was damaged or diseased, hormone secretion throughout the body became disordered. pituitary gland (kelenjar hipofisis) ini regulates what all the other glands do. sapolsky blg sampai ada sebutan khusus utk pituitary gland: “master gland of the body.” 

 

Pituitary Gland

 

yang menarik nih ya cabut pituitary dr otak, taruh di mangkok lengkap dgn pituitary nutrients-nya, maka berbagai hormon gak diproduksi lg, tp ada hormon lain yg produksinya malah jd berlebih. ini menunjukkan klo pituitary gak bekerja sendiri. dia butuh otak utk memerintahkan dia utk mengatur produksi hormon. skrg, gmn cara membuktikan teori ini?

Roger Guillemin dan Andrew Schally meneliti ttg ini. luar biasa sulit mereka menelitinya, butuh waktu 14 thn, sampe di tahun 1971 Schally menerbitkan paper perihal the sequence for the next hypothalamic hormone dan dua bln setelahnya gantian Schally bikin paper. thn 1976 mereka berdua dapat Nobel Prize. thanks to both of them now we know that: the brain turned out to be the master gland. It is now recognized that the base of the brain, the hypothalamus, contains a huge array of those releasing and inhibiting hormones, which instruct the pituitary, which in turn regulates the secretions of the peripheral glands. 

dua hormon yang vital terhadap respon stres adl epinephrine and norepinephrine, released by the sympathetic nervous system. hormon lain yg terkait adl glucocorticoids. kalo sapolsky menulisnya sih another important class of hormones in response to stress. gak ngerti juga apa yang dimaksud dgn class of hormones ini. Glucocorticoids are steroid hormones. (Steroid is used to describe the general chemical structure of five classes of hormones: androgens—the famed “anabolic” steroids like testosterone that get you thrown out of the Olympics—estrogens, progestins, mineralocorticoids, and glucocorticoids.). glucocorticoids ini diproduksi oleh adrenal gland.

 

Adrenal Glands

 

tapi, glucocorticoids ini gak bisa diproduksi sendirian. maksudnya, dia hrs dpt rangsangan dl dari hormon yg diproduksi di otak. jalannya gini: stres -> hipotalamus keluarin hormon ke hypothalamic-pituitary circulatory system: CRH -> CRH ini triggers pituitary buat ngeluarin ACTH -> ACTH ke bloodstream terus ke adrenal gland -> glucocorticoids. pas lg stres, pankreas jg ngeluarin hormon glucagon. Glucocorticoids, glucagon, and the sympathetic nervous system bisa meningkatkan level glukosa. hormon lain juga aktif pas stres: pituitary yg release prolactin, dll. msh ada yg lain, tapi malas nyatetnya. pas stres memang ada hormon2 yg aktif, tp tnyt ada jg hormon2 yg justru terhambat (inhibited) produksinya, seperti hormon reproduktif (estrogen, progesteron, testosteron), growth hormone, pancreatic hormone (insulin).

Bab 3: Stroke, Heart Attacks, and Voodoo Death

Bab ini menjelaskan tentang proses hipertensi dan serangan jantung karena stres. Atherosclerosis is the buildup of fats, cholesterol and other substances in and on your artery walls. This buildup is called plaque. The plaque can cause your arteries to narrow, blocking blood flow. The plaque can also burst, leading to a blood clot. –> related to heart disease.

wah seru nih… ngebahas soal Voodoo Death juga. semacam mati karena diguna-guna gitu kali ya kalo pakai “kearifan lokal”? hehe. ada pendapat Walter Cannon dan Curt Richter soal ini. kalo menurut Cannon: Cannon thought it was due to overactivity of the sympathetic nervous system; in that scheme, the person becomes so nervous at being cursed that the sympathetic system kicks into gear and vasoconstricts blood vessels to the point of rupturing them, causing a fatal drop in blood pressure. sementara kalau kata Richter: death was due to too much parasympathetic activity. In this surprising formulation, the individual, realizing the gravity of the curse, gives up on some level. The vagus nerve becomes very active, slowing the heart down to the point of stopping—death due to what he termed a “vagal storm.” kalau Wade Davis dan Regis DeSilva menolak term Voodoo Death. mereka lebih memilih menggunakan term psychophysiological death.

Bab 4: Stress, Metabolism, and Liquidating Your Assets

di saat stres bisa menaikkan level LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik). di bab ini juga membahas kaitan antara stres dan diabetes. chronic stress bisa bikin orang dgn diabetes type 1 resisten dgn insulin: causing people to feel terrible until they figure out that they need to inject more of the stuff. klo pengaruh chronic stress pd penderita diabetes type 2: constantly mobilizing glucose and fatty acids into the bloodstream adds to the atherosclerotic glomming. And there’s that problem of the stress-response involving your fat cells being instructed to become less responsive to insulin.

Bab 5: Ulcers, the Runs, and Hot Fudge Sundaes

hyperphagic: eating more. hypophagic: eating less. CRH dan glucocorticoids itu hormon yg sama2 dikeluarkan klo lg stres. bedanya: CRH bisa membuat org malas makan, sementara glucocorticoids membuat orang nafsu makannya jd tinggi. CRH efeknya bisa langsung instan (bbrp detik saja), sementara glucocorticoids efeknya butuh waktu bbrp menit (tergantung spesies) utk bisa ngalir di bloodstream. klo stresnya sdh hilang, efek CRH jg bisa langsung hilang, sementara glucocorticoids butuh waktu berjam-jam utk bisa hilang efeknya. Ischemia is a vascular disease involving an interruption in the arterial blood supply to a tissue, organ, or extremity that, if untreated, can lead to tissue death. It can be caused by embolism, thrombosis of an atherosclerotic artery, or trauma.

Bab 6: Dwarfism and the Importance of Mothers

ada satu keyword yang menarik: Dutch Hunger Winter. ini pernah dijelasin sama Sapolsky di salah satu kuliahnya. jadi, Dutch Hunger Winter ini adl masa-masa rakyat Belanda kelaparan karena negaranya diblokade Nazi di sekitaran tahun 1944-1945, menjelang akhir PD II. org2 mengkonsumsi kurang dari 1000 kalori tiap harinya, 16ribu org meninggal krn kelaparan. 

ibu2 hamil pd masa-masa itu tentunya kesulitan jg buat makan. ini berpengaruh ke janin mereka dan berpengaruh hingga mereka dewasa. ketika studi dilakukan utk melihat efek famine pd mereka 1/2 abad kmd. hasilnya: mereka memiliki apa yg disebut thrifty metabolism dan risiko tinggi akan Metabolic syndrome. yg menarik lagi dr studi ini, mrk yg pd masa Dutch Hunger Winter itu msh dlm bentuk janin di trisemester pertama akan membuatnya rentan heart disease, obesity, dan an unhealthy cholesterol profile. sementara, mrk yg msh janin di trisemester kedua & ketiga akan membuat mereka rentan diabetes.  

Metabolic syndrome ini jg bisa tjdi pd bayi2 yg beratnya lower compare to normal range of birth weights. semakin ringan beratnya, semakin besar risikonya buat terkena Metabolic syndrome ketika mereka dewasa. hubungan antara fetal nutritional events and lifelong risks of metabolic and cardiovascular disease pertama kali dijelaskan oleh David Barker, seorang epidemiologist. janin bisa tahu kalau ibunya stres. karena sewaktu ibunya stres, ibunya memproduksi lebih banyak glucocorticoid, janin jadi terekspos dgn glucocorticoid, kmd berkontribusi pd risikonya semakin besar buat terkena Metabolic syndrome, which will lead to obesity, insulin-resistant diabetes, and hypertension. 

stress/psychosocial/psychogenic dwarfism: emotional neglect or psychological abuse that can cause a child stops growing. kalau kata Sapolsky, sindromnya beneran langka. These are the kids who are incessantly harassed and psychologically terrorized by the crazy stepfather. anak2 yg bertahun2 disiksa, dikurung, yg cuma dikasih makanan seminimal mgkn. sapolski mendeskripsikan detail fisik mrk: Stunted little kids, years behind their expected height, years behind in mental development, bruised, with distorted flinching postures, haunted, slack facial expressions, eyes masked by the obligatory rectangles. selamatkan anak2 itu, taruh di tempat yg lebih baik, mrk jadi bisa tumbuh lbh tinggi. 

jd, slma mrk bisa diselamatkan jauh sblm mrk memasuki masa usia puber mrk msh bisa tumbuh, meski shortness of stature and some degree of stunting of personality and intellect usually persist into adulthood. ada studi lain yg menarik nih. sebuah studi kejam yg dilakukan oleh King Frederick II of Sicily. raja satu ini penasaran manusia itu secara alamiah bakal ngomong pake bahasa apa kalo gak pernah diajarin ngomong? Frederick sih ngiranya mereka bakal ngomong antara Hebrew, Greek, atau Latin. dia pny ide gila buat ngetes teorinya ini. jadi, dia meminta a bunch of infants buat diurus dan masing2 pny kamarnya sendiri. setiap hari mereka bakal dikasih makanan terbaik, selimut baru, baju bersih, pokoknya perawatan terbaik deh. TAPI para perawatnya DILARANG untuk ngomong sama mereka. perawatnya dilarang untuk tinggal lama dan main2 sama mereka. frederick berharap dgn begini bakal ketauan apa sih bahasa alami manusia. hasilnya apa coba? GAK ADA YANG SURVIVED. 

lesson learned: optimal growth and development do not merely depend on being fed the right number of calories and being kept warm. besar kemungkinan anak2 ini, meski sehat dan dikasih makanan bergizi, tapi meninggal karena nonorganic failure to thrive. Non-organic failure to thrive is often the result of interacting medical, behavioral, developmental, and psychosocial factors. contoh lain yang menarik adalah J. M. Barrie, penulis Peter Pan. kakaknya meninggal, ibunya stres berat, dan diapun dicuekin. bapaknya jg cuek. pernah ibunya ngira kalo Barrie adl David (kakak Barrie yg meninggal). gara2 itu Barrie jadi berusaha menarik perhatian ibunya dgn mnjadi seperti kakaknya. then, he stopped growing dgn harapan bakal terus jd anak2, seumuran kakaknya waktu kakaknya meninggal, jadi ibunya bisa sayang dan perhatian sm dia. menurut record, tingginya cm 5 feet. tulisan2 Barrie kebanyakan ttg anak2 yg tidak tumbuh dewasa, meninggal sewaktu masih kecil, dan menghantui ibunya.

anak2 stress dwarfism ini karena produksi level growth hormone-nya berkurang. growth hormone diproduksi oleh kelenjar pituitary, yg tugasnya diperintah oleh hipotalamus. hipotalamus mengatur growth hormone through the secretion of a stimulatory hormone and an inhibitory one, and it looks as if stress dwarfism involves too much release of the inhibitory hormone. anak2 stress dwarfism bisa jg memiliki kadar glucocorticoid yg tinggi dlm tubuhnya. jg memiliki permasalahan dgn gastrointestinal. ini karena meningkatnya kerja dr sympathetic nervous systems. dengan kata lain, glucocorticoid itu jg berpengaruh di tulang. orang2 yg sakit Cushing’s syndrome (glucocorticoid-nya tinggi krna tumor) atau orang2 yg dikasih dosis tinggi glucocorticoid krna penyakit tertentu, pny efek samping massa tulangnya jadi berkurang dan bisa menyebabkan osteoporosis dan skeletal atrophy.

Bab 7: Sex and Reproduction

pada hewan hyenas, betinanya itu socially dominant. mereka lbh berotot dan lbh agresif, dan memiliki lbh banyak hormon jantan (a close relative of testosterone called androstenedione). hyenas pernah dikira hewan hermaphrodites. tapi, gak. tapi, ada yg menyebut mereka hewan pseudohermaphrodites. betinanya punya fake scrotal sac yg aslinya made of compacted fat cells. dia gak pny penis, tapi dia pny enlarged clitoris that can become erect. WOW!

 

hyenas femalecontoh gambar kelamin hyenas betina

 

P1190201hyenas

kalo di dunia sosial mammalia, jantan yg ereksi di situasi kompetitif itu pertanda dominan, tp gak klo di dunia hyenas. ereksi justru pertanda subordinance. makanya betinanya jg klitorisnya bs ereksi klo dia merasa terancam. di dunia hyenas, mereka ereksi klo mereka stres! intinya sih di bab ini mau bilang kalau stres bisa memengaruhi reproduksi juga. bisa keguguran (meski jarang), kehamilan bs terganggu, dll. 

Bab 8: Immunity, Stress, and Disease

stress can worsen autoimmune disease. langkah2 hubungan antara stres dan disease:
1. orang2 kena stres
2. kemudian stres merangsang stress-response (merangsang produksi glucocorticoids, epinephrine, dll)
3. lama durasi dan besarnya stress-response ini bisa menekan fungsi imun
4. yang mana pada akhirnya akan membuat mereka rentan terkena infectious disease, dan menghambat kemampuan mereka untuk melawan penyakit tersebut.

Bab 9: Stress and Pain

pain asymbolia: lack the ability to feel pain.

Bab 10: Stress and Memory

stres ringan – moderat bisa boost memori, terutama memori yang “dahsyat” bgt. ini namanya flashbulb memory: people vividly remember some highly aroused scene, such as a crime they witnessed. stres yg berlebihan dan/atau produksi glucocorticoids yang berlebihan bisa mengganggu fungsi hippocampus. hippocampus ini tempat process create and retrieve memories (memori declarative dan spatial).

hippocampusletak hippocampus

kalo dulu dibilang ketika dewasa otak sudah tidak lg membentuk neurons baru, ternyata itu salah, meski sudah dewasa, otak masih bisa membentuk neurons baru. hal2 yg perlu dikhawatirkan penyebab kerusakan hippocampus pada manusia:
1. Cushing’s syndrome (sudah dibahas di atas). dia bs membuat volume hippocampus decrease.
2. PTSD. orang2 dgn PTSD cenderung memiliki smaller hippocampus.
3. Major depression. sama dgn org2 penderita PTSD.
4. Repeated jet lag. The shorter the average time allowed to recover from each large bout of jet lag over a career, the smaller the hippocampus and the more memory problems. contoh: pramugari yg long-flight.
5. Normative aging. well, you can’t defy aging.
6. Interactions between glucocorticoids and neurological insults. A handful of studies report that for the same severity of a stroke, the higher the glucocorticoid levels in a person at the time they come into an emergency room, the more ultimate neurological impairment.

Bab 11: Stress and a Good Night’s Sleep

frontal cortex: It’s the most recently evolved part of the human brain, is disproportionately huge in primates, and is the last part of our brain to fully mature. the closest thing to superego. dgn kata lain frontal cortex ini tempat berkembangnya/mempelajari moral, tugas2 yg berat deh, macam berpikir logis, mengatur/menahan limbic system biar gak lebay. berarti limbic system ini semacam id ya kalo di psikoanalisa-nya freud? 

frontal lobefrontal lobe atau frontal cortex

kalo frontal cortex rusak, niscaya kita akan berbuat semaunya gak peduli lagi soal moral, agama, norma masyarakat. makanya pas lagi tidur, terutama pas di fase REM, kita suka mimpi yang aneh2, gak masuk akal, nonsequential, hyperemotional karena pas di fase ini metabolisme di frontal cortex lagi santuy kayak di pantai, lagi rendah gitu. misalnya mimpi bisa bernafas di dalam air, bisa terbang, nembak-nembakin orang-orang, bunuh2in orang2, marah2 gak jelas ke mantan, yaaaa… yang gitu2 deh. yang biasanya gak bakal dilakuin pas lagi melek. jadi, fungsi mimpi itu apa sih? buat membalas apa yang tidak bisa kita lakukan pas kita lagi waking up? misalnya, mimpi esek2 sama artis favorit? mimpi jd superheroes? ya bisa jd sih. tapi, aku pengen bisa meruntuhkan oligarki tapi kok gak pernah masuk ke dalam mimpi ya?

fungsi tidur:
1. sleep plays a role in cognition. ex.: bisa memfasilitasi problem solving.
2. both slow wave and REM sleep play roles in the formation of new memories, the consolidation of information from the previous day, even information that became less accessible to you while awake over the course of the day.

kurang tidur bisa meningkatkan glucocorticoid. mengingat efek glucocorticoid pada memori barangkali ini jg penyebabnya klo kurang tidur bikin kita gak bisa belajar dan gak bisa mengingat keesokan harinya. misalnya, jd gak konsen belajar di kampus atau pas ujian gak bisa inget apa yg dipelajari semalam. 

jd, kurang tidur >> glucocorticoid tinggi >> gak bisa belajar dan membentuk memori baru.

ini ada penjelasan teknisnya sih kenapa kurang tidur bisa meningkatkan glucocorticoid, tp panjang bener penjelasannya. dan aku malas mencatat. ya udah, aku tulis halamannya aja biar ntar gampang dicari klo mau belajar lg: hal. 218.

Bab 13: Why Is Psychological Stress Stressful?

social support can decrease glucocorticoid level. People who are socially isolated have overly active sympathetic nervous systems. Given the likelihood that this will lead to higher blood pressure and more platelet aggregation in their blood vessels. terus, klo udah pny penyakit jantung, mrk cenderung utk mati di usia muda. In a study of patients with severe coronary heart disease, Redford Williams of Duke University and colleagues found that half of those lacking social support were dead within five years a rate three times higher than was seen in patients who had a spouse or close friend, after controlling for the severity of the heart disease.

social support ini jg berlaku di level komunitas. klo kamu merupakan bagian dari etnis minoritas dan semakin sedikit jml anggotanya di lingkungan tempat tinggalmu semakin tinggi kemungkinan utk terkena mental illness, dirawat krn psikis, dan bunuh diri. 

Why do only some of us get stress-related diseases? Obviously we differ as to the number of stressors that befall us. jawabannya bs secara physiology: msg2 dr kita berbeda dlm sbrp cepat memproduksi glucocorticoid, sbrp byk insulin receptor yg kita pny di fat cells, ketebalan stomach walls kita, dll. dan dimensi lain yg bisa ditambahkan: dr sisi psikologis. masing2 dr kita berbeda bgmn cara kita mempersepsikan stressor yg ada.

Bab 14: Stress and Depression

anhedonia: the inability to feel pleasure. feature of major depression: feeling hopeless, psychomotor retardation or agitation, vegetative symptoms (eating and sleep decline), glucocorticoid tinggi, memory problems, lack of motivation. 

level abnormal dr bbrp hormon bisa berhubungan dgn depresi. misalnya, org2 yg level hormon thyroid-nya rendah bisa terkena major depression dan klo sudah kena dia bs resisten dgn obat antidepressant. yg lain: perempuan lbh rentan terkena major depression (mgkn krna faktor hormon yg khusus ada di perempuan?). perempuan punya kecenderungan utk lebih mikirin segala sesuatunya. dan org2 yg cenderung punya ruminative tendency more likely to become depressed. 

dan ini resensiku di Goodreads:

I love Professor Robert M. Sapolsky. He’s such a really great science communicator! Buku ini berisi tentang stres dilihat dari sisi sains dan Sapolsky menulisnya dengan bahasa yang ringan buat orang awam seperti kita sehingga bukunya sangat mudah dicerna. Padahal paparan teori atau penelitiannya padat, tapi tetap nikmat aja gitu rasanya buat dibaca.

Tadinya aku kira buku ini bakal susah dengan kosakata yang sulit sehingga terpaksa membuatku buat bolak-balik buka Google Translate. Ternyata nggak! Memang ada sih beberapa kosakata yang tetap mengharuskanku membuka Google Translate, tetapi tidak sesering sewaktu aku baca buku beliau yang A Primate’s Memoir.

Well, anyway, seperti yang sudah kubilang di atas buku ini membahas tentang stres. Dua belas bab pertama membahas sisi gelap stres. Apa itu stres, cara kerja stres, hormon-hormon yang bekerja di balik stres, stres bisa menyebabkan penyakit apa saja (banyak banget ternyata!), dan masih banyak lagi. Sapolsky memberi contoh stres yang terjadi di hewan, seperti di babon, tikus, dan hyena.

Intinya, stres itu memang betul sumber penyakit! Stres bisa memperpendek usia kita, secara tidak langsung, melalui penyakit yang disebabkan olehnya. Jadi, kalau mau panjang umur, jauhi stres. Caranya bagaimana? Begini:
1. olahraga
2. meditasi
3. get more control, more predictability in your life
4. social support
5. religion and spirituality
6. cognitive flexibility –> gak kaku ketika dihadapkan pada suatu masalah/stressor.

Kalau disimpulkan, bisa jadi seperti mengutip serenity prayer dari Reinhold Niebuhr:

God grant me the serenity to accept the things I cannot change, courage to change the things I can, and wisdom to know the difference.

Kemudian, Sapolsky bilang:

Have the wisdom to pick your battles. And once you have, the flexibility and resiliency of strategies to use in those battles is summarized in something I once heard in a Quaker meeting:

In the face of strong winds, let me be a blade of grass.
In the face of strong walls, let me be a gale of wind.


Jadi, bijaksanalah. Nggak perlu semua-semuanya diributin, diberantemin, atau dipusingin. Dengan begitu, barangkali hidup kita jadi lebih less worry dan less stressful.

Satu pemikiran pada “#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

  1. Ping balik: #109 – Behave – Blog Buku Kimi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s