#115 – Beartown

33413128._sy475_

Judul: Beartown (seri Beartown #1)
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Simon & Schuster
Halaman: 432
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya baca Us Against You duluan padahal itu yang nomor dua dari seri Beartown ini. Pantas saja saya agak kebingungan dengan ceritanya karena semuanya bermuara dari Beartown.

Ceritanya tentang Maya diperkosa Kevin, seorang pemain hoki andalan dari kota Beartown. Ketika Maya melaporkan kasus pemerkosaan tersebut ke polisi, bisa ditebak bagaimana akhirnya: semua menyalahkan Maya, menuduh Maya berbohong, menjadikan Kevin sebagai korban tuduhan, dan kasus tersebut pun ditutup.

Fredrik Backman bisa pas banget menulis novel ini. Sesuai dengan apa yang terjadi di sekitar kita ketika ada pemerkosaan, di mana korban yang selalu diragukan perkataannya dan selalu disalahkan. Di mana masyarakat masih belum bisa berpihak pada korban, apalagi kalau pelakunya merupakan orang yang memiliki kuasa.

Banyak sekali bagian yang penuh emosi dan membuat air mata menetes. Saya tidak mau berlarut-larut di bagian tersebut karena hati ini mencelos sekali rasanya. Yang saya ingat betul di saat Maya sudah sangat pasrah dan traumatis, juga sudah tidak tahan lagi, dia mengambil pistol dari lemari ayahnya Ana. Di benaknya terpikir hanya ada satu orang yang hidup, karena satunya harus mati. Dan Maya belum menentukan siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati. Maya atau Kevin?

Tokoh favorit saya di sini dan di Us Against You adalah Benji. Dia digambarkan seperti orang yang tidak punya masa depan. A free spirit. Seolah-olah tidak peduli dengan hidup sehingga bertindak semaunya, tapi justru dia sangat mengayomi dan melindungi orang-orang tidak berdaya. Dia menghancurkan isi toilet perempuan di sekolahnya karena dia tidak mau Maya disalahkan, setelah sebelumnya Maya menonjok kaca hingga pecah di toilet tersebut. Dan itu bukan kejadian pertama dan satu-satunya ketika he stepped forward and ready to take the blame. He earns my respect.

By the way, saya sangat salut dengan ibunya Kevin. Dia tahu anaknya bersalah, tapi dia tidak membela putranya membabi buta. Dia mendatangi Benji dan bilang, “Anakku bisa membohongi semua orang, aku, ayahnya, tapi dia tidak bisa membohongi kamu.” Dia juga mendatangi keluarga Andersson dan menangis ketika melihat Maya, “I’m sorry…”

Membaca beberapa reviu dan pertanyaan terkait hoki di buku ini, memberi wawasan baru buat saya. Beberapa mempersalahkan, misalnya kenapa tidak ada penjaga gawangnya. Karena saya tidak familiar dengan olahraga hoki, saya tidak mempersalahkan hal tersebut. Jujur, ketika di bagian pertandingan, saya membaca cepat saja. Karena, seri Beartown bukan tentang hoki. Ia merupakan kisah tentang orang-orang setelah skandal muncul di Beartown.

By the way lagi, Beartown sudah dibuat miniserinya dan tayang di HBO. Baru nonton trailer-nya saja sudah terasa sekali aura frustrasinya. Bagaimana nanti kalau saya nonton penuh serialnya? Apakah saya bakal kuat atau tidak?

So, di antara Beartown dan Us Against You, meski sama-sama saya beri nilai lima bintang, saya lebih menyukai Us Against You karena ceritanya lebih menguras emosi dan pahit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: