#122 – Procession of the Dead

3040004

Judul: Procession of the Dead (The City #1)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Voyager (1 Maret 2008)
Halaman: 312
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Capac Raimi datang ke The City untuk menjadi penerus pamannya, Theo, menjadi pimpinan kelompok bandit kecil-kecilan. Capac sangat berbakat di dunia kriminal, seolah-olah dia memang terlahir untuk itu. Di bawah asuhan Theo, Capac menjadi terasah. Pamannya pun sangat bangga dengan dia.

Suatu hari, Theo dan anak buahnya diberondong peluru. Hanya Capac yang selamat. Ternyata The Cardinal berada di balik pembunuhan pamannya. Kalau kalian belum tahu, The Cardinal adalah bos mafia yang sesungguhnya, yang menguasai The City. Dia kejam. Sangat kejam. Sadis. Tanpa merasa bersalah telah membunuh Theo, The Cardinal menawari Capac pekerjaan. Capac yang sangat ambisius tidak menolak tawaran dari The Cardinal. Dia berharap suatu saat nanti bisa menjadi penerus The Cardinal, menguasai The City.

Awalnya, semua baik-baik saja sampai orang-orang menghilang dan tidak ada yang menyadari kecuali Capac. Capac juga mengalami kesulitan untuk mengenang masa lalunya. Dia hanya bisa mengingat hari pertama dia datang ke The City naik kereta. Apa yang terjadi sebelum itu, tidak ada memori. Capac menaruh curiga pada The Cardinal. Capac ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia harus mencari jawabannya meski untuk itu dia harus berkonfrontasi dengan The Cardinal. Capac sudah siap kalau harus kehilangan nyawanya demi mendapatkan jawaban tersebut.

Procession of the Dead merupakan buku pertama dari trilogi The City. Ceritanya campuran antara fantasi urban, horor, misteri, kriminal, dan thriller. Paduan antara dunia gangster dengan unsur budaya Inca membuat Procession menjadi unik dan menarik. Siapa sangka di balik sosok kejam The Cardinal ternyata dia sangat mystical dan terobsesi dengan kultur Inca. Meski, menurut saya, budaya Inca masih kurang tereksplorasi. Di sini hanya terbatas pada tokoh-tokoh yang memakai nama Inca.

Karena ini mengambil setting dunia mafia maka jangan kaget kalau ceritanya brutal, tapi saya masih bisa tahan untuk membacanya. Unsur misterinya sukses membuat saya penasaran. Jawaban dari berbagai pertanyaan Capac terjawab di akhir cerita. Sebuah twist yang membuat saya tercengang. Darren Shan sungguh brilian!

Karakter yang paling menonjol buat saya di sini adalah Capac Raimi. Perkembangan karakternya menarik sekali untuk diikuti. Dari seorang pria yang ambisius, tapi tidak tahu apa-apa, masih abu-abu (tidak jahat, tidak baik), kemudian kebingungan akan jati dirinya, lalu pada akhirnya menerima takdir dirinya dengan sepenuh hati. Dan itu membuat akhir cerita sangat realistis. Kalau kalian mengira Capac Raimi adalah tokoh protagonis, well, you’re wrong. He’s an antihero.

“I want power. I want the protection, comfort and safety that it brings. Without power you’re nothing, a corpse waiting to be reaped.” – Capac Raimi

Buku terakhir dari Darren Shan yang saya baca adalah seri Darren Shan. Itu sudah bertahun-tahun yang lalu. Sudah lama sekali. Membaca Darren Shan yang ditargetkan untuk dewasa muda, lalu membaca Procession yang targetnya untuk orang dewasa, saya masih agak kagok. Entah kenapa saya membaca Procession saya merasakan atmosfer dari Chuck Palahniuk. Seandainya nama penulis dari buku ini ditutup, tidak diketahui, atau memakai nama samaran, niscaya saya akan mengira buku ini ditulis oleh Palahniuk. Entahlah, mungkin itu hanya perasaan saya saja.

Well, secara keseluruhan Procession sangat menarik untuk dibaca. Procession langsung membuat saya ketagihan sejak halaman pertama. Aura gelapnya sulit untuk saya tolak. Darren Shan sekali lagi — setelah seri Darren Shan — berhasil mencuri hati saya, kali ini melalui Procession.

2 tanggapan untuk “#122 – Procession of the Dead”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: