#133 – Funiculi Funicula

57743808._sx318_

Judul: Funiculi Funicula – Before the Coffee Gets Cold
Penulis: Toshikazu Kawaguchi
Alih Bahasa: Dania Sakti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan II, Mei 2021)
Halaman: 224
ISBN:  9786020651941
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing
Harga: Rp45.000,- di Google Play Books

Pernahkah kalian merasa menyesal dan ingin kembali ke masa lampau? Saya pernah. Seandainya saja waktu dapat diputar kembali, tetapi sayangnya tidak bisa.

Konon, di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Namun, untuk dapat menjelajahi waktu, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya adalah (1) orang yang bisa kita temui adalah orang yang pernah (dan sedang) mengunjungi kafe tersebut; (2) kita tidak bisa mengubah kenyataan sekarang tidak peduli sekeras apapun usaha kita untuk mengubahnya; (3) kita hanya bisa melintasi waktu dengan duduk di kursi tertentu; (4) saat melintasi waktu, kita tidak boleh beranjak dari kursi tersebut; (5) ada batasan waktunya, yaitu harus menghabiskan kopi yang dibuatkan sebelum kopinya dingin. Jika melanggar, maka akan ada konsekuensi yang sangat mahal yang harus dibayar. Sehingga, di suatu majalah yang mengulas kafe tua ini bertanya-tanya dengan syarat yang begitu banyak dan rumit apakah menjelajahi waktu layak untuk dilakukan?

Lanjutkan membaca “#133 – Funiculi Funicula”

#132 – Teropong Cahaya

9789792236293_his-dark-mate

Judul: The Amber Spyglass: Teropong Cahaya (His Dark Materials #3)
Penulis: Philip Pullman
Alih bahasa: B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (cetakan IV, September 2018)
Halaman: 624
ISBN: 978-602-06-1386-4
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it
Bisa dibeli di: Gramedia

Teropong Cahaya adalah buku ketiga dari seri His Dark Materials, melanjutkan kisah dari Pisau Gaib, di mana Lyra hilang dan Will tidak akan melanjutkan perjalanan menuju tempat Lord Asriel selama Lyra belum ditemukan. Petualangan Lyra dan Will pun semakin seru dan menegangkan. Will harus menyelamatkan Lyra dari gempuran tentara Gereja, kemudian petualangan mereka berlanjut ke alam kematian, menemukan surga (atau tempat peristirahatan terakhir bagi arwah yang bebas dari keabadian) di Bumi, sebelum akhirnya harus menyadari kenyataan pahit yang harus mereka berdua hadapi.

Lanjutkan membaca “#132 – Teropong Cahaya”

#131 – Pisau Gaib

9789792225785_his-dark-mate

Judul: The Subtle Knife: Pisau Gaib (His Dark Materials #2)
Penulis: Philip Pullman
Alih bahasa: B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (cetakan III, Juni 2018)
Halaman: 408
ISBN: 978-979-22-2578-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing 
Bisa dibeli di: Gramedia

Pisau Gaib, buku kedua dari seri His Dark Materials, melanjutkan kisah petualangan Lyra Silvertongue bersama dæmon-nya, Pan. Kali ini Lyra dan Pan terdampar di sebuah kota aneh, Cittagazze. Kota tersebut aneh karena tidak ada orang dewasa. Hanya ada anak-anak. Orang dewasa di Cittagazze kabur menyelamatkan diri dari Spectre, semacam entitas aneh berbentuk seperti kabut atau asap putih yang hanya bisa dilihat oleh manusia dewasa. Spectre mengonsumsi jiwa orang dewasa dan tidak tertarik dengan anak-anak. Di kota inilah Lyra bertemu untuk pertama kalinya dengan Will Parry, seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun yang berasal dari dunia kita. Tanpa disadari keduanya, Will memegang peranan penting di buku ini.

Lanjutkan membaca “#131 – Pisau Gaib”

#130 – Kompas Emas

9789792224887_his-dark-materials1_the-golden-compass-kompas-emas

Judul: The Golden Compass: Kompas Emas (His Dark Materials #1)
Penulis: Philip Pullman
Alih bahasa: B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan V, April 2018)
Halaman: 488
ISBN: 978-979-22-2488-7
Bisa dibeli di: Gramedia.com
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Lyra Belacqua, gadis cilik berusia 11 tahun, dan Pantalaimon (biasa dipanggil “Pan), dæmon-nya,  hanya tahu dunia di Akademi Jordan, Oxford, dan sekitarnya. Ia merupakan gambaran anak-anak yang bebas, senang bermain, dan berpetualang. Keahliannya membual atau bersilat lidah. Keahliannya yang ini nantinya akan banyak sekali membantunya dalam petualangannya. Sampai-sampai Iorek Byrnison memberi Lyra julukan Silvertongue karena keahliannya tersebut.

Petualangan Lyra dimulai ketika ia diajak Mrs. Coulter untuk menjadi asisten kecilnya. Mrs. Coulter berjanji akan mengajari semuanya yang ia tahu kepada Lyra. Dengan senang hati Lyra menerima ajakan tersebut meski sebenarnya ia sedang gundah karena sahabatnya, Roger, hilang. Lyra curiga Roger diculik oleh Pelahap, yang belakangan memang sedang gencar menculik anak-anak.

Lanjutkan membaca “#130 – Kompas Emas”