#111 – Kesetiaan Mr. X

31142330._sx318_

Judul: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 25 Juli 2016)
Halaman: 320
ISBN: 978-602-03-3052-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja. 

Lanjutkan membaca “#111 – Kesetiaan Mr. X”

#110 – Jalan Panjang untuk Pulang

56420519._sy475_

Judul: Jalan Panjang untuk Pulang
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan III, April 2021)
Halaman: 464
ISBN: 978-602-06-4757-9
Harga: Rp91.000 (diskon 30% dari Rp130ribu dan belum termasuk ongkir. Beli di Gramedia.com)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Lama tidak membuka media sosial membuat saya ketinggalan banyak berita, salah satunya adalah Agustinus Wibowo telah mengeluarkan buku terbaru di awal tahun ini. Alhasil, baru pada tanggal 26 Juli 2021 kemarin saya membeli bukunya dan baru dua hari (7 – 8 Agustus 2021) terakhir saya sempat baca sampai selesai.

Agustinus Wibowo sudah memukau saya sejak buku pertamanya Selimut Debu, yang mengisahkan perjalanan beliau di Afghanistan. Itu adalah perkenalan pertama saya dengan beliau. Tidak sampai di situ, saya terus mengikuti kisah perjalanannya di Garis Batas tahun 2011 dan Titik Nol di tahun 2013. Dan itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Gus Weng (dalam hal membaca bukunya, maksudnya).

Delapan tahun berselang, Gus Weng masih memukau saya lewat tulisan-tulisannya. Jalan Panjang untuk Pulang berisi kumpulan tulisan beliau yang tersebar di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia juga merupakan kumpulan cerita beliau dari berbagai lokasi di dunia. Jadinya, Jalan Panjang untuk Pulang semacam karya seni mozaik yang indah. Tulisan dan cerita beliau adalah kepingan-kepingan yang dikumpulkan sehingga membentuk buku Jalan Panjang untuk Pulang yang indah.

Lanjutkan membaca “#110 – Jalan Panjang untuk Pulang”

#109 – Behave

31170723._sy475_Judul: Behave: The Biology of Humans at Our Best and Worst
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Penguin Press
Halaman: 790
ISBN13: 9781594205071
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Memahami biologi dari perilaku manusia itu penting, meski sangat rumit. Mempelajari perilaku manusia merupakan sebuah subjek yang melibatkan proses kimiawi di otak, hormon, sensory cues, keadaan lingkungan sewaktu masih dalam janin, pengalaman hidup di tahun-tahun awal kehidupan, gen, evolusi biologis dan evolusi budaya, dan tekanan ekologis, termasuk beberapa di antaranya. Buku ini mencoba untuk mencegah kita berpikir secara kategori dalam menjelaskan perilaku manusia.

Lanjutkan membaca “#109 – Behave”

#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

327._sy475_

Judul: Why Zebras Don’t Get Ulcers: A Guide to Stress, Stress Related Diseases, and Coping
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Holt Paperbacks
Halaman: 560
ISBN13: 9780805073690
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pada tulisan kali ini saya hanya akan memindahkan rangkuman catatan saya akan buku ini. Sebelumnya saya menulis catatan-catatan penting dari buku ini dengan membuat utas di salah satu media sosial saya. Agar tidak hilang dan biar pengarsipan lebih rapi, saya pindahkan saja ke sini. 

Sayangnya, catatan yang saya buat pun tidak rapi dan saya sekarang sedang malas untuk merapikan. Jadi, saya tulis seadanya saja. Haha. Mudah-mudahan (kalau ada) teman-teman yang baca ini tidak kesal sama saya karena catatan saya berantakan begini. 

Baiklah. Kita langsung saja ke catatan saya ya.

Lanjutkan membaca “#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers”

#107 – peREmpuan

30071874

Judul: peREmpuan
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan I, Mei 2016)
Halaman: vi + 189
ISBN: 978-602-6208-32-3
Harga: Tersedia di Gramedia Digital Premium
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

peREmpuan merupakan sekuel dari Re: yang sudah pernah saya tulis resensinya di sini. Kali ini cerita utamanya seputaran Melur, anak Re:, yang berusaha mencari tahu siapa ibu kandungnya sebenarnya. Ia bertanya langsung ke Herman. Mulanya Herman mengelak untuk menjawab, tetapi pada akhirnya Herman menceritakan kepada Melur siapa sesungguhnya Re: itu.

Melur, yang sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh Herman, tanpa sepengetahuan Herman pergi sendiri mencari tahu tentang ibunya hingga ke Bandung. Melur bahkan sampai tahu siapa nama asli Re:, sesuatu hal yang oleh Herman sendiri tidak diketahui. Nama asli Re: indah sekali, yaitu Rabi’ah Aldawiyah. Karena Re: merasa namanya terlalu berat untuknya, jadi ia mencari nama lain maka jadilah ia dipanggil Re: atau Rere.

Lanjutkan membaca “#107 – peREmpuan”

#106 – A Primate’s Memoir

32289Judul: A Primate’s Memoir: A Neuroscientist’s Unconventional Life Among the Baboons
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (2001)
Halaman: 344
ISBN13: 9780743202411
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sapolsky membuka bab pertama dengan menceritakan kecintaannya pada dunia primata.

I had never planned to become a savanna baboon when I grew up; instead, I had always assumed I would become a mountain gorilla. (hal. 16)

Sewaktu masih kecil dan tinggal di New York, Sapolsky sering merengek pada ibunya untuk diantar ke Museum of Natural History. Dia dapat menghabiskan waktu berjam-jam menatap diorama Afrika dan membayangkan bagaimana rasanya hidup di sana. 

Selama berputar-putar di area Afrika di museum tersebut, Sapolsky selalu kembali pada diorama gorila gunung. Ada sesuatu di dalam diri gorila yang membuatnya memutuskan untuk memakai gorila sebagai figur pengganti kakeknya yang sudah lama meninggal dan tidak sempat dia kenal. 

Lanjutkan membaca “#106 – A Primate’s Memoir”

#105 – Re:

Cover Novel Re

Judul: Re: (Re: #1)
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan III, April 2016)
Halaman: vi + 160
ISBN13: 978-602-6208-31-6
Harga: Tersedia di Gramedia Digital Premium
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya tahu novel Re: setelah menonton video Kang Maman yang menceritakan kisah nyata di balik novel ini. Video berdurasi 16 menit tersebut saya tonton sampai habis. Selama menonton saya tidak kuasa menahan sedih dan pedih. Hati ini ikut terasa hancur setelah mendengarkan cerita dari Kang Maman. Video yang saya maksud adalah video berikut ini:

Lanjutkan membaca “#105 – Re:”

#104 – Just Babies

Judul: Just Babies: The Origins of Good and Evil
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Crown Publisher (2013)
Halaman: 273
ISBN13: 9780307886842
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya tahu buku ini dari kelas yang sedang saya ikuti sekarang di Coursera, yaitu Moralities of Everyday Life, dengan pengajarnya adalah Paul Bloom juga. Beliau adalah profesor di Yale University, seorang psikolog perkembangan juga yang fokus risetnya di topik moral, agama, fiksi, dan seni.

Mulai dari Adam Smith hingga Sigmund Freud, banyak tokoh filsuf dan psikolog yang menganggap bahwa manusia terlahir bagaikan papan tulis kosong, atau menggunakan istilah dari Adam Smith, tabula rasa. Bayi tidak punya pengetahuan apa-apa dan tugas manusia dewasa dan lingkungan lah untuk mengajarinya banyak hal, termasuk moral.

Pernyataan tersebut sudah banyak dibantah. Di dalam buku ini, Bloom memaparkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para psikolog, yang dapat kita simpulkan bayi berusia satu tahun pun sudah memiliki moral. 

Saya sudah mencatat hal-hal apa saja yang penting dari buku ini. Saya akan menuliskannya kembali di sini sebagai pengingat seandainya nanti saya lupa (ini pasti!) dan untuk teman-teman semua jika berminat untuk membacanya.

Mari kita langsung saja ke catatan saya.

Lanjutkan membaca “#104 – Just Babies”

#103 – Rumah Bambu

Judul: Rumah Bambu
Penulis: Y. B. Mangunwijaya
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan VII, Maret 2020)
Halaman: xii + 201
ISBN-13: 978-602-481-345-1
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Rumah Bambu adalah sebuah kumpulan cerpen dari Romo Mangun yang berisi dua puluh cerita pendek. Ini adalah buku kumpulan cerpen pertama yang ditulis Romo Mangun dan terakhir kali diterbitkan.

Dari sampul belakang buku ini kita mengetahui hampir semua cerita dari buku ini bertemakan peristiwa-peristiwa yang kelihatannya sederhana, sepele, dan remeh.

Dari kata pengantarnya, saya jadi sedikit tahu kepribadian dari Romo Mangun. Digambarkan bahwa beliau sehari-hari adalah pribadi yang membingungkan. 

Lembut, terbuka, tapi sering juga keras, bahkan otoriter. Tegar, perkasa, tapi juga sangat sensitif. Sederhana sekaligus kompleks, bahkan rumit. Hangat, humoris, sekaligus sinis. Toleran, tapi juga mudah berang. Serba kritis, tapi juga menunjukkan sifatnya yang antikritik. Mudah terenyuh dan terharu pada penderitaan orang lain dan mudah tersentak oleh setiap bentuk penindasan, tetapi sikapnya sendiri tidak jarang membuat orang lain tersiksa dan menderita. (hal. ix)

Dari kata pengantarnya pula saya tahu bahwa proses pengumpulan cerpen Rumah Bambu tidak mudah. Para penyunting mengumpulkan, mengetik ulang, dan menyunting cerpen-cerpen ini berdasarkan berkas-berkas yang sempat terdokumentasi di rumah Romo di Kuwera. Kondisi naskah yang sebagian parah: ruwet, penuh koreksi, dan tidak terbaca.

Bersyukurlah mereka berhasil mengumpulkan dua puluh cerpen Romo Mangun sehingga kita bisa membacanya sekarang. Oh iya, dari dua puluh cerpen tersebut, hanya tiga cerpen yang pernah dimuat di media massa. 

Berikut adalah ringkasan ceritanya.

Lanjutkan membaca “#103 – Rumah Bambu”

#102 – The Last Guardian

Judul: The Last Guardian (Artemis Fowl #8)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2012)
Halaman: 328
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

 Artemis Fowl II terkena penyakit The Atlantis Complex dan dia sudah enam bulan mengikuti terapi dengan Dr. Jerbal Argon. Hari ini adalah sesi terakhir Fowl dengan Dr. Argon. Fowl sudah sembuh dan sudah kembali ke dirinya yang semula. 

Seharusnya setelah terapi, Fowl akan pulang ke rumahnya, bersama Butler, pengawal pribadinya yang setia. Namun, rencana itu harus ditunda karena Opal Koboi datang kembali. Kali ini Koboi datang dengan sebuah rencana jahat yang matang. Rencananya jika berhasil akan memusnahkan kehidupan manusia, menghancurkan dunia peri, dan menasbihkan dirinya sebagai ratu. Obsesinya untuk menjadi ratu tidak pernah hilang.

Koboi akan melibatkan roh para prajurit yang sudah lama gugur. Para roh ini bisa merasuki tubuh siapapun dan apapun yang ada di sekitarnya, termasuk tubuh dari adik kembar Artemis, yaitu Myles dan Beckett Fowl. 

Artemis harus bergerak cepat untuk menyelamatkan adik kembarnya dan menyelamatkan dunia dari kehancuran. Bisakah Artemis, bersama-sama dengan Captain Holly Short, Butler, dan Mulch Diggums, kembali menghentikan Opal Koboi atau kali ini Artemis gagal?

Lanjutkan membaca “#102 – The Last Guardian”