#99 – The Lost Colony

Judul: The Lost Colony (Artemis Fowl #5)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2006)
Halaman: 385
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Sepuluh ribu tahun yang lalu, terjadi pertempuran di sebuah pulau ajaib di Irlandia antara manusia dan peri. Manusia menang dan menguasai pulau tersebut. Menyadari kekalahannya, para peri pun memutuskan untuk membuat peradabannya sendiri jauh di pusat Bumi. Mereka tidak akan terlihat lagi oleh manusia. Mereka tidak ingin diganggu oleh manusia.

Namun, ada satu kelompok dari jenis peri yang menolak keputusan tersebut. Kelompok tersebut adalah demonsDemons sendiri adalah salah satu ras dari peri. Ras lainnya ada elves, dwarves, goblins, gnomes, pixies, sprites, dan gremlins

Demons menggunakan kekuatannya untuk memindahkan Hybras, pulau kecil mereka. Mereka berencana untuk bersembunyi sambil mengumpulkan kekuatan sampai nanti mereka sudah cukup kuat untuk kembali bertarung dan mengalahkan manusia. Sayangnya, sihir yang dipakai untuk bersembunyi malah membuat mereka terlempar ke Limbo, yaitu sebuah tempat antah berantah, di mana konsep waktu dan tempat menjadi tidak berlaku.

(lebih…)

#98 – The Opal Deception

114954-1Judul: The Opal Deception (Artemis Fowl #4)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney Hyperion Books (2005)
Halaman: 416
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

The Opal Deception dibuka dengan Opal Koboi terbaring koma di Argon Clinic, sebuah rumah sakit swasta yang ada di Haven, kota bawah tanah tempat dunia peri. Koboi berpura-pura koma untuk menghindari jeruji besi setelah usaha pemberontakan yang dia dalangi gagal. Dia sebenarnya dalam kondisi yang disebut cleansing coma state, yaitu sebuah kondisi di mana peri dapat menghabiskan waktu tidurnya untuk berpikir, atau dalam kasus Koboi adalah membangun sebuah plot balas dendam. Jadi, sebenarnya Koboi dalam kondisi sadar, tetapi aktivitas gelombang otaknya menunjukkan seperti orang koma.

Dalam setahun terakhir, Koboi mendesain sebuah rencana balas dendam yang epik. Rencana balas dendam itu dia tujukan untuk empat orang yang menggagalkan pemberontakannya. Mereka adalah Commander Julius Root, Captain Holly Short, Foaly, dan tokoh utama kita, si jenius criminal mastermind Artemis Fowl II.  Akhirnya Fowl bertemu dengan saingannya yang sesama jenius.

(lebih…)

#97 – The Eternity Code

Judul: The Eternity Code (Artemis Fowl #3)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney Book Group (2009)
Halaman: 329
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Artemis Fowl II menciptakan teknologi baru berupa komputer super yang dinamainya dengan C Cube. Fowl menciptakan C Cube dari helm canggih milik LEPrecon yang diambil Butler sewaktu Fowl Manor diserbu oleh LEPrecon di buku pertama. Kalau menurut Foaly, teknologi C Cube ini usang, tetapi untuk ukuran teknologi Mud People alias manusia, C Cube ini sangat, sangat canggih. Kalau penjelasan dari Fowl, C Cube ini:

“A micro-TV. But also a verbally controlled computer, a mobile phone, a diagnostic aid. This little box can read any information on absolutely any platform, electrical or organic. It can play videos, laserdiscs, DVDs; go online, retrieve e-mail, hack any computer. It can even scan your chest to see how fast your heart’s beating. Its battery is good for two years and, of course, it’s completely wireless.”

C Cube adalah: an omni-sensor. It can read anything you ask it to. Itu berarti dunia berada dalam genggaman siapa pun yang menjadi pemiliknya, yang mana pemiliknya bisa orang baik atau orang jahat. Jika C Cube jatuh di tangan yang salah, tidak hanya dunia manusia yang terancam, dunia bawah tanah alias dunia peri juga akan terancam karena C Cube menggunakan teknologi mereka. Para peri dan makhluk ajaib lainnya akan terekspos dan entah apa yang akan terjadi pada mereka. 

(lebih…)

#96 – The Arctic Incident

Judul: The Arctic Incident (Artemis Fowl #2)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2002)
Halaman: 398
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Artemis sedang duduk di ruangan Dr. Po, seorang konselor yang bekerja di Saint Bartleby, tempat Artemis bersekolah. Dia diharuskan oleh ibunya, Angeline Fowl, untuk menjalani sesi terapi dengan psikolog karena ibunya khawatir dengan Artemis yang sangat obsesif mencari ayahnya. Saat itu Artemis sedang menjalani sesi dengan Dr. Po ketika ponsel Artemis bergetar. Butler memberitahu bahwa ada pesan dari pengirim rahasia. Isi pesannya berkaitan dengan Fowl Star, kapal ayahnya yang tenggelam ditembah mafia Rusia.

Artemis bergegas meninggalkan sesi konseling tersebut begitu saja. Dia segera pulang ke rumah bersama Butler untuk mempersiapkan diri dan mengatur rencana untuk membebaskan ayahnya.

Sementara itu, di dunia peri ada kasus penyelundupan baterai besar-besaran. LEP merasa heran siapa manusia yang menyuplai goblin dengan baterai sebanyak itu dan untuk apa. Holly Short langsung menuduh satu nama. Siapa lagi kalau bukan Artemis Fowl. Karena siapa lagi manusia yang bisa khatam mengetahui dunia peri, selain Artemis? Untuk membuktikan tuduhannya, Short diberi izin oleh atasannya, Commander Root, untuk membawa Artemis ke markas mereka untuk ditanyai.

(lebih…)

#95 – The Seventh Dwarf

904896Judul: The Seventh Dwarf (Artemis Fowl #1.5)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Puffin (terbit tahun 2004)
Halaman: 60
ISBN13: 9780141318004
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

The Seventh Dwarf terdiri dari dua cerita pendek. Meski hanya berupa dua cerita pendek dan singkat, ceritanya tetap seru karena kita kembali menyaksikan plot yang dibuat Artemis Fowl untuk mendapatkan targetnya. Karena saya tahu Fowl ini jenius, saya jadi selalu penasaran dengan semua rencananya dan bagaimana ide-ide tersebut bisa muncul.

Cerita Pertama

Tentang Holly Short yang baru diterima LEPrecon dan menjadi Corporal. Kejadiannya sebelum peristiwa di Fowl Manor yang terjadi di buku pertama. Dia awalnya menjadi semacam polisi lalu lintas. Lalu, dia mengikuti tes untuk bisa menjadi anggota Reconnaisance. Tesnya dia harus bisa mengalahkan Commander Julius Root dalam permainan tag. Tapi, proses inisiasi tersebut terkendala karena kakak Root, yaitu Turnball Root, seorang kriminal dan dalam pelarian menyabotase inisiasinya Short. Dia menahan Trouble Kelp dan berhasil menahan juga Julius. Short menyelamatkan mereka berdua meski itu berarti dia harus melawan perintah langsung Julius yang memerintahkannya untuk menghubungi markas dan bukannya bertindak sendiri.

(lebih…)

#94 – Artemis Fowl

Artemis FowlJudul: Artemis Fowl (Artemis Fowl #1)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney-Hiperion (pertama terbit tahun 2001)
Halaman: 396
ISBN13: 9780786817870
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Artemis Fowl II baru berusia 12 tahun ketika dia memimpin “kerajaan kriminal” yang ditinggalkan oleh ayahnya, Artemis Fowl senior, yang hilang karena kapal yang ditumpanginya diserang oleh rudal dari mafia Rusia. Meski Fowl baru berusia 12 tahun, jangan remehkan dirinya. Fowl jenius. Dia sangat detail dan teliti. Dia bisa satu-dua langkah lebih maju dalam membuat strategi.

Di buku pertama ini, Fowl membuat rencana untuk mendapatkan emas yang banyak. Emas ini untuk mengganti kekayaan keluarganya yang hilang akibat serangan mafia Rusia. Namun, bukan sembarang emas yang menjadi incarannya, melainkan emas dari dunia peri.

(lebih…)

#93 – A Feminist Manifesto

Judul: A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis
Penulis: Chimamanda Ngozi Adichie
Penerjemah: Winda A
Penerbit: Odyssee Publishing (cetakan I, Agustus 2019)
Halaman: viii + 79
Harga: Rp45.000,-
ISBN-13: 978-0-7334-2609-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

A Feminist Manifesto adalah kumpulan dua esai dari Adichie. Esai yang pertama, Kita Semua Harus Menjadi Feminis, merupakan pengembangan dari kuliah yang ia sampaikan pada Desember 2012 di TedxEuston. Sementara esai yang kedua, Teruntuk Ijeawele: Manifesto Feminis dalam Lima Belas Anjuran, merupakan surat yang ditujukan kepada teman masa kecilnya yang meminta saran bagaimana membesarkan anak menjadi feminis.

(lebih…)

#92 – Think Like a Freak

Judul: Think Like a Freak: Berpikir Tidak Biasa untuk Hasil yang Luar Biasa
Penulis: Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner
Penerjemah:
Penerbit: Noura Books
Halaman: 268
ISBN-13: 9786023850075
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Apa yang dimaksud dengan think like a freak — berpikir seperti orang aneh? Maksudnya, berpikir tidak seperti orang kebanyakan. Berani untuk berpikir di luar kotak — think outside the box. Dan sesungguhnya berpikir seperti orang aneh itu cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, sayangnya hanya sedikit yang melakukannya. Mengapa demikian?

(lebih…)

#91 – Blood of Elves

Judul: Blood of Elves
Penulis: Andrzej Sapkowski
Penerjemah: Danusia Stok
Penerbit: Orbit (Mei 2009)
Halaman: 420
ISBN: 978-0-316-0371-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Dandelion, penyair terkenal kita, semakin terkenal saja. Syair-syairnya terasa nyata dan memang berdasarkan kisah nyata, yaitu dari kisah Geralt of Rivia. Dari syairnya tersebut, orang-orang jadi berasumsi Ciri selamat atau tidak. Ada yang ngotot dia hidup karena diselamatkan oleh Geralt, ada yang keukeuh yakin bahwa dia sudah tewas karena ada saksi matanya. Gara-gara syairnya tersebut Dandelion nyaris kehilangan nyawanya disiksa oleh Rience, penyihir jahat yang dicurigai dari Nilfgaard.

Kalau ketiga buku sebelumnya — The Last WishSword of Destiny, dan Season of Storms — merupakan kumpulan cerpen, maka Blood of Elves adalah sebuah novel dengan cerita satu kesatuan utuh. Kita akan melihat Geralt yang sangat menyayangi dan melindungi Ciri, Ciri berlatih menjadi witcher di Kaer Morhen, kemudian dia melanjutkan pelajarannya di dunia luar biar bisa bersosialisasi, dan nantinya dilatih Yennefer untuk menjadi penyihir.

(lebih…)

#90 – Gadis-Gadis March

Judul: Gadis-Gadis March
Judul Asli: Little Women
Penulis: Louisa May Alcott
Penerjemah: Annisa Cinantya Putri, Widya Kirana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Cetakan II, 2020)
Halaman: 378
ISBN13: 978-602-06-1027-6
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Mr. March sedang ikut berperang. Di rumah Keluarga March ada istrinya — Mrs. March — dan anak-anak mereka, yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy. Juga ada Hannah, asisten rumah tangga Keluarga March. Mereka dulu hidup mewah, tetapi sekarang mereka hidup sederhana karena Mr. March ditipu dalam urusan bisnis.

Meski mereka hidup miskin, tetapi mereka tetap bahagia. Rumah mereka sangat hangat karena dilimpahi cinta dan kasih sayang. Mereka punya satu sama lain untuk melewati segala masalah yang ada. Keseharian mereka sama seperti kebanyakan dari kita. Bermain, bersenda gurau, bertengkar, mengurus rumah.

(lebih…)