#109 – Behave

31170723._sy475_Judul: Behave: The Biology of Humans at Our Best and Worst
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Penguin Press
Halaman: 790
ISBN13: 9781594205071
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Memahami biologi dari perilaku manusia itu penting, meski sangat rumit. Mempelajari perilaku manusia merupakan sebuah subjek yang melibatkan proses kimiawi di otak, hormon, sensory cues, keadaan lingkungan sewaktu masih dalam janin, pengalaman hidup di tahun-tahun awal kehidupan, gen, evolusi biologis dan evolusi budaya, dan tekanan ekologis, termasuk beberapa di antaranya. Buku ini mencoba untuk mencegah kita berpikir secara kategori dalam menjelaskan perilaku manusia.

(lebih…)

#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

327._sy475_

Judul: Why Zebras Don’t Get Ulcers: A Guide to Stress, Stress Related Diseases, and Coping
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Holt Paperbacks
Halaman: 560
ISBN13: 9780805073690
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pada tulisan kali ini saya hanya akan memindahkan rangkuman catatan saya akan buku ini. Sebelumnya saya menulis catatan-catatan penting dari buku ini dengan membuat utas di salah satu media sosial saya. Agar tidak hilang dan biar pengarsipan lebih rapi, saya pindahkan saja ke sini. 

Sayangnya, catatan yang saya buat pun tidak rapi dan saya sekarang sedang malas untuk merapikan. Jadi, saya tulis seadanya saja. Haha. Mudah-mudahan (kalau ada) teman-teman yang baca ini tidak kesal sama saya karena catatan saya berantakan begini. 

Baiklah. Kita langsung saja ke catatan saya ya.

(lebih…)

#106 – A Primate’s Memoir

32289Judul: A Primate’s Memoir: A Neuroscientist’s Unconventional Life Among the Baboons
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (2001)
Halaman: 344
ISBN13: 9780743202411
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sapolsky membuka bab pertama dengan menceritakan kecintaannya pada dunia primata.

I had never planned to become a savanna baboon when I grew up; instead, I had always assumed I would become a mountain gorilla. (hal. 16)

Sewaktu masih kecil dan tinggal di New York, Sapolsky sering merengek pada ibunya untuk diantar ke Museum of Natural History. Dia dapat menghabiskan waktu berjam-jam menatap diorama Afrika dan membayangkan bagaimana rasanya hidup di sana. 

Selama berputar-putar di area Afrika di museum tersebut, Sapolsky selalu kembali pada diorama gorila gunung. Ada sesuatu di dalam diri gorila yang membuatnya memutuskan untuk memakai gorila sebagai figur pengganti kakeknya yang sudah lama meninggal dan tidak sempat dia kenal. 

(lebih…)

#104 – Just Babies

Judul: Just Babies: The Origins of Good and Evil
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Crown Publisher (2013)
Halaman: 273
ISBN13: 9780307886842
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya tahu buku ini dari kelas yang sedang saya ikuti sekarang di Coursera, yaitu Moralities of Everyday Life, dengan pengajarnya adalah Paul Bloom juga. Beliau adalah profesor di Yale University, seorang psikolog perkembangan juga yang fokus risetnya di topik moral, agama, fiksi, dan seni.

Mulai dari Adam Smith hingga Sigmund Freud, banyak tokoh filsuf dan psikolog yang menganggap bahwa manusia terlahir bagaikan papan tulis kosong, atau menggunakan istilah dari Adam Smith, tabula rasa. Bayi tidak punya pengetahuan apa-apa dan tugas manusia dewasa dan lingkungan lah untuk mengajarinya banyak hal, termasuk moral.

Pernyataan tersebut sudah banyak dibantah. Di dalam buku ini, Bloom memaparkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para psikolog, yang dapat kita simpulkan bayi berusia satu tahun pun sudah memiliki moral. 

Saya sudah mencatat hal-hal apa saja yang penting dari buku ini. Saya akan menuliskannya kembali di sini sebagai pengingat seandainya nanti saya lupa (ini pasti!) dan untuk teman-teman semua jika berminat untuk membacanya.

Mari kita langsung saja ke catatan saya.

(lebih…)

#102 – The Last Guardian

Judul: The Last Guardian (Artemis Fowl #8)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2012)
Halaman: 328
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

 Artemis Fowl II terkena penyakit The Atlantis Complex dan dia sudah enam bulan mengikuti terapi dengan Dr. Jerbal Argon. Hari ini adalah sesi terakhir Fowl dengan Dr. Argon. Fowl sudah sembuh dan sudah kembali ke dirinya yang semula. 

Seharusnya setelah terapi, Fowl akan pulang ke rumahnya, bersama Butler, pengawal pribadinya yang setia. Namun, rencana itu harus ditunda karena Opal Koboi datang kembali. Kali ini Koboi datang dengan sebuah rencana jahat yang matang. Rencananya jika berhasil akan memusnahkan kehidupan manusia, menghancurkan dunia peri, dan menasbihkan dirinya sebagai ratu. Obsesinya untuk menjadi ratu tidak pernah hilang.

Koboi akan melibatkan roh para prajurit yang sudah lama gugur. Para roh ini bisa merasuki tubuh siapapun dan apapun yang ada di sekitarnya, termasuk tubuh dari adik kembar Artemis, yaitu Myles dan Beckett Fowl. 

Artemis harus bergerak cepat untuk menyelamatkan adik kembarnya dan menyelamatkan dunia dari kehancuran. Bisakah Artemis, bersama-sama dengan Captain Holly Short, Butler, dan Mulch Diggums, kembali menghentikan Opal Koboi atau kali ini Artemis gagal?

(lebih…)

#101 – The Atlantis Complex

Judul: The Atlantis Complex (Artemis Fowl #7)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2010)
Halaman: 357
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Di sebuah ice cap di Islandia, Vatnajökull, Artemis Fowl II mengadakan pertemuan dengan Captain Holly Short, Foaly, dan Wing Commander Vinyáya. Fowl ingin mendiskusikan rencana besarnya untuk menyelamatkan dunia. 

Namun, ada yang berbeda dari Fowl. Dia berbicara lebih lambat dan berima dan terobsesi dengan angka. Melihat perilaku Fowl yang tidak biasa ini membuat Holly dan Foaly curiga jangan-jangan Fowl mengidap The Atlantis Complex, sebuah penyakit psikologis di dunia peri dengan ciri-ciri obsessive compulsive disorder (OCD), paranoid, dan dissociative identity disorder (DID).

Selagi mereka sedang berkumpul mendiskusikan rencana penyelamatan dunia, di bawah tanah, seorang penjahat, Turnball Root, sedang menyusun plot jahat untuk balas dendam pada LEP. Dia akan kabur dari penjara dan akan menculik warlock, No. 1. 

Holly dan Foaly membutuhkan rencana brilian dari Fowl untuk menggagalkan rencana Root. Sayangnya, The Atlantis Complex sangat mengganggu kondisi jiwa Fowl. Dia bahkan sama sekali berubah. Fowl bukan seperti Fowl biasanya. Misi untuk menggagalkan Root akan menjadi tidak mudah.

(lebih…)

#100 – The Time Paradox

Judul: The Time Paradox (Artemis Fowl #6)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2008)
Halaman: 391
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Angeline Fowl, ibu dari Artemis Fowl II, sedang sakit. Sakitnya misterius. Kondisinya semakin parah hanya dalam hitungan hari. Ternyata Angeline terkena Spelltropy, sebuah penyakit peri yang menular dari penggunaan sihir. Spelltropy sempat menjadi wabah di dunia peri sebelum akhirnya berhasil ditemukan obatnya dan sekarang dunia peri dinyatakan bebas dari Spelltropy.

Fowl meminta Holly untuk menyembuhkan ibunya. Sayangnya, satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan Angeline adalah cairan dari otak lemur, sementara lemur sendiri sudah punah hampir delapan tahun yang lalu.

Fowl menjadi lesu. Dia tahu lemur sudah punah karena dia turut andil dalam punahnya lemur. Secara tidak langsung Fowl membunuh lemur terakhir yang ada di Bumi. Usianya masih 10 tahun kala itu. Dia masih menjadi Artemis Fowl II yang cerdik, licik, dan egois.

Fowl menyadari satu hal. Untuk bisa menyelamatkan ibunya, dia harus kembali ke masa lalu, tepatnya ke waktu Fowl kecil akan menjual lemur terakhir tersebut seharga lima puluh ribu euro ke Damon Kronski, pemimpin dari organisasi nyeleneh, Extinctionists. Fowl tahu misi kali ini tidak akan mudah karena musuh yang dihadapinya adalah dirinya sendiri.

(lebih…)

#99 – The Lost Colony

Judul: The Lost Colony (Artemis Fowl #5)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2006)
Halaman: 385
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Sepuluh ribu tahun yang lalu, terjadi pertempuran di sebuah pulau ajaib di Irlandia antara manusia dan peri. Manusia menang dan menguasai pulau tersebut. Menyadari kekalahannya, para peri pun memutuskan untuk membuat peradabannya sendiri jauh di pusat Bumi. Mereka tidak akan terlihat lagi oleh manusia. Mereka tidak ingin diganggu oleh manusia.

Namun, ada satu kelompok dari jenis peri yang menolak keputusan tersebut. Kelompok tersebut adalah demonsDemons sendiri adalah salah satu ras dari peri. Ras lainnya ada elves, dwarves, goblins, gnomes, pixies, sprites, dan gremlins

Demons menggunakan kekuatannya untuk memindahkan Hybras, pulau kecil mereka. Mereka berencana untuk bersembunyi sambil mengumpulkan kekuatan sampai nanti mereka sudah cukup kuat untuk kembali bertarung dan mengalahkan manusia. Sayangnya, sihir yang dipakai untuk bersembunyi malah membuat mereka terlempar ke Limbo, yaitu sebuah tempat antah berantah, di mana konsep waktu dan tempat menjadi tidak berlaku.

(lebih…)

#98 – The Opal Deception

114954-1Judul: The Opal Deception (Artemis Fowl #4)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney Hyperion Books (2005)
Halaman: 416
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

The Opal Deception dibuka dengan Opal Koboi terbaring koma di Argon Clinic, sebuah rumah sakit swasta yang ada di Haven, kota bawah tanah tempat dunia peri. Koboi berpura-pura koma untuk menghindari jeruji besi setelah usaha pemberontakan yang dia dalangi gagal. Dia sebenarnya dalam kondisi yang disebut cleansing coma state, yaitu sebuah kondisi di mana peri dapat menghabiskan waktu tidurnya untuk berpikir, atau dalam kasus Koboi adalah membangun sebuah plot balas dendam. Jadi, sebenarnya Koboi dalam kondisi sadar, tetapi aktivitas gelombang otaknya menunjukkan seperti orang koma.

Dalam setahun terakhir, Koboi mendesain sebuah rencana balas dendam yang epik. Rencana balas dendam itu dia tujukan untuk empat orang yang menggagalkan pemberontakannya. Mereka adalah Commander Julius Root, Captain Holly Short, Foaly, dan tokoh utama kita, si jenius criminal mastermind Artemis Fowl II.  Akhirnya Fowl bertemu dengan saingannya yang sesama jenius.

(lebih…)

#97 – The Eternity Code

Judul: The Eternity Code (Artemis Fowl #3)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney Book Group (2009)
Halaman: 329
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Artemis Fowl II menciptakan teknologi baru berupa komputer super yang dinamainya dengan C Cube. Fowl menciptakan C Cube dari helm canggih milik LEPrecon yang diambil Butler sewaktu Fowl Manor diserbu oleh LEPrecon di buku pertama. Kalau menurut Foaly, teknologi C Cube ini usang, tetapi untuk ukuran teknologi Mud People alias manusia, C Cube ini sangat, sangat canggih. Kalau penjelasan dari Fowl, C Cube ini:

“A micro-TV. But also a verbally controlled computer, a mobile phone, a diagnostic aid. This little box can read any information on absolutely any platform, electrical or organic. It can play videos, laserdiscs, DVDs; go online, retrieve e-mail, hack any computer. It can even scan your chest to see how fast your heart’s beating. Its battery is good for two years and, of course, it’s completely wireless.”

C Cube adalah: an omni-sensor. It can read anything you ask it to. Itu berarti dunia berada dalam genggaman siapa pun yang menjadi pemiliknya, yang mana pemiliknya bisa orang baik atau orang jahat. Jika C Cube jatuh di tangan yang salah, tidak hanya dunia manusia yang terancam, dunia bawah tanah alias dunia peri juga akan terancam karena C Cube menggunakan teknologi mereka. Para peri dan makhluk ajaib lainnya akan terekspos dan entah apa yang akan terjadi pada mereka. 

(lebih…)