#67 – Collapse

Judul: Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia
Penulis: Jared Diamond
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan II, 2017)
Halaman: xii + 734
ISBN: 978-602-424-726-3
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Entah sudah ada berapa peradaban hancur sejak manusia pertama kali membuat peradaban. Lewat buku ini Jared Diamond membahas keruntuhan peradaban di masa lalu dan ancaman keruntuhan manusia di masa yang akan datang.

Karena buku ini terlampau bagus untuk dilewatkan begitu saja (maksud saya, hanya dibaca tanpa ada kenang-kenangan dalam bentuk catatan) maka saya akan memindahkan reading journal saya dari Twitter ke sini. Saya memang sebelumnya sudah membuat reading journal sendiri di Twitter. Dan supaya pengarsipannya rapi saya pindahkan ke sini.

Jadi, inilah beberapa catatan penting dari saya.

Lanjutkan membaca “#67 – Collapse”

#66 – 9 dari Nadira

Judul: 9 dari Nadira
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan I, 2009)
Halaman: xi + 270
ISBN-13: 978-979-91-0209-6
Harga: Gratis dengan meminjam di iPusnas
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Suatu pagi Nadira menemukan ibunya, Kemala Yunus, terbujur kaku. Tubuhnya membiru dengan busa yang keluar dari mulutnya. Di dekatnya ditemukan obat-obatan.

Kematian Kemala yang begitu mendadak dengan cara yang mengejutkan pula membuat satu keluarga tersebut sangat terpukul dan berduka dengan caranya masing-masing. Bram Suwandi, sang suami, harus mengalami depresi karena ditambah permasalahan dia dipensiunkan secara halus di kantornya. Yu Nina–kakak pertama Nadira–menangis meraung-raung, lalu pergi ke Amerika. Kang Arya–kakak kedua Nadira–mungkin terlihat tegar, tetapi kemudian dia menyepi ke hutan bertahun-tahun untuk mengobati kesedihannya. Sementara Nadira, si bungsu yang sangat mencintai dan mengagumi ibunya, butuh waktu bertahun-tahun pula (empat tahun tepatnya) untuk keluar dari kolong meja kerjanya dan mulai menata diri. Selama ini dia membangun kemah di sana, tidur di sana, dan mengabaikan kebutuhan untuk mengurus diri.

Lanjutkan membaca “#66 – 9 dari Nadira”

#65 – Amba

Judul: Amba: Sebuah Novel
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama (cetakan IV, Oktober 2013)
Format: E-book
Harga: Gratis dengan meminjam di iJak
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Dua perempuan dilarikan ke Rumah Sakit Waeapo. Perempuan yang pertama bernama Amba Kinanti Eilers. Usia 62 tahun dan berasal dari Jakarta. Ia terluka parah dan tidak sadarkan diri akibat serangan dari perempuan satunya yang bernama Mukaburung.

Mukaburung adalah anak angkat Kepala Suku Kepala Air di Waeapo. Awalnya tidak diketahui secara pasti mengapa Mukaburung menyerang Amba hingga menyebabkannya mengalami luka berat. Ketika ditanya Amba hanya diam seribu bahasa. Dalam dirinya seolah tidak ada lagi gairah. Sampai pada akhirnya nanti Amba akan membuka suara kepada Samuel — laki-laki yang menemaninya ke Pulau Buru — dan menceritakan seluruh kisahnya sejak awal hingga kenapa Mukaburung begitu murka terhadapnya.

Lanjutkan membaca “#65 – Amba”

#64 – The Yellow Wallpaper and Other Stories

Judul: The Yellow Wallpaper and Other Stories
Penulis: Charlotte Perkins Gilman
Penerbit: Dover Publications, Inc. (Dover Thrift Editions, 1997)
Format: Ebook
Harga: Bisa dibaca di Bookmate dengan berlangganan premium
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

The Yellow Wallpaper and Other Stories berisi tujuh cerita pendek yang semuanya sama bagusnya.

1. The Yellow Wallpaper

Narator menceritakan kisahnya yang mengalami postpartum psychosis. Treatment yang diberikan kepadanya, yaitu rest cure, justru membuatnya semakin menjadi depresi, halusinasi, dan paranoia. Dia tidak diizinkan melakukan aktivitas yang memberinya kesenangan, seperti menulis atau melukis. Instruksi yang sama diterima oleh Gilman sewaktu dia menderita penyakit yang sama dengan narator cerita ini.

Lanjutkan membaca “#64 – The Yellow Wallpaper and Other Stories”

#63 – Candide

Judul: Candide
Penulis: Voltaire
Edisi: E-book (pertama terbit tahun 1759)
Halaman: 129
Harga: Gratis. Bisa dibaca di Bookmate atau unduh dari Project Gutenberg
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Candide tinggal di kastil mewah bersama pamannya yang juga seorang Baron di Westphalia. Hidupnya saat itu sangat enak dan nyaman. Semua kebutuhannya tercukupi. Dia dan sepupunya mendapat pendidikan dari gurunya, Pangloss. Diam-diam dia jatuh cinta dengan sepupunya yang cantik jelita bernama Cunegund.

Lanjutkan membaca “#63 – Candide”

#51 – A Man Called Ove

Judul: A Man Called Ove
Penulis: Fredrick Backman
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Noura Books
Halaman: 440
ISBN-13: 978-602-385-023-5
Harga: Gratis. Pinjam di iJakarta.
Rating: 5/5

Ove itu laki-laki yang menyebalkan. Pria berusia 59 tahun ini hobinya marah-marah kalau ada hal yang tidak sesuai dengan peraturan. Kalau ada peraturan bilang tidak boleh ada kendaraan di dalam pemukiman, maka dia akan ngamuk kalau ada yang melanggarnya. Dia adalah pria yang sangat menjunjung tinggi moral yang diyakininya.

Ove juga sangat kaku. Dia punya jadwal rutin yang tidak bisa diganggu. Dia bangun tepat pada pukul 6 kurang 15. Lalu, dia inspeksi keliling kompleks. Dia menolak modernisme. Dia tidak suka perubahan.

Lanjutkan membaca “#51 – A Man Called Ove”

#45 – The Picture of Dorian Gray

the-picture-of-dorian-grayJudul: The Picture of Dorian Gray
Penulis: Oscar Wilde
Penerbit: Project Gutenberg
Halaman: 180
Harga: Gratis dan resmi karena diunduh dari Project Gutenberg
Rating: 5/5

Lord Henry Wotton sedang berkunjung ke tempat sahabatnya yang juga seorang pelukis, Basil Hallward, ketika sahabatnya itu sedang asyik melukis. Basil melukis pria tampan bernama Dorian Gray. Lukisan itu bagus sekali dan tampak hidup. Lord Henry ngotot ke Basil agar dia diperkenalkan dengan Dorian.

Basil, yang tahu bagaimana Lord Henry sesungguhnya, ragu-ragu ingin mengenalkan Lord Henry ke Dorian. Dia takut Lord Henry akan memberi pengaruh buruk ke Dorian. Basil juga tidak rela ada orang lain yang dekat dengan Dorian selain dirinya. Toh, akhirnya mau tidak mau Basil terpaksa mengenalkan mereka berdua karena mereka bertemu di tempat yang sama.

Lanjutkan membaca “#45 – The Picture of Dorian Gray”

#43 – Istriku Seribu

istriku-seribuJudul: Istriku Seribu
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Bentang (2015)
Halaman: vi + 44
ISBN-13: 978-602-291-104-3
Harga: Rp 10.000,-
Rating: 4/5

Poligami. Topik satu ini terus menjadi perdebatan. Kubu yang setuju berdalih agama memperbolehkan. Kubu yang menolak bilang itu poligami itu merugikan perempuan.

Lanjutkan membaca “#43 – Istriku Seribu”

#33 – The Men who Stare at Goats

The Men who Stare at GoatsJudul: The Men who Stare At Goats
Penulis: Jon Ronson
Halaman: 180
Rating: 3/5

The Men who Stare at Goats adalah buku investigasi lainnya dari Jon Ronson. Kali ini Ronson menyelidiki pasukan “khusus” Amerika. Khusus yang dimaksud di sini adalah kekuatan supranatural. Jadi, ada masanya AS ternyata pernah merekrut orang-orang yang punya kekuatan psychic untuk menjadi pasukan tentara AS.

Kalian merasa heran? Jangankan kalian, saya pun juga heran. Di halaman-halaman awal saya sempat tidak percaya dan berpikir ini tidak mungkin. Ronson barangkali sedang mengelabui saya, tak peduli meskipun sebelumnya Ronson bilang kalau ini adalah a true story. Mustahil. Masa’ iya Amerika Serikat, yang katanya negara adidaya itu, percaya begituan sih?

Lanjutkan membaca “#33 – The Men who Stare at Goats”

#32 – Them

ThemJudul: Them: Adventures with Extremists
Penulis: Jon Ronson
Halaman: 230
Rating: 2/5

Bagaimana selama ini kita melihat ekstrimis? Tentunya dengan pemahaman sempit mereka dan tindakan nekad mereka bisa membahayakan kita semua.

Tapi, tunggu dulu…

Apa itu ekstrimis? Siapa yang dimaksud dengan ekstrimis? Jon Ronson mencoba melihat mereka yang dianggap sebagai ekstrimis ini dari sisi yang berbeda.

‘What is the word “extreme”?’ said Omar. ‘Words like fundamentalist or terrorist or extremist mean nothing here. Those are your words. For you, a terrorist is somebody who blows up a bus here and there. But for the people here, I am on the front line, I am a great warrior, a great fighter.’ (hal. 27)

Lanjutkan membaca “#32 – Them”