#116 – Britt-Marie was Here

27406704._sy475_

Judul: Britt-Marie was Here
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Atria Books
Halaman: 324
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Britt-Marie meninggalkan suaminya, Kent, ketika mengetahui suaminya selingkuh dengan perempuan muda dan cantik. Di usianya yang sudah 63 tahun, tidak punya pengalaman kerja apapun dan terpaksa harus hidup sendiri, membuat Britt-Marie memaksa dirinya harus mendapatkan pekerjaan. Alasan utamanya karena dia tidak mau dia meninggal sendirian dan jasadnya baru ditemukan beberapa hari kemudian karena tidak ada yang mencarinya. Jadi, terdamparlah ia di Borg.

Borg merupakan kota kecil yang nyaris tidak ada kehidupan. Semua orang sepertinya sudah menyerah dengan Borg. Hanya orang-orang tua dan anak-anak yang masih bertahan di sana. Britt-Marie mendapatkan pekerjaan sebagai pengurus pusat rekreasi yang ada di Borg.

Lanjutkan membaca “#116 – Britt-Marie was Here”

#115 – Beartown

33413128._sy475_

Judul: Beartown (seri Beartown #1)
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Simon & Schuster
Halaman: 432
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya baca Us Against You duluan padahal itu yang nomor dua dari seri Beartown ini. Pantas saja saya agak kebingungan dengan ceritanya karena semuanya bermuara dari Beartown.

Ceritanya tentang Maya diperkosa Kevin, seorang pemain hoki andalan dari kota Beartown. Ketika Maya melaporkan kasus pemerkosaan tersebut ke polisi, bisa ditebak bagaimana akhirnya: semua menyalahkan Maya, menuduh Maya berbohong, menjadikan Kevin sebagai korban tuduhan, dan kasus tersebut pun ditutup.

Fredrik Backman bisa pas banget menulis novel ini. Sesuai dengan apa yang terjadi di sekitar kita ketika ada pemerkosaan, di mana korban yang selalu diragukan perkataannya dan selalu disalahkan. Di mana masyarakat masih belum bisa berpihak pada korban, apalagi kalau pelakunya merupakan orang yang memiliki kuasa.

Lanjutkan membaca “#115 – Beartown”

#114 – Kita Pergi Hari Ini

Kita Pergi Hari Ini

Judul: Kita Pergi Hari Ini
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Oktober 2021)
Halaman: vi + 186
ISBN: 978-602-06-5747-9
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Saya sungguh merasa bersalah memberikan rating 2 bintang untuk Kita Pergi Hari Ini, apalagi penulisnya adalah salah satu penulis favorit saya, tetapi, ya, mau bagaimana. Saya tidak bisa berpura-pura merasa wah atau spesial atau luar biasa terhadap karya Ziggy yang ini.

Sebenarnya Kita Pergi Hari Ini memiliki premis yang menarik, yaitu tentang orangtua-orangtua kejam yang cuma mau beranak, tetapi tidak mau mengurus anaknya lantas “minta tolong” ke kucing ajaib untuk mengurus anak-anaknya. Imajinasi Ziggy membangun dunia sebagai latar cerita novel ini absurd, seperti biasa. Tokoh-tokohnya juga sama absurdnya. Meski demikian, hal terpenting adalah pesan moralnya tersampaikan dengan baik dan dengan akhir cerita yang sungguh tidak enak. Ceritanya sebenarnya gelap (jangan terkecoh dengan sampul bukunya yang bikin gemas itu), meski dituliskan dengan gaya bercerita yang ringan. And, that’s the problem. At least, for me.

Lanjutkan membaca “#114 – Kita Pergi Hari Ini”

#113 – Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis

54479204._sx318_

Judul: Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2020)
Halaman: 304
ISBN Digital: 978-602-06-3933-8
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Novelis laris Hidaka Kunihiko ditemukan tewas di rumahnya pada malam sebelum ia meninggalkan Jepang untuk pindah ke Kanada. Tubuhnya ditemukan di ruang kerjanya yang terkunci di rumahnya yang juga terkunci oleh istri dan sahabatnya. Keduanya punya alibi kuat. Mungkin.

Detektif Kaga Kyoichiro yang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut menemukan bahwa hubungan Hidaka dengan sang sahabat, Nonoguchi Osamu, tidak seperti yang diceritakan oleh Nonoguchi. Tapi pertanyaan yang paling mengusik Kaga bukanlah siapa atau bagaimana, melainkan kenapa. Dari situlah sang detektif dan sang pembunuh bertarung membeberkan kebenaran tentang masa lalu dan masa kini versi masing-masing. Dan jika Kaga gagal menguak motif sang pembunuh yang sebenarnya, kebenaran takkan terungkap seutuhnya.

Lanjutkan membaca “#113 – Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis”

#112 – Keajaiban Toko Kelontong Namiya

55851836._sx318_

Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya 
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2020)
Halaman: 400
ISBN Digital: 978-602-06-4828-6
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Sinopsis

Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat.

Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.

Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan.

Hanya untuk satu malam.

Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.

Lanjutkan membaca “#112 – Keajaiban Toko Kelontong Namiya”

#111 – Kesetiaan Mr. X

31142330._sx318_

Judul: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 25 Juli 2016)
Halaman: 320
ISBN: 978-602-03-3052-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja. 

Lanjutkan membaca “#111 – Kesetiaan Mr. X”

#107 – peREmpuan

30071874

Judul: peREmpuan
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan I, Mei 2016)
Halaman: vi + 189
ISBN: 978-602-6208-32-3
Harga: Tersedia di Gramedia Digital Premium
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

peREmpuan merupakan sekuel dari Re: yang sudah pernah saya tulis resensinya di sini. Kali ini cerita utamanya seputaran Melur, anak Re:, yang berusaha mencari tahu siapa ibu kandungnya sebenarnya. Ia bertanya langsung ke Herman. Mulanya Herman mengelak untuk menjawab, tetapi pada akhirnya Herman menceritakan kepada Melur siapa sesungguhnya Re: itu.

Melur, yang sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh Herman, tanpa sepengetahuan Herman pergi sendiri mencari tahu tentang ibunya hingga ke Bandung. Melur bahkan sampai tahu siapa nama asli Re:, sesuatu hal yang oleh Herman sendiri tidak diketahui. Nama asli Re: indah sekali, yaitu Rabi’ah Aldawiyah. Karena Re: merasa namanya terlalu berat untuknya, jadi ia mencari nama lain maka jadilah ia dipanggil Re: atau Rere.

Lanjutkan membaca “#107 – peREmpuan”

#105 – Re:

Cover Novel Re

Judul: Re: (Re: #1)
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan III, April 2016)
Halaman: vi + 160
ISBN13: 978-602-6208-31-6
Harga: Tersedia di Gramedia Digital Premium
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya tahu novel Re: setelah menonton video Kang Maman yang menceritakan kisah nyata di balik novel ini. Video berdurasi 16 menit tersebut saya tonton sampai habis. Selama menonton saya tidak kuasa menahan sedih dan pedih. Hati ini ikut terasa hancur setelah mendengarkan cerita dari Kang Maman. Video yang saya maksud adalah video berikut ini:

Lanjutkan membaca “#105 – Re:”

#103 – Rumah Bambu

Judul: Rumah Bambu
Penulis: Y. B. Mangunwijaya
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan VII, Maret 2020)
Halaman: xii + 201
ISBN-13: 978-602-481-345-1
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Rumah Bambu adalah sebuah kumpulan cerpen dari Romo Mangun yang berisi dua puluh cerita pendek. Ini adalah buku kumpulan cerpen pertama yang ditulis Romo Mangun dan terakhir kali diterbitkan.

Dari sampul belakang buku ini kita mengetahui hampir semua cerita dari buku ini bertemakan peristiwa-peristiwa yang kelihatannya sederhana, sepele, dan remeh.

Dari kata pengantarnya, saya jadi sedikit tahu kepribadian dari Romo Mangun. Digambarkan bahwa beliau sehari-hari adalah pribadi yang membingungkan. 

Lembut, terbuka, tapi sering juga keras, bahkan otoriter. Tegar, perkasa, tapi juga sangat sensitif. Sederhana sekaligus kompleks, bahkan rumit. Hangat, humoris, sekaligus sinis. Toleran, tapi juga mudah berang. Serba kritis, tapi juga menunjukkan sifatnya yang antikritik. Mudah terenyuh dan terharu pada penderitaan orang lain dan mudah tersentak oleh setiap bentuk penindasan, tetapi sikapnya sendiri tidak jarang membuat orang lain tersiksa dan menderita. (hal. ix)

Dari kata pengantarnya pula saya tahu bahwa proses pengumpulan cerpen Rumah Bambu tidak mudah. Para penyunting mengumpulkan, mengetik ulang, dan menyunting cerpen-cerpen ini berdasarkan berkas-berkas yang sempat terdokumentasi di rumah Romo di Kuwera. Kondisi naskah yang sebagian parah: ruwet, penuh koreksi, dan tidak terbaca.

Bersyukurlah mereka berhasil mengumpulkan dua puluh cerpen Romo Mangun sehingga kita bisa membacanya sekarang. Oh iya, dari dua puluh cerpen tersebut, hanya tiga cerpen yang pernah dimuat di media massa. 

Berikut adalah ringkasan ceritanya.

Lanjutkan membaca “#103 – Rumah Bambu”

#102 – The Last Guardian

Judul: The Last Guardian (Artemis Fowl #8)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2012)
Halaman: 328
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

 Artemis Fowl II terkena penyakit The Atlantis Complex dan dia sudah enam bulan mengikuti terapi dengan Dr. Jerbal Argon. Hari ini adalah sesi terakhir Fowl dengan Dr. Argon. Fowl sudah sembuh dan sudah kembali ke dirinya yang semula. 

Seharusnya setelah terapi, Fowl akan pulang ke rumahnya, bersama Butler, pengawal pribadinya yang setia. Namun, rencana itu harus ditunda karena Opal Koboi datang kembali. Kali ini Koboi datang dengan sebuah rencana jahat yang matang. Rencananya jika berhasil akan memusnahkan kehidupan manusia, menghancurkan dunia peri, dan menasbihkan dirinya sebagai ratu. Obsesinya untuk menjadi ratu tidak pernah hilang.

Koboi akan melibatkan roh para prajurit yang sudah lama gugur. Para roh ini bisa merasuki tubuh siapapun dan apapun yang ada di sekitarnya, termasuk tubuh dari adik kembar Artemis, yaitu Myles dan Beckett Fowl. 

Artemis harus bergerak cepat untuk menyelamatkan adik kembarnya dan menyelamatkan dunia dari kehancuran. Bisakah Artemis, bersama-sama dengan Captain Holly Short, Butler, dan Mulch Diggums, kembali menghentikan Opal Koboi atau kali ini Artemis gagal?

Lanjutkan membaca “#102 – The Last Guardian”