#124 – City of the Snakes

9838286

Judul: City of the Snakes (The City #3)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Grand Central Publishing (2 Juni 2011)
Halaman: 307
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Sepuluh tahun sudah Capac Raimi menjadi The Cardinal dan memimpin The City. Selama sepuluh tahun ini dia sudah mengalami berbagai percobaan pembunuhan dan kudeta. beberapa diantaranya berhasil. Namun, berhubung Raimi diciptakan oleh The Cardinal pertama sebagai Ayuamarca yang tidak bisa mati, maka Raimi terus memimpin hingga saat ini.

Tapi, Raimi tidak tenang. Dia merasa di bawah kepemimpinannya orang-orang takut, tetapi tidak respek dengan dia. Orang-orang meragukan kepemimpinannya. Bahkan tangan kanannya pun mengkhianatinya.

Lanjutkan membaca “#124 – City of the Snakes”

#123 – Hell’s Horizon

6336078

Judul: Hell’s Horizon (The City #2)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Voyager (1 Maret 2009)
Halaman: 400
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 4 dari 5 ⭐ –  really liked it

Al Jeery merupakan anak buah The Cardinal. Posisi jabatannya masih kelas bawah dan dia tidak berambisi untuk naik jabatan. Dia sudah cukup puas hanya menjadi anggota Troops yang tugasnya menjaga keamanan. Namun, The Cardinal melihat ada potensi besar dalam diri Al. Maka ketika ada kasus pembunuhan yang terjadi di Skylight, The Cardinal meminta Al untuk menyelidiki kasus tersebut. The Cardinal ingin Al bisa menangkap siapa orang yang berani-beraninya membunuh di daerah kekuasaan The Cardinal.

Al bukan detektif, melainkan seorang preman rendahan. Dia tidak pernah mendapatkan pelatihan bagaimana menyelidiki suatu kasus pembunuhan. Ketika dia ditugasi untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, dia cukup bingung harus memulai dari mana. Namun, ternyata Al punya bakat alam. Al cerdas dan punya kemampuan deduksi yang cukup baik. The Cardinal benar soal potensi dalam diri Al.

Lanjutkan membaca “#123 – Hell’s Horizon”

#122 – Procession of the Dead

3040004

Judul: Procession of the Dead (The City #1)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Voyager (1 Maret 2008)
Halaman: 312
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Capac Raimi datang ke The City untuk menjadi penerus pamannya, Theo, menjadi pimpinan kelompok bandit kecil-kecilan. Capac sangat berbakat di dunia kriminal, seolah-olah dia memang terlahir untuk itu. Di bawah asuhan Theo, Capac menjadi terasah. Pamannya pun sangat bangga dengan dia.

Suatu hari, Theo dan anak buahnya diberondong peluru. Hanya Capac yang selamat. Ternyata The Cardinal berada di balik pembunuhan pamannya. Kalau kalian belum tahu, The Cardinal adalah bos mafia yang sesungguhnya, yang menguasai The City. Dia kejam. Sangat kejam. Sadis. Tanpa merasa bersalah telah membunuh Theo, The Cardinal menawari Capac pekerjaan. Capac yang sangat ambisius tidak menolak tawaran dari The Cardinal. Dia berharap suatu saat nanti bisa menjadi penerus The Cardinal, menguasai The City.

Lanjutkan membaca “#122 – Procession of the Dead”

#119 – Cerita-Cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya

55689531._sy475_

Judul: Cerita-Cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya
Penulis: Norman Erikson Pasaribu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Cetakan I, Oktober 2020)
Halaman: 203
ISBN: 978-602-06-4010-5
Bisa dibeli di: Gramedia
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Sejujurnya, aku agak kesulitan membaca kumpulan cerita dari Norman ini. Pasalnya, belakangan aku banyak membaca buku bergenre fantasi dan nonfiksi, yang mana kebanyakan dari buku tersebut aku baca dalam bahasa Inggris.

Sudah terlampau lama sejak terakhir aku membaca sastra Indonesia. Aku sudah lupa rasanya. Aku sudah lupa bagaimana cara untuk menikmatinya dan mencernanya. Jadi, ada semacam rasa kaget juga bingung dalam membaca Cerita-Cerita Bahagia. Namun, kekuatan bertutur Norman dalam bercerita mampu menghipnotisku dan membawaku untuk kembali belajar menikmati sastra Indonesia. Membuatku terkagum-kagum sekaligus iri dengan Norman yang bisa menulis seindah itu, padahal yang diceritakan di dalam buku ini kebanyakan kisah pilu dan getir.

Lanjutkan membaca “#119 – Cerita-Cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya”

#116 – Britt-Marie was Here

27406704._sy475_

Judul: Britt-Marie was Here
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Atria Books
Halaman: 324
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Britt-Marie meninggalkan suaminya, Kent, ketika mengetahui suaminya selingkuh dengan perempuan muda dan cantik. Di usianya yang sudah 63 tahun, tidak punya pengalaman kerja apapun dan terpaksa harus hidup sendiri, membuat Britt-Marie memaksa dirinya harus mendapatkan pekerjaan. Alasan utamanya karena dia tidak mau dia meninggal sendirian dan jasadnya baru ditemukan beberapa hari kemudian karena tidak ada yang mencarinya. Jadi, terdamparlah ia di Borg.

Borg merupakan kota kecil yang nyaris tidak ada kehidupan. Semua orang sepertinya sudah menyerah dengan Borg. Hanya orang-orang tua dan anak-anak yang masih bertahan di sana. Britt-Marie mendapatkan pekerjaan sebagai pengurus pusat rekreasi yang ada di Borg.

Lanjutkan membaca “#116 – Britt-Marie was Here”

#115 – Beartown

33413128._sy475_

Judul: Beartown (seri Beartown #1)
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Simon & Schuster
Halaman: 432
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya baca Us Against You duluan padahal itu yang nomor dua dari seri Beartown ini. Pantas saja saya agak kebingungan dengan ceritanya karena semuanya bermuara dari Beartown.

Ceritanya tentang Maya diperkosa Kevin, seorang pemain hoki andalan dari kota Beartown. Ketika Maya melaporkan kasus pemerkosaan tersebut ke polisi, bisa ditebak bagaimana akhirnya: semua menyalahkan Maya, menuduh Maya berbohong, menjadikan Kevin sebagai korban tuduhan, dan kasus tersebut pun ditutup.

Fredrik Backman bisa pas banget menulis novel ini. Sesuai dengan apa yang terjadi di sekitar kita ketika ada pemerkosaan, di mana korban yang selalu diragukan perkataannya dan selalu disalahkan. Di mana masyarakat masih belum bisa berpihak pada korban, apalagi kalau pelakunya merupakan orang yang memiliki kuasa.

Lanjutkan membaca “#115 – Beartown”

#114 – Kita Pergi Hari Ini

Kita Pergi Hari Ini

Judul: Kita Pergi Hari Ini
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Oktober 2021)
Halaman: vi + 186
ISBN: 978-602-06-5747-9
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Saya sungguh merasa bersalah memberikan rating 2 bintang untuk Kita Pergi Hari Ini, apalagi penulisnya adalah salah satu penulis favorit saya, tetapi, ya, mau bagaimana. Saya tidak bisa berpura-pura merasa wah atau spesial atau luar biasa terhadap karya Ziggy yang ini.

Sebenarnya Kita Pergi Hari Ini memiliki premis yang menarik, yaitu tentang orangtua-orangtua kejam yang cuma mau beranak, tetapi tidak mau mengurus anaknya lantas “minta tolong” ke kucing ajaib untuk mengurus anak-anaknya. Imajinasi Ziggy membangun dunia sebagai latar cerita novel ini absurd, seperti biasa. Tokoh-tokohnya juga sama absurdnya. Meski demikian, hal terpenting adalah pesan moralnya tersampaikan dengan baik dan dengan akhir cerita yang sungguh tidak enak. Ceritanya sebenarnya gelap (jangan terkecoh dengan sampul bukunya yang bikin gemas itu), meski dituliskan dengan gaya bercerita yang ringan. And, that’s the problem. At least, for me.

Lanjutkan membaca “#114 – Kita Pergi Hari Ini”

#113 – Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis

54479204._sx318_

Judul: Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2020)
Halaman: 304
ISBN Digital: 978-602-06-3933-8
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Novelis laris Hidaka Kunihiko ditemukan tewas di rumahnya pada malam sebelum ia meninggalkan Jepang untuk pindah ke Kanada. Tubuhnya ditemukan di ruang kerjanya yang terkunci di rumahnya yang juga terkunci oleh istri dan sahabatnya. Keduanya punya alibi kuat. Mungkin.

Detektif Kaga Kyoichiro yang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut menemukan bahwa hubungan Hidaka dengan sang sahabat, Nonoguchi Osamu, tidak seperti yang diceritakan oleh Nonoguchi. Tapi pertanyaan yang paling mengusik Kaga bukanlah siapa atau bagaimana, melainkan kenapa. Dari situlah sang detektif dan sang pembunuh bertarung membeberkan kebenaran tentang masa lalu dan masa kini versi masing-masing. Dan jika Kaga gagal menguak motif sang pembunuh yang sebenarnya, kebenaran takkan terungkap seutuhnya.

Lanjutkan membaca “#113 – Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis”

#112 – Keajaiban Toko Kelontong Namiya

55851836._sx318_

Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya 
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2020)
Halaman: 400
ISBN Digital: 978-602-06-4828-6
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Sinopsis

Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat.

Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.

Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan.

Hanya untuk satu malam.

Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.

Lanjutkan membaca “#112 – Keajaiban Toko Kelontong Namiya”

#111 – Kesetiaan Mr. X

31142330._sx318_

Judul: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 25 Juli 2016)
Halaman: 320
ISBN: 978-602-03-3052-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja. 

Lanjutkan membaca “#111 – Kesetiaan Mr. X”