Berubah Topik

Sudah lama saya tidak membuka dashboard blog ini. Tulisan terakhir di tanggal 20 Oktober 2010. Itu berarti satu tahun dua bulan yang lalu terakhir kali saya menulis di sini.

Tadinya saya ingin menjadikan ini blog utama saya, namun rupanya saya terlalu asyik di blog saya yang satunya lagi, Kimi’s Cool Blog. Justru blog itulah yang sekarang menjadi blog utama saya. Dan blog inipun terbengkalai.

Tapi, saya punya ide. Daripada blog ini dihapus, bagaimana kalau saya blog ini saya jadikan blog buku saja? Buku-buku yang sudah saya baca, saya tulis riviunya saja di sini. Ide yang sungguh keren, bukan? 😉 *halah*

Ya sudah. Buku pertama yang akan diriviu di blog ini, akan segera saya posting setelah tulisan ini. Nantikan! 😀

Menulis Riviu ala Kimi

Kalau dalam beberapa pos sebelumnya saya bilang saya sering kali ngaku-ngaku hobi baca, sekarang saya mau bilang kalau saya suka menulis. Setidaknya, saya mengakunya sih begitu. Yah, minimal menulis riviu buku deh. 😆

Bagi yang terbiasa pasti setelah membaca buku langsung menulis riviu-nya di blognya. Belakangan ini saya lumayan rajin menulis riviu buku yang saya baca. Riviu itu biasanya saya posting di Goodreads atau Grup Cacing Buku di Facebook. Informasi gak penting, creator Cacing Buku ini saya lho. 😆

Balik ke awal.

Jujur saja, menulis riviu tidak mudah bagi saya (well, menulis pun sebenarnya tidak pernah mudah bagi saya). Tapi kalau membaca riviu-riviu di koran atau majalah kok rasanya bagus-bagus ya riviunya?  Saya pun iri. Ingin rasanya bisa menulis riviu sebagus di koran atau majalah. Sayangnya, saya tidak tahu ajaran pasti bagaimana menulis riviu yang baik dan benar. Alhasil, saya pun menulis sekenanya saja, semaunya saya.

Tapi setidaknya dalam menulis riviu saya memiliki standar penulisan sendiri. Pertama, informasi tentang buku yang diriviu. Informasi itu mencakup: judul, pengarang, penerbit, tebal halaman, dan harga buku. Kedua, plot cerita. Singkat saja, tidak usah panjang. Kalau terlalu panjang, malah nanti saya dihajar pembaca karena dianggap spoiler. Ketiga, nilai-nilai apa saja yang coba dibahas dalam buku tersebut atau setidaknya menurut saya nilai apa saja yang saya dapatkan dari buku tersebut. Keempat, kritik atau pujian terhadap buku. Ini sih opsi saja. Saya mah tidak kompeten kalau mau mengkritik buku. Ilmu saya masih cetek. Pun kalau mau memuji paling saya hanya mengatakan bukunya bagus dan saya suka. 😀

Nah, itu standar menulis riviu bagi saya. Bagaimana dengan kalian? Boleh lho berbagi disini. Siapa tahu ilmu saya bertambah dan tulisan saya pun semakin baik.