#93 – A Feminist Manifesto

Judul: A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis
Penulis: Chimamanda Ngozi Adichie
Penerjemah: Winda A
Penerbit: Odyssee Publishing (cetakan I, Agustus 2019)
Halaman: viii + 79
Harga: Rp45.000,-
ISBN-13: 978-0-7334-2609-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

A Feminist Manifesto adalah kumpulan dua esai dari Adichie. Esai yang pertama, Kita Semua Harus Menjadi Feminis, merupakan pengembangan dari kuliah yang ia sampaikan pada Desember 2012 di TedxEuston. Sementara esai yang kedua, Teruntuk Ijeawele: Manifesto Feminis dalam Lima Belas Anjuran, merupakan surat yang ditujukan kepada teman masa kecilnya yang meminta saran bagaimana membesarkan anak menjadi feminis.

Lanjutkan membaca “#93 – A Feminist Manifesto”

#92 – Think Like a Freak

Judul: Think Like a Freak: Berpikir Tidak Biasa untuk Hasil yang Luar Biasa
Penulis: Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner
Penerjemah:
Penerbit: Noura Books
Halaman: 268
ISBN-13: 9786023850075
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Apa yang dimaksud dengan think like a freak — berpikir seperti orang aneh? Maksudnya, berpikir tidak seperti orang kebanyakan. Berani untuk berpikir di luar kotak — think outside the box. Dan sesungguhnya berpikir seperti orang aneh itu cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, sayangnya hanya sedikit yang melakukannya. Mengapa demikian?

Lanjutkan membaca “#92 – Think Like a Freak”

#84 – Good Natured

Judul: Good Natured: The Origins of Right and Wrong in Humans and Other Animals
Penulis: Frans de Waal
Penerbit: Harvard University Press (cetakan VII, 2003)
Halaman: 368
ISBN: 0-674-35661-6
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pernahkah kalian bertanya-tanya dari mana asal-muasal moral? Apakah hanya manusia yang memiliki simpati dan empati? Apakah hewan-hewan lain tidak memilikinya? Jika hewan lain tidak memilikinya, lalu kenapa hewan seperti simpanse bisa sedih jika ada temannya yang mati? Kenapa mereka juga mau berbagi makanan dengan gerombolan kawanan mereka? Nah, de Waal mencoba menjelaskannya melalui buku ini.

Dengan pengalamannya yang sudah puluhan tahun sebagai primatolog dan etolog — yang pekerjaannya sudah pasti mengamati perilaku hewan — de Waal menyajikan bukti-bukti bahwa perilaku moral juga bisa diamati di hewan, tidak hanya primata, tetapi juga anjing, gajah, lumba-lumba, dan lainnya. Intinya adalah bahwasanya moralitas itu universal di animal kingdom.

Jadi, jika kita berpikir bahwa agama, budaya, atau hukum mengatur moral kita, tidak ada salahnya untuk berpikir ulang. Kita adalah manusia modern merupakan produk evolusi. Otak kita berkembang dari yang berpikir sederhana hingga bisa berpikir kompleks dan abstrak, seperti yang de Waal bilang:

Lanjutkan membaca “#84 – Good Natured”

#78 – The Origin of Humankind

Judul: The Origin of Humankind
Penulis: Richard E. Leakey
Penerbit: BasicBooks (1994)
Halaman: 190
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Evolusi manusia selalu menjadi topik favorit saya (bersamaan dengan banyak topik lainnya). Setiap kali saya membuka buku bertemakan human evolution saya merasa semangat dan sangat menikmati membacanya. Saya juga jadi semangat belajar. Padahal latar belakang pendidikan maupun latar belakang keluarga saya tidak berkaitan dengan evolusi manusia. It just happened that I love it.

Saya menemukan buku The Origin of Humankind ini dari beberapa buku yang saya baca sebelumnya dengan tema yang sama. Buku-buku tersebut banyak menyebut nama Richard E. Leakey. Maka jadilah saya berburu buku elektroniknya.

Setelah sudah cukup lama dia mengendap di Dropbox, saya memutuskan untuk mulai membacanya. Sejak halaman awal saja saya sudah tahu saya suka buku ini. Bahasanya ringan dan membumi sehingga sangat mudah dipahami oleh orang awam seperti saya. Meski beberapa hipotesis sudah pernah saya dengar sebelumnya (maklum buku ini keluaran tahun 1994) — seperti nenek moyang manusia modern berasal dari Afrika — ada hal-hal baru yang saya dapatkan juga, misalnya ada alasannya kenapa nenek moyang manusia, yang tadinya berjalan dengan empat kaki, perlahan-lahan berevolusi berjalan menggunakan dua kakinya saja.

Seperti biasa, saya akan merangkum isi dari setiap babnya.

Lanjutkan membaca “#78 – The Origin of Humankind”

#73 – Filosofi Teras

42861019._sx318_Judul: Filosofi Teras
Penulis: Henry Manampiring
Penerbit: Penerbit Buku Kompas (cetakan I, 2019)
Halaman: xxiv + 320
eISBN: 978-602-412-519-6
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Melihat Filosofi Teras yang selalu berada di beranda Gramedia Digital mau tak mau membuat saya tergoda untuk membacanya. Meski awalnya saya skeptis karena tidak yakin filsafat bisa ditulis dengan baik untuk umum, toh akhirnya saya baca juga sampai habis dan menyukai bukunya.

Jadi, Filosofi Teras mengenalkan kepada kita stoicism, yaitu sebuah school of thought yang didirikan oleh Zeno di Athena sekitar awal abad ke-3 sebelum Masehi. Zeno adalah seorang pedagang kaya, tetapi sayang dia harus kehilangan segalanya ketika kapal yang membawa barang dagangannya karam. Dia mampir ke toko buku, baca-baca buku di sana, lalu tertarik dengan ajaran Socrates. Rasa minatnya membawanya langsung datang kepada para filsuf ternama di Athena dan belajar kepada mereka.

Adapun filsuf Stoa ternama di antaranya adalah Epictetus, Seneca, dan Marcus Aurelius. Iya, Marcus Aurelius yang kaisar Romawi di film Gladiator itu, yang menurut Wikipedia beliau adalah kaisar terakhir dari Five Good Emperors dan Pax Romana–Romawi di masa-masa damai dan stabil.

Konsep ajaran dari Zeno ada di nilai-nilai kebajikan, toleransi, dan kontrol diri. Stoicism percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini saling terkait (interconnectedness), termasuk peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita. Ia bekerja berdasarkan sebab-akibat. Istilah kerennya butterfly effect. Kepakan sayap kupu-kupu di suatu tempat bisa menyebabkan badai di tempat lain.

Lanjutkan membaca “#73 – Filosofi Teras”

#72 – The Age of Empathy

6525532Judul: The Age of Empathy: Nature’s Lessons for a Kinder Society
Penulis: Frans de Waal
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Bagaimana selama ini kalian memandang manusia secara umum? Apakah kalian termasuk golongan optimis (bahwa manusia ini sebenarnya makhluk baik) atau golongan skeptis (bahwa semua manusia itu jahat)? Saya pernah berada di keduanya. Dulu sekali (sewaktu masih naif dan polos) saya percaya bahwa semua manusia itu baik. Belakangan saya memegang teguh prinsip all humans are evil until proven otherwiseSemua manusia itu jahat sampai terbukti sebaliknya. Prinsip yang saya pegang erat sejak melihat begitu besarnya kemampuan manusia dalam berbuat jahat.

Frans de Waal, seorang ahli primata ternama, mempertanyakan kenapa sih manusia itu dianggap secara natural — biologis — jahat? Maka ditulislah buku ini oleh beliau untuk menjelaskan kepada kita — orang awam — bahwa manusia itu gabungan antara kebaikan dan kejahatan. Beliau membandingkan perilaku hewan mamalia dan primata, mulai dari tikus, paus, gajah, monyet, simpanse, hingga manusia. Berbagai hasil penelitian dijabarkan, tentu saja menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Bukunya sangat thought provoking. Saya mengalami sedikit disonansi kognitif setelah membacanya. Pikiran saya menjadi lebih optimis dan bisa lebih memahami manusia. Batas toleransi saya pun sedikit meningkat pada manusia. Semoga ini bisa bertahan seterusnya.

Well, anyway, akan saya rangkum tiap bab dari buku ini.

Lanjutkan membaca “#72 – The Age of Empathy”

#69 – Gus Dur, Islam Nusantara, & Kewarganegaraan Bineka

Judul: Gus Dur, Islam Nusantara, & Kewarganegaraan Bineka: Penyelesaian Konflik Aceh dan Papua 1999 – 2001
Penulis: Ahmad Suaedy
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2018)
Halaman: xxxiv + 488
ISBN: 978-602-06-1813-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Ini adalah kali pertama saya membaca buku bertema politik. Sepertinya. Kalau saya tidak salah ingat. Sebelumnya saya tidak pernah tertarik membaca buku politik. Namun, kemarin sewaktu saya membuka-buka Gramedia Digital Premium saya berpikir tidak ada salahnya untuk membuka cakrawala baru dengan membaca buku-buku bertema beda dari yang biasanya saya baca selama ini. Istilah kerennya memperluas horison. Siapa tahu bisa membuat saya jadi pintar kan. Halah.

Sedikit cerita tentang saya dan Gus Dur (halah lagi!). Saya masih remaja sewaktu beliau menjabat sebagai presiden. Tidak banyak yang saya ketahui dari beliau, melainkan hanya kenangan yang terasa kabur. Itupun bukan impresi yang baik. Maklum, di sekeliling saya pada saat itu tidak melek politik dan bukan pendukung Gus Dur. Jadi, impresi itu terbawa hingga saya dewasa sampai kemarin. Ini adalah alasan lain kenapa akhirnya saya membaca buku ini. Saya ingin mengenal Gus Dur dengan lebih baik. Bukankah katanya tak kenal maka tak sayang?

Lanjutkan membaca “#69 – Gus Dur, Islam Nusantara, & Kewarganegaraan Bineka”

#67 – Collapse

Judul: Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia
Penulis: Jared Diamond
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan II, 2017)
Halaman: xii + 734
ISBN: 978-602-424-726-3
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Entah sudah ada berapa peradaban hancur sejak manusia pertama kali membuat peradaban. Lewat buku ini Jared Diamond membahas keruntuhan peradaban di masa lalu dan ancaman keruntuhan manusia di masa yang akan datang.

Karena buku ini terlampau bagus untuk dilewatkan begitu saja (maksud saya, hanya dibaca tanpa ada kenang-kenangan dalam bentuk catatan) maka saya akan memindahkan reading journal saya dari Twitter ke sini. Saya memang sebelumnya sudah membuat reading journal sendiri di Twitter. Dan supaya pengarsipannya rapi saya pindahkan ke sini.

Jadi, inilah beberapa catatan penting dari saya.

Lanjutkan membaca “#67 – Collapse”

#59 – The Magic of Reality

Title: The Magic of Reality
Author: Richard Dawkins
Publisher: Black Swan (published 2012)
Pages: 267
ISBN-13: 978-0-552-77890-9
Price: IDR 90.000,-
Rating: 5 out of 5 ⭐  – it was amazing!

You must have raised your eyebrows when you find out that a man named Richard Dawkins writes about magic. Please, you don’t need to be confused. Dawkins doesn’t believe in magic. In fact, he doesn’t believe in God. What he meant by magic here in his book title was poetic magic.

Lanjutkan membaca “#59 – The Magic of Reality”

#46 – Dari Buku ke Buku

dari-buku-ke-bukuJudul: Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu
Penulis: P. Swantoro
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan III, April 2016)
Halaman: xxix + 472
ISBN-13: 978-602-620-823-1
Harga: Rp 94.050,- (setelah diskon 10%)
Rating: 5/5

Mari kita jalan-jalan ke masa lampau, tepatnya saat Nusantara belum menjadi Indonesia. Pada abad XIX kerajaan-kerajaan masih berdiri dan mulai memasuki kehancurannya. Saat itu banyak pemberontakan ditambah VOC semakin pintar mengadu domba. Klop lah sudah.

Lanjutkan membaca “#46 – Dari Buku ke Buku”