#69 – Gus Dur, Islam Nusantara, & Kewarganegaraan Bineka

Judul: Gus Dur, Islam Nusantara, & Kewarganegaraan Bineka: Penyelesaian Konflik Aceh dan Papua 1999 – 2001
Penulis: Ahmad Suaedy
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2018)
Halaman: xxxiv + 488
ISBN: 978-602-06-1813-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Ini adalah kali pertama saya membaca buku bertema politik. Sepertinya. Kalau saya tidak salah ingat. Sebelumnya saya tidak pernah tertarik membaca buku politik. Namun, kemarin sewaktu saya membuka-buka Gramedia Digital Premium saya berpikir tidak ada salahnya untuk membuka cakrawala baru dengan membaca buku-buku bertema beda dari yang biasanya saya baca selama ini. Istilah kerennya memperluas horison. Siapa tahu bisa membuat saya jadi pintar kan. Halah.

Sedikit cerita tentang saya dan Gus Dur (halah lagi!). Saya masih remaja sewaktu beliau menjabat sebagai presiden. Tidak banyak yang saya ketahui dari beliau, melainkan hanya kenangan yang terasa kabur. Itupun bukan impresi yang baik. Maklum, di sekeliling saya pada saat itu tidak melek politik dan bukan pendukung Gus Dur. Jadi, impresi itu terbawa hingga saya dewasa sampai kemarin. Ini adalah alasan lain kenapa akhirnya saya membaca buku ini. Saya ingin mengenal Gus Dur dengan lebih baik. Bukankah katanya tak kenal maka tak sayang?

(lebih…)

#67 – Collapse

Judul: Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia
Penulis: Jared Diamond
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan II, 2017)
Halaman: xii + 734
ISBN: 978-602-424-726-3
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Entah sudah ada berapa peradaban hancur sejak manusia pertama kali membuat peradaban. Lewat buku ini Jared Diamond membahas keruntuhan peradaban di masa lalu dan ancaman keruntuhan manusia di masa yang akan datang.

Karena buku ini terlampau bagus untuk dilewatkan begitu saja (maksud saya, hanya dibaca tanpa ada kenang-kenangan dalam bentuk catatan) maka saya akan memindahkan reading journal saya dari Twitter ke sini. Saya memang sebelumnya sudah membuat reading journal sendiri di Twitter. Dan supaya pengarsipannya rapi saya pindahkan ke sini.

Jadi, inilah beberapa catatan penting dari saya.

(lebih…)

#59 – The Magic of Reality

Title: The Magic of Reality
Author: Richard Dawkins
Publisher: Black Swan (published 2012)
Pages: 267
ISBN-13: 978-0-552-77890-9
Price: IDR 90.000,-
Rating: 5 out of 5 ⭐  – it was amazing!

You must have raised your eyebrows when you find out that a man named Richard Dawkins writes about magic. Please, you don’t need to be confused. Dawkins doesn’t believe in magic. In fact, he doesn’t believe in God. What he meant by magic here in his book title was poetic magic.

(lebih…)

#46 – Dari Buku ke Buku

dari-buku-ke-bukuJudul: Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu
Penulis: P. Swantoro
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan III, April 2016)
Halaman: xxix + 472
ISBN-13: 978-602-620-823-1
Harga: Rp 94.050,- (setelah diskon 10%)
Rating: 5/5

Mari kita jalan-jalan ke masa lampau, tepatnya saat Nusantara belum menjadi Indonesia. Pada abad XIX kerajaan-kerajaan masih berdiri dan mulai memasuki kehancurannya. Saat itu banyak pemberontakan ditambah VOC semakin pintar mengadu domba. Klop lah sudah.

(lebih…)

#33 – The Men who Stare at Goats

The Men who Stare at GoatsJudul: The Men who Stare At Goats
Penulis: Jon Ronson
Halaman: 180
Rating: 3/5

The Men who Stare at Goats adalah buku investigasi lainnya dari Jon Ronson. Kali ini Ronson menyelidiki pasukan “khusus” Amerika. Khusus yang dimaksud di sini adalah kekuatan supranatural. Jadi, ada masanya AS ternyata pernah merekrut orang-orang yang punya kekuatan psychic untuk menjadi pasukan tentara AS.

Kalian merasa heran? Jangankan kalian, saya pun juga heran. Di halaman-halaman awal saya sempat tidak percaya dan berpikir ini tidak mungkin. Ronson barangkali sedang mengelabui saya, tak peduli meskipun sebelumnya Ronson bilang kalau ini adalah a true story. Mustahil. Masa’ iya Amerika Serikat, yang katanya negara adidaya itu, percaya begituan sih?

(lebih…)

#32 – Them

ThemJudul: Them: Adventures with Extremists
Penulis: Jon Ronson
Halaman: 230
Rating: 2/5

Bagaimana selama ini kita melihat ekstrimis? Tentunya dengan pemahaman sempit mereka dan tindakan nekad mereka bisa membahayakan kita semua.

Tapi, tunggu dulu…

Apa itu ekstrimis? Siapa yang dimaksud dengan ekstrimis? Jon Ronson mencoba melihat mereka yang dianggap sebagai ekstrimis ini dari sisi yang berbeda.

‘What is the word “extreme”?’ said Omar. ‘Words like fundamentalist or terrorist or extremist mean nothing here. Those are your words. For you, a terrorist is somebody who blows up a bus here and there. But for the people here, I am on the front line, I am a great warrior, a great fighter.’ (hal. 27)

(lebih…)

#29 – Musicophilia

MusicophiliaJudul: Musicophilia
Penulis: Oliver Sacks
Rating: 5/5

Oliver Sacks adalah pecinta musik. Maka tidak heran jika Musicophilia membahas tentang musik dan otak. Ternyata musik tidak hanya memberikan pengaruh baik bagi otak, tetapi dia juga bisa memberikan pengaruh buruk. Di Musicophilia Sacks menceritakan pengalaman pasien-pasiennya dan berbagai penelitian terkait musik dan otak.

Salah satu pengalaman dari pasien-pasien dari Oliver Sacks adalah Tony Cicoria. Cicoria, yang merupakan seorang ahli bedah, tersambar petir di tahun 1994. Jantungnya sempat berhenti berdetak, untungnya dia bisa diselamatkan. Setelah kejadian near-death-experience tersebut, awalnya Cicoria menjalani hidupnya seperti biasa. Namun, tidak lama kemudian Cicoria tiba-tiba saja tertarik dengan musik klasik padahal sebelumnya dia adalah penggemar musik rock. Di otaknya seperti ada musik klasik yang sedang dimainkan setiap saat. Cicoria membeli piano dan belajar sendiri memainkan musik klasik. Sejak saat itu yang ada di otaknya hanyalah bermain musik dan menciptakan musik.
(lebih…)

#26 – Jomblo tapi Hafal Pancasila

Jomblo tapi Hapal PancasilaJudul: Jomblo tapi Hafal Pancasila
Penulis: Agus Mulyadi
Penerbit: B first (PT Bentang Pustaka) (Cetakan I, Juli 2014)
Halaman: x + 314
ISBN 13: 978-602-1383-04-9
Harga: Gratis. Hadiah menang kuis dari Om Warm.
Rating: 1/5

Sudah lama saya mendengar nama Agus Mulyadi. Sepertinya beliau sekarang-sekarang ini begitu ngehits. Gosip yang saya dengar bilang beliau ini lucu. Lucu banget malah. Saya semakin penasaran dong. Memangnya beliau ini selucu apa sih? Apa beliau ini lebih lucu dari saya? Halah. Abaikan saja yang ini.

Tapi, tunggu dulu. Beliau ini sebenarnya siapa? Selebritis? Penyanyi? Pemain film? Oalah, ternyata blogger toh. Selebblog. Kok saya tidak tahu ya? Ya wajar. Saya kan sudah jarang update sekarang.

Nah, beruntung lah saya Om Warm bikin kuis di blognya. Hadiahnya satu buku Jomblo tapi Hafal Pancasila. Iseng saya ikutan kuisnya dan Alhamdulillah menang! Saya curiga jangan-jangan saya dikasih ijin menang karena saya bikin janji bakal menulis resensi buku ini kalau saya menang.

(lebih…)

#22 – What the Dog Saw

What the Dog SawJudul: What the Dog Saw: Dan Petualangan-petualangan Lainnya
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerjemah: Zia Anshor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan II, Februari 2010)
Halaman: xviii + 462
ISBN 13: 978-979-22-5249-1
Harga: Rp 20.000,-
Rating: 4/5

What the Dog Saw adalah kumpulan artikel yang ditulis Malcolm Gladwell di The New Yorker, tempat dia bekerja sejak tahun 1996. Buku ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pertama mengenai orang-orang yang oleh Gladwell sebut sebagai “genius minor”, seperti Nassim Taleb dan Cesar Millan; bagian kedua membahas teori dan cara-cara menata pengalaman, seperti masalah tunawisma, kasus Enron, dan tentang plagiarisme; bagian ketiga tentang perkiraan kita selama ini mengenai manusia, seperti tentang menyusun profil kriminal dan tentang bakat.

Total ada sembilan belas artikel pilihan dalam What the Dog Saw. Semuanya menarik untuk dibaca. Saya sudah membaca tulisan Gladwell sebelumnya yang berjudul Blink dan saya lebih menyukai bukunya yang ini ketimbang Blink. Artikel-artikel yang ditulis banyak memberikan informasi baru buat saya. Temanya pun tidak membosankan. Lebih seru ketimbang thin-slicing yang jadi pembahasan di Blink.