#22 – What the Dog Saw

What the Dog SawJudul: What the Dog Saw: Dan Petualangan-petualangan Lainnya
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerjemah: Zia Anshor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan II, Februari 2010)
Halaman: xviii + 462
ISBN 13: 978-979-22-5249-1
Harga: Rp 20.000,-
Rating: 4/5

What the Dog Saw adalah kumpulan artikel yang ditulis Malcolm Gladwell di The New Yorker, tempat dia bekerja sejak tahun 1996. Buku ini terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pertama mengenai orang-orang yang oleh Gladwell sebut sebagai “genius minor”, seperti Nassim Taleb dan Cesar Millan; bagian kedua membahas teori dan cara-cara menata pengalaman, seperti masalah tunawisma, kasus Enron, dan tentang plagiarisme; bagian ketiga tentang perkiraan kita selama ini mengenai manusia, seperti tentang menyusun profil kriminal dan tentang bakat.

Total ada sembilan belas artikel pilihan dalam What the Dog Saw. Semuanya menarik untuk dibaca. Saya sudah membaca tulisan Gladwell sebelumnya yang berjudul Blink dan saya lebih menyukai bukunya yang ini ketimbang Blink. Artikel-artikel yang ditulis banyak memberikan informasi baru buat saya. Temanya pun tidak membosankan. Lebih seru ketimbang thin-slicing yang jadi pembahasan di Blink.

#3 – Blink

BlinkJudul: Blink
Penulis: Malcolm Galdwell
Edisi: ebook. Pertama kali terbit tahun 2005.

Akhirnya saya bisa baca juga Blink setelah sekian tahun saya tahu buku ini (pertama kali diberitahu oleh dosen saya sewaktu saya masih semester 1 atau 2). Seandainya saya baca buku ini sewaktu saya kuliah dulu niscaya topik thin-slicing adalah topik yang menarik. Berhubung saya baru baca sekarang, somehow topik ini sudah tidak menarik lagi.

Mungkin kalian sudah tahu apa itu thin-slicing. Kita bisa menilai sesuatu dan/atau seseorang hanya dalam beberapa detik saja. Seorang kurator bisa tahu suatu artefak asli atau tidak hanya dengan memandangnya sekilas. Seorang psikolog bisa melihat hanya dalam beberapa menit saja untuk tahu pasangan suami-istri akan awet atau tidak perkawinannya. Dan banyak contoh yang lainnya. Buku ini membahas thin-slicing dimulai dari patung kouros dari enam abad sebelum masehi dan setelah dilihat oleh kurator ternyata palsu, kemudian tentang perkawinan (John Gottman bisa menilai pasangan suami-istri akan bercerai atau tidak hanya dari interaksi mereka dalam beberapa menit saja), tentang periklanan hingga militer. Dengan thin-slicing kita memang bisa menghemat waktu dan tenaga, tetapi thin-slicing juga punya sisi gelapnya. Sisi gelapnya yah… berhati-hatilah dalam melakukan snap judgment karena siapa tahu bisa merugikan diri kita atau orang lain. Hihihi…

Secara keseluruhan, buku ini ringan yah selayaknya psikopop lah. Dalam hitungan jam bisa selesai dibaca sebenarnya. Tapi, berhubung saya sedang malas dan sedang (sok) sibuk juga jadi baru bisa selesai baca buku ini setelah empat hari. 😀 Dan isinya juga tidak terlalu menarik. Tapi, kalau hanya untuk sekadar pengantar tentang thin-slicing, ya Blink lumayan okelah.

Skala 1 – 5, saya beri nilai 2 untuk Blink.