#29 – Musicophilia

MusicophiliaJudul: Musicophilia
Penulis: Oliver Sacks
Rating: 5/5

Oliver Sacks adalah pecinta musik. Maka tidak heran jika Musicophilia membahas tentang musik dan otak. Ternyata musik tidak hanya memberikan pengaruh baik bagi otak, tetapi dia juga bisa memberikan pengaruh buruk. Di Musicophilia Sacks menceritakan pengalaman pasien-pasiennya dan berbagai penelitian terkait musik dan otak.

Salah satu pengalaman dari pasien-pasien dari Oliver Sacks adalah Tony Cicoria. Cicoria, yang merupakan seorang ahli bedah, tersambar petir di tahun 1994. Jantungnya sempat berhenti berdetak, untungnya dia bisa diselamatkan. Setelah kejadian near-death-experience tersebut, awalnya Cicoria menjalani hidupnya seperti biasa. Namun, tidak lama kemudian Cicoria tiba-tiba saja tertarik dengan musik klasik padahal sebelumnya dia adalah penggemar musik rock. Di otaknya seperti ada musik klasik yang sedang dimainkan setiap saat. Cicoria membeli piano dan belajar sendiri memainkan musik klasik. Sejak saat itu yang ada di otaknya hanyalah bermain musik dan menciptakan musik.

Bertahun-tahun setelah peristiwa disambar petir tersebut Cicoria masih tergila-gila dengan musik. Dia sempat tertarik untuk memindai otaknya. Pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak memindai otaknya karena dia menganggap peristiwa tersambar petirnya itu adalah “lucky strike“. Musik yang selalu bermain di kepalanya itu adalah sebuah berkah dan tidak perlu dipertanyakan.

Ada juga kisah-kisah pasien Sacks lainnya yang merasa terganggu dengan musik. Ada pasien lain yang tidak henti-hentinya mendengar musik di benaknya, seperti yang Cicoria alami. Ada juga yang mengalami kejang-kejang setiap mendengar jenis musik tertentu di kepalanya, sampai-sampai dia sangat takut mendengar musik di tengah keramaian. Tidak harus musik tertentu yang bisa mengganggu, bisa juga nada-nada yang sering dideskripsikan seperti ringingclickinghiss, atau roar. Ini disebut dengan tinnitus. Saya jadi curiga jangan-jangan saya punya tinnitus karena saya selalu mendengar bunyi ringing atau hiss di telinga saya.

Musik juga digunakan dalam terapi, misalnya terapi untuk pasien dementia atau Alzheimer. Seperti yang kita ketahui, pasien dementia atau Alzheimer tingkat lanjut sudah melupakan banyak hal dan tidak bisa merespon apapun. Namun, ketika mereka diperdengarkan musik, seringkali mereka bereaksi. Mereka terlihat lebih hidup dan ceria.

Dari semua bab yang ada, saya paling tersentuh ketika Sacks membahas orang-orang dengan sindrom Williams. Penderita sindrom Williams memiliki kekurangan dengan IQ rendah (di bawah 60), kelainan jantung, dan fitur wajah yang khas, namun di sisi lain mereka memiliki kelebihan kemampuan musikal yang luar biasa dan kemampuan sosial yang baik. Sack menulis ada salah satu penderita sindrom Williams yang sejak kecil memiliki bakat musik luar biasa. Cukup mendengarkan musik satu kali saja dia sudah bisa memainkan ulang musik tersebut. Tapi, tidak semua penderita sindrom Williams memiliki bakat musik.

Jika penderita sindrom Williams sangat tertarik dengan musik, maka berbeda dengan amusia. Amusia adalah orang-orang yang tidak tertarik sama sekali dengan musik. Orang-orang terkenal yang disebut-sebut amusic, seperti Sigmund Freud dan Vladimir Nabokov, penulis Lolita.

Oliver Sacks termasuk penulis sains popular favorit saya. Dia bisa membuat sains, khususnya neurosains, menjadi enak dibaca dan tidak terasa berat. Buku-bukunya yang membahas neurosains terasa lebih membumi di tangan Sacks, termasuk Musicophilia. Hal menarik lainnya dari Musicophilia kita bisa melihat bagaimana Sacks memperlakukan pasiennya dengan penuh martabat. Dia menghargai pasien-pasiennya meskipun bagi orang awam seperti kita pasien-pasien Dr. Sacks berperilaku aneh dan tidak wajar.

Secara keseluruhan Musicophilia sangat menarik untuk dibaca. Bagi yang tertarik dengan buku-buku sains popular bisa memasukkan Musicophilia ke dalam daftar buku yang akan dibaca. Kita bisa mengenal musik dan neurosains lebih dekat.

Iklan

One thought on “#29 – Musicophilia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s