#128 – Feminisme Kritis

33415499._sy540_

Judul: Feminisme Kritis: Gender dan Kapitalisme dalam Pemikiran Nancy Fraser
Penulis: Amin Mudzakkir
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Juli 2022)
Halaman: x + 286
ISBN: 97860206614890 (edisi digital)
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Akhir tahun lalu saya membuat janji ke diri sendiri bahwasanya di tahun ini saya akan membaca lebih banyak buku mengenai feminisme. Nyatanya, sudah masuk bulan ke sembilan (tiga bulan lagi menuju penghujung tahun!) saya baru baca satu buku dengan topik ini. Saya terlampau asyik membaca novel bergenre fantasi. Selain itu, saya sedikit kesulitan (dan bingung) mau membaca buku feminisme yang mana, judulnya apa, dan dari penulis siapa. Harap maklum, saya belum terlampau akrab dengan topik yang satu ini sehingga belum kenal betul dengan nama-nama penulis atau tokoh feminis. Alhasil, cara termudah yang saya lakukan adalah dengan berlangganan Gramedia Digital dan mencari buku dengan kata kunci “feminisme”. Karena itulah saya menemukan buku ini.

Buku ini merupakan disertasi penulisnya, Amin Mudzakkir, di program doktor STF Driyarkara. Mudzakkir merupakan seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).  Untuk menuntaskan disertasi ini, Mudzakkir membutuhkan total waktu sekitar enam tahun dari riset hingga diujikan di akhir tahun 2021.

Buat saya, akan sulit untuk mengingat isi buku ini jika saya hanya membaca begitu saja tanpa mencatat hal-hal penting. Oleh karena itu, seperti biasa saya akan menuliskan rangkumannya di sini.

Lanjutkan membaca “#128 – Feminisme Kritis”

#127 – Talking to Strangers

52510651._sx318_

Judul: Talking to Strangers: Apa yang Seharusnya Kita Ketahui Mengenai Orang Tak Dikenal 
Penulis: Malcolm Gladwell
Alih bahasa: Zia Anshor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2020)
Halaman: xii + 403
Bisa dibeli di: Gramedia.com
Rating: 4 dari 5 – really liked it

Ketika membaca judulnya saya kira buku ini mengenai bagaimana caranya berbicara dengan orang asing. Topik apa saja yang bisa kita angkat, pertanyaan jenis apa yang bisa kita tanyakan, dan sebagainya. Ternyata, buku ini bukan tentang hal tersebut. Sangat jauh pembahasannya. Saya sangat salah.

Lanjutkan membaca “#127 – Talking to Strangers”

#124 – City of the Snakes

9838286

Judul: City of the Snakes (The City #3)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Grand Central Publishing (2 Juni 2011)
Halaman: 307
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Sepuluh tahun sudah Capac Raimi menjadi The Cardinal dan memimpin The City. Selama sepuluh tahun ini dia sudah mengalami berbagai percobaan pembunuhan dan kudeta. beberapa diantaranya berhasil. Namun, berhubung Raimi diciptakan oleh The Cardinal pertama sebagai Ayuamarca yang tidak bisa mati, maka Raimi terus memimpin hingga saat ini.

Tapi, Raimi tidak tenang. Dia merasa di bawah kepemimpinannya orang-orang takut, tetapi tidak respek dengan dia. Orang-orang meragukan kepemimpinannya. Bahkan tangan kanannya pun mengkhianatinya.

Lanjutkan membaca “#124 – City of the Snakes”

#123 – Hell’s Horizon

6336078

Judul: Hell’s Horizon (The City #2)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Voyager (1 Maret 2009)
Halaman: 400
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 4 dari 5 ⭐ –  really liked it

Al Jeery merupakan anak buah The Cardinal. Posisi jabatannya masih kelas bawah dan dia tidak berambisi untuk naik jabatan. Dia sudah cukup puas hanya menjadi anggota Troops yang tugasnya menjaga keamanan. Namun, The Cardinal melihat ada potensi besar dalam diri Al. Maka ketika ada kasus pembunuhan yang terjadi di Skylight, The Cardinal meminta Al untuk menyelidiki kasus tersebut. The Cardinal ingin Al bisa menangkap siapa orang yang berani-beraninya membunuh di daerah kekuasaan The Cardinal.

Al bukan detektif, melainkan seorang preman rendahan. Dia tidak pernah mendapatkan pelatihan bagaimana menyelidiki suatu kasus pembunuhan. Ketika dia ditugasi untuk menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, dia cukup bingung harus memulai dari mana. Namun, ternyata Al punya bakat alam. Al cerdas dan punya kemampuan deduksi yang cukup baik. The Cardinal benar soal potensi dalam diri Al.

Lanjutkan membaca “#123 – Hell’s Horizon”

#122 – Procession of the Dead

3040004

Judul: Procession of the Dead (The City #1)
Penulis: Darren Shan
Penerbit: Voyager (1 Maret 2008)
Halaman: 312
Bisa dibeli di: Amazon
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Capac Raimi datang ke The City untuk menjadi penerus pamannya, Theo, menjadi pimpinan kelompok bandit kecil-kecilan. Capac sangat berbakat di dunia kriminal, seolah-olah dia memang terlahir untuk itu. Di bawah asuhan Theo, Capac menjadi terasah. Pamannya pun sangat bangga dengan dia.

Suatu hari, Theo dan anak buahnya diberondong peluru. Hanya Capac yang selamat. Ternyata The Cardinal berada di balik pembunuhan pamannya. Kalau kalian belum tahu, The Cardinal adalah bos mafia yang sesungguhnya, yang menguasai The City. Dia kejam. Sangat kejam. Sadis. Tanpa merasa bersalah telah membunuh Theo, The Cardinal menawari Capac pekerjaan. Capac yang sangat ambisius tidak menolak tawaran dari The Cardinal. Dia berharap suatu saat nanti bisa menjadi penerus The Cardinal, menguasai The City.

Lanjutkan membaca “#122 – Procession of the Dead”

#121 – The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament

20668._sy475_

Judul: The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (16 Oktober 2012)
ASIN: B008O5DTQA 
Halaman: 290
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament merupakan buku berisi kumpulan esai yang ditulis oleh Robert M. Sapolsky. Topik besar yang diangkat adalah Biologi Perilaku (Behavioral Biology). Dikutip dari situs web PhilPapers,  yang dimaksud Biologi Perilaku adalah:

Behavioral Biology is the interdisciplinary study of the relationship between brain, behavior, and evolution. It describes how different behavioral elements, such as mate choices, parental care, cooperation, and altruism have been shaped through ecological pressures. This field focuses on an interdisciplinary approach that includes, among others, Psychology, Philosophy, Biology, and Neuroscience, to examine the different behaviors and strategies adopted by organisms. Broadly construed, Behavioral Biology also includes examination of the methods used to study the behaviors of these organisms.

Dalam bentuk diagram Venn dapat digambarkan sebagai berikut:

behavioral biology diagram

gambar dari sini 

Secara garis besar, ketujuh belas esai yang ada terbagi dalam tiga kategori. Pertama, berbagai temuan terbaru di bidang psikiatri, neurosains, dan endocrinologi. Kedua, mengeksplorasi isu-isu yang sama, tetapi dibahas dari perspektif biologi evolusi dan perilaku hewan. Kita akan melihat betapa miripnya perilaku hewan dengan perilaku manusia. Ketiga, esai yang membahas implikasi politis dan sosial dari temuan-temuan ini di berbagai area. 

Dalam postingan ini, saya tidak akan merangkum semua esai yang ada. Saya hanya mencatat apa yang saya anggap penting, menarik, dan tidak sulit dipahami oleh otak saya yang kecil ini. Hehehe. 

Lanjutkan membaca “#121 – The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament”

#120 – Monkeyluv

20671

Judul: Monkeyluv: And Other Essays on Our Lives as Animals
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner
ASIN: B000FCKCS8 (Bisa dibeli di: Amazon)
Halaman: 224
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Monkeyluv: And Other Essays on Our Lives as Animals merupakan kumpulan artikel dari Robert M. Sapolsky dari berbagai majalah. Beberapa di antaranya telah mengalami sedikit perubahan. Buku ini terdiri dari tiga bagian, yaitu “Part I: Genes and Who We Are”, “Part II: Our Bodies and Who We Are”, dan “Part III: Society and Who We Are”.

Saya akan mencatat berbagai hal yang saya anggap penting dari buku ini. Berikut adalah catatan saya.

Lanjutkan membaca “#120 – Monkeyluv”

#118 – Social Warming

58685753._sy475_

Judul: Social Warming: The Dangerous and Polarising Effects of Social Media
Penulis: Charles Arthur
Penerbit: Oneworld Publications (Kindle edition, 2021)
Halaman: 352
ASIN: B095PV2X3M (Bisa dibeli di Amazon)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Aku suka baca Social Warming karena bukunya ringan dan enak dibaca jadi mudah dipahami. Aku jadi lebih mengerti mengenai bahaya media sosial dan membuatku semakin belajar untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Jadi, yang dimaksud dengan social warming adalah efek samping dari kemajuan teknologi yang membuat hidup kita semakin nyaman, sebuah konsekuensi yang tidak disengaja. Disebut warming karena terjadinya secara bertahap. Kita tidak ada sadar akan perubahan itu sampai akhirnya menjadi lebih buruk.

Lanjutkan membaca “#118 – Social Warming”

#117 – Against Empathy

29100194

Judul: Against Empathy: The Case for Rational Compassion
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Ecco
Halaman: 285
Rating: 4/5 ⭐ – really liked it

Seperti biasa saya akan merangkum hal-hal penting dari buku nonfiksi yang saya baca. Kali ini buku yang saya rangkum adalah Against Empathy dari Paul Bloom.

Melalui buku ini Paul Bloom mau bilang kalau empati itu lebih banyak mudharatnya ketimbang baiknya. Keputusan moral dan perilaku yang kita ambil kebanyakan berdasarkan dari empati. Justru hal ini malah membuat dunia menjadi lebih buruk. Bloom meyakini bahwa kita memiliki kapasitas yang lebih baik daripada hanya mengandalkan empati.

Lanjutkan membaca “#117 – Against Empathy”

#116 – Britt-Marie was Here

27406704._sy475_

Judul: Britt-Marie was Here
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Atria Books
Halaman: 324
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Britt-Marie meninggalkan suaminya, Kent, ketika mengetahui suaminya selingkuh dengan perempuan muda dan cantik. Di usianya yang sudah 63 tahun, tidak punya pengalaman kerja apapun dan terpaksa harus hidup sendiri, membuat Britt-Marie memaksa dirinya harus mendapatkan pekerjaan. Alasan utamanya karena dia tidak mau dia meninggal sendirian dan jasadnya baru ditemukan beberapa hari kemudian karena tidak ada yang mencarinya. Jadi, terdamparlah ia di Borg.

Borg merupakan kota kecil yang nyaris tidak ada kehidupan. Semua orang sepertinya sudah menyerah dengan Borg. Hanya orang-orang tua dan anak-anak yang masih bertahan di sana. Britt-Marie mendapatkan pekerjaan sebagai pengurus pusat rekreasi yang ada di Borg.

Lanjutkan membaca “#116 – Britt-Marie was Here”