#93 – A Feminist Manifesto

Judul: A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis
Penulis: Chimamanda Ngozi Adichie
Penerjemah: Winda A
Penerbit: Odyssee Publishing (cetakan I, Agustus 2019)
Halaman: viii + 79
Harga: Rp45.000,-
ISBN-13: 978-0-7334-2609-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

A Feminist Manifesto adalah kumpulan dua esai dari Adichie. Esai yang pertama, Kita Semua Harus Menjadi Feminis, merupakan pengembangan dari kuliah yang ia sampaikan pada Desember 2012 di TedxEuston. Sementara esai yang kedua, Teruntuk Ijeawele: Manifesto Feminis dalam Lima Belas Anjuran, merupakan surat yang ditujukan kepada teman masa kecilnya yang meminta saran bagaimana membesarkan anak menjadi feminis.

Lanjutkan membaca “#93 – A Feminist Manifesto”

#92 – Think Like a Freak

Judul: Think Like a Freak: Berpikir Tidak Biasa untuk Hasil yang Luar Biasa
Penulis: Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner
Penerjemah:
Penerbit: Noura Books
Halaman: 268
ISBN-13: 9786023850075
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Apa yang dimaksud dengan think like a freak — berpikir seperti orang aneh? Maksudnya, berpikir tidak seperti orang kebanyakan. Berani untuk berpikir di luar kotak — think outside the box. Dan sesungguhnya berpikir seperti orang aneh itu cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, sayangnya hanya sedikit yang melakukannya. Mengapa demikian?

Lanjutkan membaca “#92 – Think Like a Freak”

#91 – Blood of Elves

Judul: Blood of Elves
Penulis: Andrzej Sapkowski
Penerjemah: Danusia Stok
Penerbit: Orbit (Mei 2009)
Halaman: 420
ISBN: 978-0-316-0371-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Dandelion, penyair terkenal kita, semakin terkenal saja. Syair-syairnya terasa nyata dan memang berdasarkan kisah nyata, yaitu dari kisah Geralt of Rivia. Dari syairnya tersebut, orang-orang jadi berasumsi Ciri selamat atau tidak. Ada yang ngotot dia hidup karena diselamatkan oleh Geralt, ada yang keukeuh yakin bahwa dia sudah tewas karena ada saksi matanya. Gara-gara syairnya tersebut Dandelion nyaris kehilangan nyawanya disiksa oleh Rience, penyihir jahat yang dicurigai dari Nilfgaard.

Kalau ketiga buku sebelumnya — The Last WishSword of Destiny, dan Season of Storms — merupakan kumpulan cerpen, maka Blood of Elves adalah sebuah novel dengan cerita satu kesatuan utuh. Kita akan melihat Geralt yang sangat menyayangi dan melindungi Ciri, Ciri berlatih menjadi witcher di Kaer Morhen, kemudian dia melanjutkan pelajarannya di dunia luar biar bisa bersosialisasi, dan nantinya dilatih Yennefer untuk menjadi penyihir.

Lanjutkan membaca “#91 – Blood of Elves”

#90 – Gadis-Gadis March

Judul: Gadis-Gadis March
Judul Asli: Little Women
Penulis: Louisa May Alcott
Penerjemah: Annisa Cinantya Putri, Widya Kirana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Cetakan II, 2020)
Halaman: 378
ISBN13: 978-602-06-1027-6
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Mr. March sedang ikut berperang. Di rumah Keluarga March ada istrinya — Mrs. March — dan anak-anak mereka, yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy. Juga ada Hannah, asisten rumah tangga Keluarga March. Mereka dulu hidup mewah, tetapi sekarang mereka hidup sederhana karena Mr. March ditipu dalam urusan bisnis.

Meski mereka hidup miskin, tetapi mereka tetap bahagia. Rumah mereka sangat hangat karena dilimpahi cinta dan kasih sayang. Mereka punya satu sama lain untuk melewati segala masalah yang ada. Keseharian mereka sama seperti kebanyakan dari kita. Bermain, bersenda gurau, bertengkar, mengurus rumah.

Lanjutkan membaca “#90 – Gadis-Gadis March”

#89 – Sword of Destiny

Judul: Sword of Destiny (The Witcher #0.75)
Penulis: Andrzej Sapkowski
Penerbit: Orbit (19 Mei 2015)
Halaman: 384
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Sword of Destiny masih berupa kumpulan cerpen tentang Geralt of Rivia. Ada enam cerpen di sini. Di buku ini pula kita bertemu dengan Ciri untuk pertama kalinya.

Saya langsung saja untuk meringkas masing-masing ceritanya ya.

1. The Bounds of Reason

Jika orang-orang pada ingin membunuh naga, maka tidak dengan Geralt. Meski ditawari uang sekalipun, Geralt tetap tidak akan mau membunuh naganya. Geralt memang punya code of conduct-nya sendiri dan dia sangat taat mematuhinya.

Mengetahui pandangan Geralt terhadap naga membuat Borch alias Three Jackdaws mengajak Geralt untuk melihat naga. Tujuan Borch murni hanya ingin menuntaskan rasa penasarannya. Borch tidak sendirian. Dia ditemani Vea dan Tea. Mereka ini adalah pengawal pribadinya Borch.

Ternyata bukan hanya mereka yang menaruh minat dengan naga. Ada Dandelion, sekelompok dwarves yang dipimpin Yarpen Zigrin, Boholto dan anak buahnya, tentara dari Raja Niedamir, Yennefer, dan lain-lain. Mereka ini ingin membunuh naga untuk kepentingan mereka sendiri. Nantinya Geralt, Borch dan pengawal pribadinya, dan Yennefer bersama-sama bertarung melawan yang lain untuk melindungi naga yang jadi incaran.

Lanjutkan membaca “#89 – Sword of Destiny”

#88 – Bastian dan Jamur Ajaib

Judul: Bastian dan Jamur Ajaib
Penulis: Ratih Kumala
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2014)
Halaman: 134
ISBN: 978-602-03-1410-5
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Bastian dan Jamur Ajaib adalah buku kumpulan cerpen lainnya dari Ratih Kumala. Ini adalah buku kumcernya kedua yang saya baca setelah Larutan Senja.

Terdapat tiga belas cerita pendek di buku ini. Berikut adalah ringkasan masing-masing ceritanya.

1. Ode untuk Jangkrik

Aldi dan teman-temannya sedang senang bermain adu jangkrik. Lawan terberatnya adalah Indro. Dalam permainan adu jangkrik, Aldi belum pernah menang melawan Indro. Jelabang milik Indro besar, sebesar jempol. Pada suatu hari dalam perjalanan ke sekolah, Aldi menemukan jeliteng. Jeliteng ini besar dan kuat. Bisa menjadi jagoan barunya. Pulang sekolah mereka bermain adu jangkrik dan Aldi bisa mengalahkan mereka semua, termasuk jelabangnya Indro.

Aldi pulang ke rumah. Karena dia pulang telat, jelitengnya disita ibunya. Esoknya ia membawa jelitengnya ke sekolah untuk diadu lagi, tapi teman-temannya tidak mau. Ketika pulang dia membuka bambu jelitengnya. Betapa kagetnya dia setelah melihat ke dalam bambunya. Jelitengnya berubah menjadi jangkrik biasa. Ternyata Bapak tanpa sengaja mengambil jeliteng Aldi untuk memberi makan ayamnya dan menukarnya dengan jangkrik biasa.

Lanjutkan membaca “#88 – Bastian dan Jamur Ajaib”

#87 – The Last Wish

Judul: The Last Wish (The Witcher #0.5)
Penulis: Andrzej Sapkowski
Penerbit: Orbit (14 Desember 2008)
Halaman: 360
ISBN: 978-0-326-05508-6
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Setelah selesai baca seri A Song of Ice and Fire dan menuliskan resensi masing-masing buku, saya punya niat untuk membaca seri The Witcher. Niatnya lagi saya akan menulis resensi setiap bukunya. Lumayan kan blog ini jadi rajin update. Seandainya nanti resensi saya asal-asalan dan terkesan malas, mohon dimaklumi ya. 😀

Jadi, The Last Wish adalah buku pertama, yang entah kenapa di Goodreads nomornya ditulis 0.5, dari seri The Witcher. Dia merupakan kumpulan cerpen tentang Geralt of Rivia. 

Lanjutkan membaca “#87 – The Last Wish”

#86 – Perempuan di Titik Nol

Judul: Perempuan di Titik Nol
Judul Asli: Women at Point Zero
Penulis: Nawal el-Saadawi
Penerjemah: Amir Sutaarga
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia (cetakan XI, April 2014)
Halaman: xxiv + 176
ISBN13: 978-979-461-867-7
Harga: Rp32.536,- (beli di Google Play Books)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Menjadi perempuan di budaya patriarki yang masih kental itu tidak mudah. Perempuan dijadikan objek yang bisa diperlakukan semau hati. Disiksa fisik dan mental, disuruh melayani pria, tidak boleh berpendapat, tidak boleh sekolah tinggi-tinggi. Di budaya ini peran wanita hanya ada di kasur, sumur, dan dapur.

Adalah Firdaus, tokoh protagonis Perempuan di Titik Nol, seorang narapidana yang mendapat hukuman mati karena telah membunuh seorang pria. Dia menolak untuk mendapatkan pengampunan dan lebih memilih untuk mati di tiang gantungan.

El-Saadawi tertarik untuk mewawancarainya, tetapi selalu ditolak oleh Firdaus. Sampai pada akhirnya beberapa jam sebelum dia akan dijemput maut, Firdaus akhirnya mau untuk diwawancarai.

Firdaus pun mulai menuturkan kisahnya.

Lanjutkan membaca “#86 – Perempuan di Titik Nol”

#85 – A Dance with Dragons

Judul: A Dance with Dragons (A Song of Ice and Fire #5)
Penulis: George R. R. Martin
Penerbit: Bantam Books
Halaman: 1125
eISBN: 978-0-553-90565-6
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Setelah cukup kecewa dengan A Feast for Crows, kekecewaan itu terobati dengan A Dance with Dragons. Tokoh kesayangan kita semua — Tyrion Lannister, tentu saja — bersama dengan tokoh-tokoh utama lainnya, seperti Jon Snow dan Daenerys, datang kembali. Kehadiran mereka dengan cerita yang terus berkembang membuat buku ini semakin menarik.

Kita juga bertemu kembali dengan Theon Greyjoy, setelah di dua buku sebelumnya tidak ada dia sama sekali. Di sini dia menjadi Reek, yang sudah disiksa habis-habisan oleh Ramsay Bolton.

Jika di buku sebelumnya cerita berfokus di tiga tempat, yaitu King’s Landing, Dorne, dan The Iron Lands, maka di sini fokus ceritanya berpindah ke Wall, Winterfell, dan Meereen, meski sesekali tetap ke Braavos dan King’s Landing.

Lanjutkan membaca “#85 – A Dance with Dragons”

#84 – Good Natured

Judul: Good Natured: The Origins of Right and Wrong in Humans and Other Animals
Penulis: Frans de Waal
Penerbit: Harvard University Press (cetakan VII, 2003)
Halaman: 368
ISBN: 0-674-35661-6
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pernahkah kalian bertanya-tanya dari mana asal-muasal moral? Apakah hanya manusia yang memiliki simpati dan empati? Apakah hewan-hewan lain tidak memilikinya? Jika hewan lain tidak memilikinya, lalu kenapa hewan seperti simpanse bisa sedih jika ada temannya yang mati? Kenapa mereka juga mau berbagi makanan dengan gerombolan kawanan mereka? Nah, de Waal mencoba menjelaskannya melalui buku ini.

Dengan pengalamannya yang sudah puluhan tahun sebagai primatolog dan etolog — yang pekerjaannya sudah pasti mengamati perilaku hewan — de Waal menyajikan bukti-bukti bahwa perilaku moral juga bisa diamati di hewan, tidak hanya primata, tetapi juga anjing, gajah, lumba-lumba, dan lainnya. Intinya adalah bahwasanya moralitas itu universal di animal kingdom.

Jadi, jika kita berpikir bahwa agama, budaya, atau hukum mengatur moral kita, tidak ada salahnya untuk berpikir ulang. Kita adalah manusia modern merupakan produk evolusi. Otak kita berkembang dari yang berpikir sederhana hingga bisa berpikir kompleks dan abstrak, seperti yang de Waal bilang:

Lanjutkan membaca “#84 – Good Natured”