#117 – Against Empathy

29100194

Judul: Against Empathy: The Case for Rational Compassion
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Ecco
Halaman: 285
Rating: 4/5 ⭐ – really liked it

Seperti biasa saya akan merangkum hal-hal penting dari buku nonfiksi yang saya baca. Kali ini buku yang saya rangkum adalah Against Empathy dari Paul Bloom.

Melalui buku ini Paul Bloom mau bilang kalau empati itu lebih banyak mudharatnya ketimbang baiknya. Keputusan moral dan perilaku yang kita ambil kebanyakan berdasarkan dari empati. Justru hal ini malah membuat dunia menjadi lebih buruk. Bloom meyakini bahwa kita memiliki kapasitas yang lebih baik daripada hanya mengandalkan empati.

Lanjutkan membaca “#117 – Against Empathy”

#116 – Britt-Marie was Here

27406704._sy475_

Judul: Britt-Marie was Here
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Atria Books
Halaman: 324
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Britt-Marie meninggalkan suaminya, Kent, ketika mengetahui suaminya selingkuh dengan perempuan muda dan cantik. Di usianya yang sudah 63 tahun, tidak punya pengalaman kerja apapun dan terpaksa harus hidup sendiri, membuat Britt-Marie memaksa dirinya harus mendapatkan pekerjaan. Alasan utamanya karena dia tidak mau dia meninggal sendirian dan jasadnya baru ditemukan beberapa hari kemudian karena tidak ada yang mencarinya. Jadi, terdamparlah ia di Borg.

Borg merupakan kota kecil yang nyaris tidak ada kehidupan. Semua orang sepertinya sudah menyerah dengan Borg. Hanya orang-orang tua dan anak-anak yang masih bertahan di sana. Britt-Marie mendapatkan pekerjaan sebagai pengurus pusat rekreasi yang ada di Borg.

Lanjutkan membaca “#116 – Britt-Marie was Here”

#115 – Beartown

33413128._sy475_

Judul: Beartown (seri Beartown #1)
Penulis: Fredrik Backman
Penerbit: Simon & Schuster
Halaman: 432
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya baca Us Against You duluan padahal itu yang nomor dua dari seri Beartown ini. Pantas saja saya agak kebingungan dengan ceritanya karena semuanya bermuara dari Beartown.

Ceritanya tentang Maya diperkosa Kevin, seorang pemain hoki andalan dari kota Beartown. Ketika Maya melaporkan kasus pemerkosaan tersebut ke polisi, bisa ditebak bagaimana akhirnya: semua menyalahkan Maya, menuduh Maya berbohong, menjadikan Kevin sebagai korban tuduhan, dan kasus tersebut pun ditutup.

Fredrik Backman bisa pas banget menulis novel ini. Sesuai dengan apa yang terjadi di sekitar kita ketika ada pemerkosaan, di mana korban yang selalu diragukan perkataannya dan selalu disalahkan. Di mana masyarakat masih belum bisa berpihak pada korban, apalagi kalau pelakunya merupakan orang yang memiliki kuasa.

Lanjutkan membaca “#115 – Beartown”

#114 – Kita Pergi Hari Ini

Kita Pergi Hari Ini

Judul: Kita Pergi Hari Ini
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Oktober 2021)
Halaman: vi + 186
ISBN: 978-602-06-5747-9
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Saya sungguh merasa bersalah memberikan rating 2 bintang untuk Kita Pergi Hari Ini, apalagi penulisnya adalah salah satu penulis favorit saya, tetapi, ya, mau bagaimana. Saya tidak bisa berpura-pura merasa wah atau spesial atau luar biasa terhadap karya Ziggy yang ini.

Sebenarnya Kita Pergi Hari Ini memiliki premis yang menarik, yaitu tentang orangtua-orangtua kejam yang cuma mau beranak, tetapi tidak mau mengurus anaknya lantas “minta tolong” ke kucing ajaib untuk mengurus anak-anaknya. Imajinasi Ziggy membangun dunia sebagai latar cerita novel ini absurd, seperti biasa. Tokoh-tokohnya juga sama absurdnya. Meski demikian, hal terpenting adalah pesan moralnya tersampaikan dengan baik dan dengan akhir cerita yang sungguh tidak enak. Ceritanya sebenarnya gelap (jangan terkecoh dengan sampul bukunya yang bikin gemas itu), meski dituliskan dengan gaya bercerita yang ringan. And, that’s the problem. At least, for me.

Lanjutkan membaca “#114 – Kita Pergi Hari Ini”

#113 – Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis

54479204._sx318_

Judul: Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2020)
Halaman: 304
ISBN Digital: 978-602-06-3933-8
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Novelis laris Hidaka Kunihiko ditemukan tewas di rumahnya pada malam sebelum ia meninggalkan Jepang untuk pindah ke Kanada. Tubuhnya ditemukan di ruang kerjanya yang terkunci di rumahnya yang juga terkunci oleh istri dan sahabatnya. Keduanya punya alibi kuat. Mungkin.

Detektif Kaga Kyoichiro yang menyelidiki kasus pembunuhan tersebut menemukan bahwa hubungan Hidaka dengan sang sahabat, Nonoguchi Osamu, tidak seperti yang diceritakan oleh Nonoguchi. Tapi pertanyaan yang paling mengusik Kaga bukanlah siapa atau bagaimana, melainkan kenapa. Dari situlah sang detektif dan sang pembunuh bertarung membeberkan kebenaran tentang masa lalu dan masa kini versi masing-masing. Dan jika Kaga gagal menguak motif sang pembunuh yang sebenarnya, kebenaran takkan terungkap seutuhnya.

Lanjutkan membaca “#113 – Malice: Catatan Pembunuh Sang Novelis”

#112 – Keajaiban Toko Kelontong Namiya

55851836._sx318_

Judul: Keajaiban Toko Kelontong Namiya 
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 2020)
Halaman: 400
ISBN Digital: 978-602-06-4828-6
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Sinopsis

Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat.

Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh.

Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan.

Hanya untuk satu malam.

Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.

Lanjutkan membaca “#112 – Keajaiban Toko Kelontong Namiya”

#111 – Kesetiaan Mr. X

31142330._sx318_

Judul: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Keigo Higashino
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, 25 Juli 2016)
Halaman: 320
ISBN: 978-602-03-3052-5
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sinopsis

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja. 

Lanjutkan membaca “#111 – Kesetiaan Mr. X”

#110 – Jalan Panjang untuk Pulang

56420519._sy475_

Judul: Jalan Panjang untuk Pulang
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan III, April 2021)
Halaman: 464
ISBN: 978-602-06-4757-9
Harga: Rp91.000 (diskon 30% dari Rp130ribu dan belum termasuk ongkir. Beli di Gramedia.com)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Lama tidak membuka media sosial membuat saya ketinggalan banyak berita, salah satunya adalah Agustinus Wibowo telah mengeluarkan buku terbaru di awal tahun ini. Alhasil, baru pada tanggal 26 Juli 2021 kemarin saya membeli bukunya dan baru dua hari (7 – 8 Agustus 2021) terakhir saya sempat baca sampai selesai.

Agustinus Wibowo sudah memukau saya sejak buku pertamanya Selimut Debu, yang mengisahkan perjalanan beliau di Afghanistan. Itu adalah perkenalan pertama saya dengan beliau. Tidak sampai di situ, saya terus mengikuti kisah perjalanannya di Garis Batas tahun 2011 dan Titik Nol di tahun 2013. Dan itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Gus Weng (dalam hal membaca bukunya, maksudnya).

Delapan tahun berselang, Gus Weng masih memukau saya lewat tulisan-tulisannya. Jalan Panjang untuk Pulang berisi kumpulan tulisan beliau yang tersebar di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia juga merupakan kumpulan cerita beliau dari berbagai lokasi di dunia. Jadinya, Jalan Panjang untuk Pulang semacam karya seni mozaik yang indah. Tulisan dan cerita beliau adalah kepingan-kepingan yang dikumpulkan sehingga membentuk buku Jalan Panjang untuk Pulang yang indah.

Lanjutkan membaca “#110 – Jalan Panjang untuk Pulang”

#109 – Behave

31170723._sy475_Judul: Behave: The Biology of Humans at Our Best and Worst
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Penguin Press
Halaman: 790
ISBN13: 9781594205071
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Memahami biologi dari perilaku manusia itu penting, meski sangat rumit. Mempelajari perilaku manusia merupakan sebuah subjek yang melibatkan proses kimiawi di otak, hormon, sensory cues, keadaan lingkungan sewaktu masih dalam janin, pengalaman hidup di tahun-tahun awal kehidupan, gen, evolusi biologis dan evolusi budaya, dan tekanan ekologis, termasuk beberapa di antaranya. Buku ini mencoba untuk mencegah kita berpikir secara kategori dalam menjelaskan perilaku manusia.

Lanjutkan membaca “#109 – Behave”

#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

327._sy475_

Judul: Why Zebras Don’t Get Ulcers: A Guide to Stress, Stress Related Diseases, and Coping
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Holt Paperbacks
Halaman: 560
ISBN13: 9780805073690
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pada tulisan kali ini saya hanya akan memindahkan rangkuman catatan saya akan buku ini. Sebelumnya saya menulis catatan-catatan penting dari buku ini dengan membuat utas di salah satu media sosial saya. Agar tidak hilang dan biar pengarsipan lebih rapi, saya pindahkan saja ke sini. 

Sayangnya, catatan yang saya buat pun tidak rapi dan saya sekarang sedang malas untuk merapikan. Jadi, saya tulis seadanya saja. Haha. Mudah-mudahan (kalau ada) teman-teman yang baca ini tidak kesal sama saya karena catatan saya berantakan begini. 

Baiklah. Kita langsung saja ke catatan saya ya.

Lanjutkan membaca “#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers”