Rekap Februari 2018

Saya puas banget dengan free trial premium Bookmate. Saya bisa baca buku-buku impor (yang mahal kalau beli pakai uang sendiri) dan buku-buku dari penulis dalam negeri. Untung banget deh. Saya jadi serius mempertimbangkan meneruskan berlangganan premiumnya Bookmate ini.

Gegara free trial premium Bookmate yang membuat saya tidak mau rugi jadinya selama sebulan kemarin saya bisa baca sampai sepuluh buku. Well, tepatnya sih delapan buku saya baca di Bookmate dan dua buku saya baca buku fisiknya.

Inilah sepuluh buku yang saya baca di bulan Februari 2018 kemarin:

Continue reading “Rekap Februari 2018”

Iklan

#64 – The Yellow Wallpaper and Other Stories

Judul: The Yellow Wallpaper and Other Stories
Penulis: Charlotte Perkins Gilman
Penerbit: Dover Publications, Inc. (Dover Thrift Editions, 1997)
Format: Ebook
Harga: Bisa dibaca di Bookmate dengan berlangganan premium
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

The Yellow Wallpaper and Other Stories berisi tujuh cerita pendek yang semuanya sama bagusnya.

1. The Yellow Wallpaper

Narator menceritakan kisahnya yang mengalami postpartum psychosis. Treatment yang diberikan kepadanya, yaitu rest cure, justru membuatnya semakin menjadi depresi, halusinasi, dan paranoia. Dia tidak diizinkan melakukan aktivitas yang memberinya kesenangan, seperti menulis atau melukis. Instruksi yang sama diterima oleh Gilman sewaktu dia menderita penyakit yang sama dengan narator cerita ini.

Continue reading “#64 – The Yellow Wallpaper and Other Stories”

#63 – Candide

Judul: Candide
Penulis: Voltaire
Edisi: E-book (pertama terbit tahun 1759)
Halaman: 129
Harga: Gratis. Bisa dibaca di Bookmate atau unduh dari Project Gutenberg
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Candide tinggal di kastil mewah bersama pamannya yang juga seorang Baron di Westphalia. Hidupnya saat itu sangat enak dan nyaman. Semua kebutuhannya tercukupi. Dia dan sepupunya mendapat pendidikan dari gurunya, Pangloss. Diam-diam dia jatuh cinta dengan sepupunya yang cantik jelita bernama Cunegund.

Continue reading “#63 – Candide”

#62 – The Prague Cemetery

Judul: The Prague Cemetery
Penulis: Umberto Eco
Penerjemah: Richard Dixon
Penerbit: Vintage (2012)
Halaman: x + 566
ISBN-13: 978-00-99555-988
Harga: SGD 13.95 (beli buku ini di bulan November 2012)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Simone Simonini — tokoh utama dan anti hero di novel ini — terbangun di pagi hari tanggal 24 Maret 1897 tanpa bisa mengingat dirinya. Dia berusaha mengingat dirinya dengan menulis jurnal harian.

Continue reading “#62 – The Prague Cemetery”

Buku Terbaik di Tahun 2017

Seperti yang sudah saya janjikan di sini, tulisan kali ini saya akan berbagi buku apa saja yang meninggalkan kesan yang sangat mendalam buat saya di tahun kemarin, dengan kata lain buku terbaik di tahun 2017. Tentu saja ini sangat subjektif karena kan berdasarkan selera saya.

Sebenarnya saya sudah membahas singkat di akun Twitter saya, tetapi tidak ada salahnya saya bahas lagi di blog ya. Mumpung saya sedang rajin update blog. Kan lumayan buat bahan update. Hehe.

Continue reading “Buku Terbaik di Tahun 2017”

#61 – The Puppeteer

Judul: The Puppeteer: Kisah Filosofis tentang Makna Keluarga
Penulis: Jostein Gaarder
Penerjemah: Irwan Syahrir
Penerbit: Mizan (Cetakan I, September 2017)
Halaman: 352
ISBN-13: 978-602-441-024-7
Harga: Rp 65.000,-
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Jakop Jacobsen adalah pria yang gemar datang ke pemakaman orang-orang asing. Untuk itu dia harus mengarang berbagai cerita bagaimana dia dan almarhum bisa saling kenal. Cerita yang dibuatnya sungguh meyakinkan dan siapapun yang mendengarnya tidak akan bertanya-tanya lagi. Sampai akhirnya dia terkena batunya dan dia tidak bisa lagi berbohong. Agnes yang berada di pemakaman yang sama memergoki Jakop telah berbohong. Namun, dengan kebaikan hatinya Agnes melindungi Jakop dari rasa malunya.

Terkesan dengan sikap Agnes, Jakop pun menceritakan kepada Agnes seluruh kisahnya, berbagai pemakaman yang sudah dia hadiri, berbagai cerita kebohongan yang dia buat, dan kisah hidupnya yang menyedihkan. Buku ini berisi surat-surat yang dia tulis untuk Agnes.

Continue reading “#61 – The Puppeteer”

Rekap Tahun 2017

Halo! Kita sudah berada di hari terakhir di tahun 2017. Dalam beberapa belas jam ke depan (saya mengetik postingan ini pada pukul 11 AM) kita akan memasuki tahun 2018.

Jadi, bagaimana dengan target membaca kalian di tahun ini? Apakah tercapai targetnya? Kalau saya Alhamdulillah melampaui target. Dari target 50 buku di tahun ini saya berhasil membaca 56 buku.

Biasanya saya bikin rekap buku setiap bulan, tetapi tidak ada salahnya saya merekap kembali buku-buku yang sudah saya baca sepanjang tahun. Sebelumnya saya menulis daftar buku sepanjang tahun ini di blog personal saya. Mulai tahun ini saya memutuskan untuk melanjutkan kebiasaan tahunan itu di blog buku ini saja.

Sekarang mari kita langsung saja cek buku apa saja yang sudah saya baca di tahun 2017.

Continue reading “Rekap Tahun 2017”

[Interview] Moer: Membaca adalah Sebuah Keperluan

Setelah satu bulan absen edisi interview datang lagi. Kali ini saya mewawancarai teman saya, Moerjanto Ali, lewat surat elektronik. Nama panggilannya Moer, by the way. Meski saya belum lama kenal dengan beliau, tetapi saya sudah bisa langsung tahu kalau Moer senang membaca. Karena itulah saya tertarik untuk mewawancarai beliau.

Baiklah. Sekarang mari kita langsung saja ke wawancaranya.

Continue reading “[Interview] Moer: Membaca adalah Sebuah Keperluan”

#60 – Frankenstein

Judul: Frankenstein
Penulis: Mary Shelley
Penerbit: Wordsworth Editions
Halaman: xxv + 175
ISBN-13: 978-1-85326-023-0
Harga: Rp 27.000,- (beli di tahun 2010)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Frankenstein dibuka dengan surat dari Robert Walton — seorang penjelajah — untuk adik perempuannya, Margaret Saville. Dalam surat-surat itu Walton menceritakan peristiwa sehari-hari dalam pelayarannya menuju Kutub Utara. Dia menulis pelayarannya tidak akan mudah. Banyak rintangan sudah pasti akan menghadang. Dia bahkan tidak tahu apakah dia akan bisa kembali ke Inggris atau tidak.

Di salah satu suratnya dia menceritakan pertemuannya dengan Victor Frankenstein. Kondisinya yang lemah membuat Walton iba dan menaruh perhatian lebih.

Continue reading “#60 – Frankenstein”