[Interview] Mbak Anggi: Membaca Bisa Mengubah Peradaban

Hai, teman-teman! Untuk kesempatan kali ini saya mewawancarai Mbak Anggi. Pemilik nama lengkap Yenita Anggraini ini senior saya di SD, SMP, dan SMA, yang anehnya kami baru kenal dekat justru setelah kami sama-sama bekerja di lingkungan yang sama. Sewaktu sekolah dulu mah cuma saling lihat saja. Tahu wajah, tapi tidak tahu nama. Ha, ha, ha.

Seperti orang-orang yang sudah saya wawancarai sebelumnya, Mbak Anggi juga hobi membaca. Mbak Anggi juga penulis lho. Cerpennya ada di beberapa antologi. Kerennya lagi beliau juga punya penerbitan sendiri bareng temannya.

Yuk, kita langsung saja ngobrol-ngobrolnya dengan Mbak Anggi. Selamat menikmati!

Lanjutkan membaca “[Interview] Mbak Anggi: Membaca Bisa Mengubah Peradaban”

#51 – A Man Called Ove

Judul: A Man Called Ove
Penulis: Fredrick Backman
Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno
Penerbit: Noura Books
Halaman: 440
ISBN-13: 978-602-385-023-5
Harga: Gratis. Pinjam di iJakarta.
Rating: 5/5

Ove itu laki-laki yang menyebalkan. Pria berusia 59 tahun ini hobinya marah-marah kalau ada hal yang tidak sesuai dengan peraturan. Kalau ada peraturan bilang tidak boleh ada kendaraan di dalam pemukiman, maka dia akan ngamuk kalau ada yang melanggarnya. Dia adalah pria yang sangat menjunjung tinggi moral yang diyakininya.

Ove juga sangat kaku. Dia punya jadwal rutin yang tidak bisa diganggu. Dia bangun tepat pada pukul 6 kurang 15. Lalu, dia inspeksi keliling kompleks. Dia menolak modernisme. Dia tidak suka perubahan.

Lanjutkan membaca “#51 – A Man Called Ove”

#50 – Kaas

kaas-kejuJudul: Kaas
Penulis: Willem Elsschot
Penerjemah: Jugiarie Soegiarto
Editor: Dini Pandia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Mei 2010)
Halaman: 176
ISBN-13: 978-979-22-5767-0
Harga: Gratis. Pemberian Lulu.
Rating: 4/5

Frans Laarmans seorang pegawai kerani (administrasi) biasa. Karirnya mandek dan sepertinya tidak akan bisa berkembang lagi. Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, dia ingin punya penghasilan yang banyak untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. Sebuah tawaran menggiurkan pun datang kepadanya. Sebuah posisi sebagai agen penjual keju dengan gaji dan insentif besar yang ditawarkan kepadanya cukup menggoda.

Lanjutkan membaca “#50 – Kaas”

#49 – Jejak Dedari

jejak-dedariJudul: Jejak Dedari
Penulis: Erwin Arnada
Editor: Alit Tisna Palupi
Penerbit: GagasMedia (Cetakan I, 2016)
Halaman: xvi + 324
ISBN-13: 978-979-780-860-0
Harga: Gratis. Hadiah dari GagasMedia.
Rating: 4/5

Sebuah desa di Bali, Desa Beskala, di akhir tahun 1800 didera musibah. Wabah menyebar dan kekeringan menyerang. Akibatnya penduduk desa terkena penyakit. Satu per satu penduduk desa meninggal. Ketakutan menyebar ke seluruh penjuru desa. Mereka yang masih sehat meninggalkan yang sakit. Mereka yang sakit mengutuk saudara-saudaranya yang pergi menelantarkan mereka. Mereka memohon kepada Sang Hyang Widhi untuk membisukan mulut dan menulikan telinga saudara-saudara mereka yang tidak menghiraukan mereka.

Lanjutkan membaca “#49 – Jejak Dedari”

February 2017 Wrap-up

Satu bulan kemarin saya baca sembilan buku. Langsung saja ya. Berikut buku-buku yang saya baca di bulan Februari kemarin:

1. Gandhi the Man – Eknath Easwaran

I feel totally guilty give 2 stars for this book. Bukan salah Gandhi kok ini. Sekali lagi bukan. Siapa yang tidak terpesona dengan karisma beliau? Orang hebat beliau itu dan India patut bersyukur memiliki Gandhi.

Tapi ini masalahnya ada di… Entahlah. Sejak awal membaca saya merasa buku ini tidak mampu menarik saya lebih dalam. Bukunya juga terlalu ringkas. Kurang pas kalau mau dibilang biografi karena isinya kebanyakan pandangan si penulis akan Gandhi. Juga pokok-pokok ajaran Satyagraha sih.

Rating: 2/5

Lanjutkan membaca “February 2017 Wrap-up”

#48 – Wisanggeni: Sang Buronan

wisanggeniJudul: Wisanggeni: Sang Buronan
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit: Laksana (cetakan I, 2016)
Halaman: 108
ISBN-13: 978-602-391-199-8
Harga: Gratis. Hadiah ulang tahun dari Mas Joe.
Rating: 5/5

Seorang laki-laki berpakaian compang-camping, tampak seperti pengemis, dan berbau badan kurang sedap tampak memasuki sebuah kedai. Dia memesan daging bakar dan sebotol arak. Keluar dari kedai dia dibuntuti seorang pria berpakaian sutra keemasan. Pria yang seperti pengemis ini adalah Wisanggeni, sementara pria berpakaian indah tersebut adalah Utusan Dewa. Utusan Dewa mendapat tugas untuk membunuh Wisanggeni.

Lanjutkan membaca “#48 – Wisanggeni: Sang Buronan”

[Interview] Ayu: Just Read, Guys.

Hai, teman-teman semua! Akhirnya saya mewawancarai orang lagi. Terakhir yang saya interview kan Lulu ya tanggal 31 Juli 2016 yang lalu. Buset! Lama banget ya? Padahal saya punya niat sebulan sekali di blog ini tayang hasil wawancara saya dengan orang-orang yang punya hobi baca.

Untuk kali ini saya mewawancarai adik tingkat saya di kampus dulu. Namanya Ayu Puspita Sari. Panggilannya Ayu. Nama penanya Yuu Sasih. Beliau yang menulis Kahve dan Trilogi Keris Tiga Naga. Pengakuan: saya sudah baca Kahve, tapi belum baca bukunya yang trilogi. Maaf ya, Dek Ayu.

Intermezzo sedikit. Sejak kuliah Ayu tertarik dengan topik gender dan seksualitas. Tak heran buku-bukunya pasti ada isu tersebut. Katanya sih karena masih banyak banget stereotip yang salah di masyarakat mengenai gender dan seksualitas dan Ayu merasa ingin mendalami lebih jauh lagi topik tersebut.

Baiklah. Kita langsung saja ya. Berikut wawancara saya dengan Ayu. Selamat menikmati!

Lanjutkan membaca “[Interview] Ayu: Just Read, Guys.”

January 2017 Wrap-up

Sudah lama saya tidak menulis dengan kategori wrap-up. Tahun sudah berganti, mari kita galakkan kembali. Mumpung masih semangat baru.

Baiklah. Mari kita langsung saja mencatat buku-buku apa saja yang sudah saya baca di bulan Januari 2017 kemarin:

1. Titik Nadir Demokrasi – Emha Ainun Nadjib

Finished reading: 7 Januari 2017

Ebook ini saya beli di Play Store dengan harga Rp 33.600,- (sudah termasuk PPN 10% dan service charge 2%). Isinya merupakan tulisan-tulisan pendek beliau dengan beragam tema.

Rating: 3/5

Lanjutkan membaca “January 2017 Wrap-up”

#47 – Bajak Laut & Purnama Terakhir

bajak-laut-purnama-terakhirJudul: Bajak Laut & Purnama Terakhir
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia (Cetakan I, 2016)
Halaman: viii + 332
ISBN-13: 978-979-780-875-4
Harga: Gratis. Hadiah ulang tahun dari Om Warm.
Rating: 5/5

Wilhelmina, kapal tercepat armada V.O.C, sedang bersandar di Bandar Cirebon bersama tiga belas kapal V.O.C lain. Mereka baru saja berhasil membuat Sultan Hasanuddin menyerah. Kapten Speelman adalah orang yang berada di balik keberhasilan kemenangan V.O.C menumpas Kesultanan Gowa. Dia juga merupakan kapten dari Wilhelmina.

Speelman sedang asyik melihat koleksi barang antik di sebuah toko. Pemiliknya seorang pria Cina tua bernama Hong Peng Cun. Matanya lalu tertuju pada sebuah buku jurnal. Dia membuka-buka buku tersebut dan langsung terpaku pada sebuah gambar. Dia pernah melihat gambar tersebut sebelumnya di Keraton Mataram. Tanpa berpikir panjang, Speelman langsung menebus buku jurnal tua tersebut seharga dua ratus real.

Lanjutkan membaca “#47 – Bajak Laut & Purnama Terakhir”

#46 – Dari Buku ke Buku

dari-buku-ke-bukuJudul: Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu
Penulis: P. Swantoro
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan III, April 2016)
Halaman: xxix + 472
ISBN-13: 978-602-620-823-1
Harga: Rp 94.050,- (setelah diskon 10%)
Rating: 5/5

Mari kita jalan-jalan ke masa lampau, tepatnya saat Nusantara belum menjadi Indonesia. Pada abad XIX kerajaan-kerajaan masih berdiri dan mulai memasuki kehancurannya. Saat itu banyak pemberontakan ditambah VOC semakin pintar mengadu domba. Klop lah sudah.

Lanjutkan membaca “#46 – Dari Buku ke Buku”