#110 – Jalan Panjang untuk Pulang

56420519._sy475_

Judul: Jalan Panjang untuk Pulang
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan III, April 2021)
Halaman: 464
ISBN: 978-602-06-4757-9
Harga: Rp91.000 (diskon 30% dari Rp130ribu dan belum termasuk ongkir. Beli di Gramedia.com)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Lama tidak membuka media sosial membuat saya ketinggalan banyak berita, salah satunya adalah Agustinus Wibowo telah mengeluarkan buku terbaru di awal tahun ini. Alhasil, baru pada tanggal 26 Juli 2021 kemarin saya membeli bukunya dan baru dua hari (7 – 8 Agustus 2021) terakhir saya sempat baca sampai selesai.

Agustinus Wibowo sudah memukau saya sejak buku pertamanya Selimut Debu, yang mengisahkan perjalanan beliau di Afghanistan. Itu adalah perkenalan pertama saya dengan beliau. Tidak sampai di situ, saya terus mengikuti kisah perjalanannya di Garis Batas tahun 2011 dan Titik Nol di tahun 2013. Dan itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Gus Weng (dalam hal membaca bukunya, maksudnya).

Delapan tahun berselang, Gus Weng masih memukau saya lewat tulisan-tulisannya. Jalan Panjang untuk Pulang berisi kumpulan tulisan beliau yang tersebar di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia juga merupakan kumpulan cerita beliau dari berbagai lokasi di dunia. Jadinya, Jalan Panjang untuk Pulang semacam karya seni mozaik yang indah. Tulisan dan cerita beliau adalah kepingan-kepingan yang dikumpulkan sehingga membentuk buku Jalan Panjang untuk Pulang yang indah.

(lebih…)

#109 – Behave

31170723._sy475_Judul: Behave: The Biology of Humans at Our Best and Worst
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Penguin Press
Halaman: 790
ISBN13: 9781594205071
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Memahami biologi dari perilaku manusia itu penting, meski sangat rumit. Mempelajari perilaku manusia merupakan sebuah subjek yang melibatkan proses kimiawi di otak, hormon, sensory cues, keadaan lingkungan sewaktu masih dalam janin, pengalaman hidup di tahun-tahun awal kehidupan, gen, evolusi biologis dan evolusi budaya, dan tekanan ekologis, termasuk beberapa di antaranya. Buku ini mencoba untuk mencegah kita berpikir secara kategori dalam menjelaskan perilaku manusia.

(lebih…)

#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

327._sy475_

Judul: Why Zebras Don’t Get Ulcers: A Guide to Stress, Stress Related Diseases, and Coping
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Holt Paperbacks
Halaman: 560
ISBN13: 9780805073690
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pada tulisan kali ini saya hanya akan memindahkan rangkuman catatan saya akan buku ini. Sebelumnya saya menulis catatan-catatan penting dari buku ini dengan membuat utas di salah satu media sosial saya. Agar tidak hilang dan biar pengarsipan lebih rapi, saya pindahkan saja ke sini. 

Sayangnya, catatan yang saya buat pun tidak rapi dan saya sekarang sedang malas untuk merapikan. Jadi, saya tulis seadanya saja. Haha. Mudah-mudahan (kalau ada) teman-teman yang baca ini tidak kesal sama saya karena catatan saya berantakan begini. 

Baiklah. Kita langsung saja ke catatan saya ya.

(lebih…)

#106 – A Primate’s Memoir

32289Judul: A Primate’s Memoir: A Neuroscientist’s Unconventional Life Among the Baboons
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (2001)
Halaman: 344
ISBN13: 9780743202411
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sapolsky membuka bab pertama dengan menceritakan kecintaannya pada dunia primata.

I had never planned to become a savanna baboon when I grew up; instead, I had always assumed I would become a mountain gorilla. (hal. 16)

Sewaktu masih kecil dan tinggal di New York, Sapolsky sering merengek pada ibunya untuk diantar ke Museum of Natural History. Dia dapat menghabiskan waktu berjam-jam menatap diorama Afrika dan membayangkan bagaimana rasanya hidup di sana. 

Selama berputar-putar di area Afrika di museum tersebut, Sapolsky selalu kembali pada diorama gorila gunung. Ada sesuatu di dalam diri gorila yang membuatnya memutuskan untuk memakai gorila sebagai figur pengganti kakeknya yang sudah lama meninggal dan tidak sempat dia kenal. 

(lebih…)

#104 – Just Babies

Judul: Just Babies: The Origins of Good and Evil
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Crown Publisher (2013)
Halaman: 273
ISBN13: 9780307886842
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya tahu buku ini dari kelas yang sedang saya ikuti sekarang di Coursera, yaitu Moralities of Everyday Life, dengan pengajarnya adalah Paul Bloom juga. Beliau adalah profesor di Yale University, seorang psikolog perkembangan juga yang fokus risetnya di topik moral, agama, fiksi, dan seni.

Mulai dari Adam Smith hingga Sigmund Freud, banyak tokoh filsuf dan psikolog yang menganggap bahwa manusia terlahir bagaikan papan tulis kosong, atau menggunakan istilah dari Adam Smith, tabula rasa. Bayi tidak punya pengetahuan apa-apa dan tugas manusia dewasa dan lingkungan lah untuk mengajarinya banyak hal, termasuk moral.

Pernyataan tersebut sudah banyak dibantah. Di dalam buku ini, Bloom memaparkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para psikolog, yang dapat kita simpulkan bayi berusia satu tahun pun sudah memiliki moral. 

Saya sudah mencatat hal-hal apa saja yang penting dari buku ini. Saya akan menuliskannya kembali di sini sebagai pengingat seandainya nanti saya lupa (ini pasti!) dan untuk teman-teman semua jika berminat untuk membacanya.

Mari kita langsung saja ke catatan saya.

(lebih…)

#93 – A Feminist Manifesto

Judul: A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis
Penulis: Chimamanda Ngozi Adichie
Penerjemah: Winda A
Penerbit: Odyssee Publishing (cetakan I, Agustus 2019)
Halaman: viii + 79
Harga: Rp45.000,-
ISBN-13: 978-0-7334-2609-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

A Feminist Manifesto adalah kumpulan dua esai dari Adichie. Esai yang pertama, Kita Semua Harus Menjadi Feminis, merupakan pengembangan dari kuliah yang ia sampaikan pada Desember 2012 di TedxEuston. Sementara esai yang kedua, Teruntuk Ijeawele: Manifesto Feminis dalam Lima Belas Anjuran, merupakan surat yang ditujukan kepada teman masa kecilnya yang meminta saran bagaimana membesarkan anak menjadi feminis.

(lebih…)

#92 – Think Like a Freak

Judul: Think Like a Freak: Berpikir Tidak Biasa untuk Hasil yang Luar Biasa
Penulis: Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner
Penerjemah:
Penerbit: Noura Books
Halaman: 268
ISBN-13: 9786023850075
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Apa yang dimaksud dengan think like a freak — berpikir seperti orang aneh? Maksudnya, berpikir tidak seperti orang kebanyakan. Berani untuk berpikir di luar kotak — think outside the box. Dan sesungguhnya berpikir seperti orang aneh itu cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, sayangnya hanya sedikit yang melakukannya. Mengapa demikian?

(lebih…)

#84 – Good Natured

Judul: Good Natured: The Origins of Right and Wrong in Humans and Other Animals
Penulis: Frans de Waal
Penerbit: Harvard University Press (cetakan VII, 2003)
Halaman: 368
ISBN: 0-674-35661-6
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pernahkah kalian bertanya-tanya dari mana asal-muasal moral? Apakah hanya manusia yang memiliki simpati dan empati? Apakah hewan-hewan lain tidak memilikinya? Jika hewan lain tidak memilikinya, lalu kenapa hewan seperti simpanse bisa sedih jika ada temannya yang mati? Kenapa mereka juga mau berbagi makanan dengan gerombolan kawanan mereka? Nah, de Waal mencoba menjelaskannya melalui buku ini.

Dengan pengalamannya yang sudah puluhan tahun sebagai primatolog dan etolog — yang pekerjaannya sudah pasti mengamati perilaku hewan — de Waal menyajikan bukti-bukti bahwa perilaku moral juga bisa diamati di hewan, tidak hanya primata, tetapi juga anjing, gajah, lumba-lumba, dan lainnya. Intinya adalah bahwasanya moralitas itu universal di animal kingdom.

Jadi, jika kita berpikir bahwa agama, budaya, atau hukum mengatur moral kita, tidak ada salahnya untuk berpikir ulang. Kita adalah manusia modern merupakan produk evolusi. Otak kita berkembang dari yang berpikir sederhana hingga bisa berpikir kompleks dan abstrak, seperti yang de Waal bilang:

(lebih…)

#78 – The Origin of Humankind

Judul: The Origin of Humankind
Penulis: Richard E. Leakey
Penerbit: BasicBooks (1994)
Halaman: 190
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Evolusi manusia selalu menjadi topik favorit saya (bersamaan dengan banyak topik lainnya). Setiap kali saya membuka buku bertemakan human evolution saya merasa semangat dan sangat menikmati membacanya. Saya juga jadi semangat belajar. Padahal latar belakang pendidikan maupun latar belakang keluarga saya tidak berkaitan dengan evolusi manusia. It just happened that I love it.

Saya menemukan buku The Origin of Humankind ini dari beberapa buku yang saya baca sebelumnya dengan tema yang sama. Buku-buku tersebut banyak menyebut nama Richard E. Leakey. Maka jadilah saya berburu buku elektroniknya.

Setelah sudah cukup lama dia mengendap di Dropbox, saya memutuskan untuk mulai membacanya. Sejak halaman awal saja saya sudah tahu saya suka buku ini. Bahasanya ringan dan membumi sehingga sangat mudah dipahami oleh orang awam seperti saya. Meski beberapa hipotesis sudah pernah saya dengar sebelumnya (maklum buku ini keluaran tahun 1994) — seperti nenek moyang manusia modern berasal dari Afrika — ada hal-hal baru yang saya dapatkan juga, misalnya ada alasannya kenapa nenek moyang manusia, yang tadinya berjalan dengan empat kaki, perlahan-lahan berevolusi berjalan menggunakan dua kakinya saja.

Seperti biasa, saya akan merangkum isi dari setiap babnya.

(lebih…)

#73 – Filosofi Teras

42861019._sx318_Judul: Filosofi Teras
Penulis: Henry Manampiring
Penerbit: Penerbit Buku Kompas (cetakan I, 2019)
Halaman: xxiv + 320
eISBN: 978-602-412-519-6
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Melihat Filosofi Teras yang selalu berada di beranda Gramedia Digital mau tak mau membuat saya tergoda untuk membacanya. Meski awalnya saya skeptis karena tidak yakin filsafat bisa ditulis dengan baik untuk umum, toh akhirnya saya baca juga sampai habis dan menyukai bukunya.

Jadi, Filosofi Teras mengenalkan kepada kita stoicism, yaitu sebuah school of thought yang didirikan oleh Zeno di Athena sekitar awal abad ke-3 sebelum Masehi. Zeno adalah seorang pedagang kaya, tetapi sayang dia harus kehilangan segalanya ketika kapal yang membawa barang dagangannya karam. Dia mampir ke toko buku, baca-baca buku di sana, lalu tertarik dengan ajaran Socrates. Rasa minatnya membawanya langsung datang kepada para filsuf ternama di Athena dan belajar kepada mereka.

Adapun filsuf Stoa ternama di antaranya adalah Epictetus, Seneca, dan Marcus Aurelius. Iya, Marcus Aurelius yang kaisar Romawi di film Gladiator itu, yang menurut Wikipedia beliau adalah kaisar terakhir dari Five Good Emperors dan Pax Romana–Romawi di masa-masa damai dan stabil.

Konsep ajaran dari Zeno ada di nilai-nilai kebajikan, toleransi, dan kontrol diri. Stoicism percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini saling terkait (interconnectedness), termasuk peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita. Ia bekerja berdasarkan sebab-akibat. Istilah kerennya butterfly effect. Kepakan sayap kupu-kupu di suatu tempat bisa menyebabkan badai di tempat lain.

(lebih…)