#129 – Gen

51512023._sy475_

Judul: Gen: Perjalanan Menuju Pusat Kehidupan 
Penulis: Siddhartha Mukherjee
Penerjemah: Tyas Palar
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (cetakan I, Februari 2020)
Halaman: xii + 698
ISBN: 978-602-481-313-0
Bisa dibeli di: Gramedia
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Buku ini sudah terasa personal sejak di kata pengantar. Siddharta Mukherjee mempertanyakan apakah dirinya dan anak-anaknya membawa gen penyakit mental, seperti bipolar dan skizofrenia, karena dua paman dan satu sepupunya mengidap penyakit tersebut? Apakah riwayat penyakit, sifat, nasib manusia sudah ditentukan melalui gen? Ataukah lingkungan? Ataukah keduanya saling berinteraksi untuk menentukan jalan hidup manusia?

Gen menata ulang pemahaman kita tentang seksualitas, identitas, dan pilihan, sehingga menembus pusat sejumlah pertanyaan paling mendesak yang mengaliri ranah pribadi kita. (hal. 18)

Buku ini disusun mengikuti urutan waktu dan tema, seperti membaca buku sejarah. Bisa dibilang buku ini adalah sejarah tentang gen.

Berikut catatan-catatan penting yang saya rangkumkan dari buku ini.

Lanjutkan membaca “#129 – Gen”

#128 – Feminisme Kritis

33415499._sy540_

Judul: Feminisme Kritis: Gender dan Kapitalisme dalam Pemikiran Nancy Fraser
Penulis: Amin Mudzakkir
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan I, Juli 2022)
Halaman: x + 286
ISBN: 97860206614890 (edisi digital)
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

Akhir tahun lalu saya membuat janji ke diri sendiri bahwasanya di tahun ini saya akan membaca lebih banyak buku mengenai feminisme. Nyatanya, sudah masuk bulan ke sembilan (tiga bulan lagi menuju penghujung tahun!) saya baru baca satu buku dengan topik ini. Saya terlampau asyik membaca novel bergenre fantasi. Selain itu, saya sedikit kesulitan (dan bingung) mau membaca buku feminisme yang mana, judulnya apa, dan dari penulis siapa. Harap maklum, saya belum terlampau akrab dengan topik yang satu ini sehingga belum kenal betul dengan nama-nama penulis atau tokoh feminis. Alhasil, cara termudah yang saya lakukan adalah dengan berlangganan Gramedia Digital dan mencari buku dengan kata kunci “feminisme”. Karena itulah saya menemukan buku ini.

Buku ini merupakan disertasi penulisnya, Amin Mudzakkir, di program doktor STF Driyarkara. Mudzakkir merupakan seorang peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).  Untuk menuntaskan disertasi ini, Mudzakkir membutuhkan total waktu sekitar enam tahun dari riset hingga diujikan di akhir tahun 2021.

Buat saya, akan sulit untuk mengingat isi buku ini jika saya hanya membaca begitu saja tanpa mencatat hal-hal penting. Oleh karena itu, seperti biasa saya akan menuliskan rangkumannya di sini.

Lanjutkan membaca “#128 – Feminisme Kritis”

#127 – Talking to Strangers

52510651._sx318_

Judul: Talking to Strangers: Apa yang Seharusnya Kita Ketahui Mengenai Orang Tak Dikenal 
Penulis: Malcolm Gladwell
Alih bahasa: Zia Anshor
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (2020)
Halaman: xii + 403
Bisa dibeli di: Gramedia.com
Rating: 4 dari 5 – really liked it

Ketika membaca judulnya saya kira buku ini mengenai bagaimana caranya berbicara dengan orang asing. Topik apa saja yang bisa kita angkat, pertanyaan jenis apa yang bisa kita tanyakan, dan sebagainya. Ternyata, buku ini bukan tentang hal tersebut. Sangat jauh pembahasannya. Saya sangat salah.

Lanjutkan membaca “#127 – Talking to Strangers”

#126 – Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis

59821859._sy475_

Judul: Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan II, Januari 2022)
Halaman: xii + 211
ISBN: 978-602-06-5763-9
Bisa dibeli di: Gramedia.com
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Asal-usul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis adalah sebuah skripsi sebagai syarat Eka Kurniawan untuk lulus dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Kali pertama buku ini diterbitkan oleh Yayasan Aksara Indonesia di tahun 1999. Lalu, di tahun 2002 diterbitkan untuk kedua kalinya oleh Penerbit Jendela. Terakhir, Gramedia Pustaka Utama memutuskan untuk menerbitkan buku ini di tahun 2006. Buku yang saya pegang saat ini merupakan cetakan kedua dari terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Buku ini terdiri dari enam bab, di mana isinya ada pendahuluan, sejarah hidup Pramoedya, penjelasan dasar filsafat dan sejarah realisme sosial, perkembangan realisme sosial di Indonesia, estetika sastra Pramoedya, dan penutup.

Lanjutkan membaca “#126 – Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis”

#125 – Yang Terlupakan dan Dilupakan

59333792._sx318_

Judul: Yang Terlupakan dan Dilupakan: Membaca Kembali Sepuluh Penulis Perempuan Indonesia
Penulis: Giovanni Dessy Austriningrum dkk.
Penerbit: Marjin Kiri (Cetakan I, Oktober 2021)
Halaman: xviii + 314
ISBN: 978-602-0788-19-7
Bisa dibeli di: Marjin Kiri
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

“Perempuan pernah menulis dan selalu menulis. Namun, mengapa pembahasan jejak karya para perempuan sangat terbatas sepanjang sejarah?” Kira-kira demikianlah, gagasan yang menjadi benih hadirnya Ruang Perempuan dan Tulisan berpijak dari kesadaran bahwa ekspresi dan kegiatan tulis-temulis para perempuan di Indonesia masih terlampau sedikit dibicarakan dalam nomenklatur kesusastraan negeri ini. (hal. v)

Dari keresahan tersebut lahirlah buku ini, Yang Terlupakan dan Dilupakan: Membaca Kembali Sepuluh Penulis Perempuan Indonesia.

Lanjutkan membaca “#125 – Yang Terlupakan dan Dilupakan”

#121 – The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament

20668._sy475_

Judul: The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (16 Oktober 2012)
ASIN: B008O5DTQA 
Halaman: 290
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament merupakan buku berisi kumpulan esai yang ditulis oleh Robert M. Sapolsky. Topik besar yang diangkat adalah Biologi Perilaku (Behavioral Biology). Dikutip dari situs web PhilPapers,  yang dimaksud Biologi Perilaku adalah:

Behavioral Biology is the interdisciplinary study of the relationship between brain, behavior, and evolution. It describes how different behavioral elements, such as mate choices, parental care, cooperation, and altruism have been shaped through ecological pressures. This field focuses on an interdisciplinary approach that includes, among others, Psychology, Philosophy, Biology, and Neuroscience, to examine the different behaviors and strategies adopted by organisms. Broadly construed, Behavioral Biology also includes examination of the methods used to study the behaviors of these organisms.

Dalam bentuk diagram Venn dapat digambarkan sebagai berikut:

behavioral biology diagram

gambar dari sini 

Secara garis besar, ketujuh belas esai yang ada terbagi dalam tiga kategori. Pertama, berbagai temuan terbaru di bidang psikiatri, neurosains, dan endocrinologi. Kedua, mengeksplorasi isu-isu yang sama, tetapi dibahas dari perspektif biologi evolusi dan perilaku hewan. Kita akan melihat betapa miripnya perilaku hewan dengan perilaku manusia. Ketiga, esai yang membahas implikasi politis dan sosial dari temuan-temuan ini di berbagai area. 

Dalam postingan ini, saya tidak akan merangkum semua esai yang ada. Saya hanya mencatat apa yang saya anggap penting, menarik, dan tidak sulit dipahami oleh otak saya yang kecil ini. Hehehe. 

Lanjutkan membaca “#121 – The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament”

#120 – Monkeyluv

20671

Judul: Monkeyluv: And Other Essays on Our Lives as Animals
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner
ASIN: B000FCKCS8 (Bisa dibeli di: Amazon)
Halaman: 224
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Monkeyluv: And Other Essays on Our Lives as Animals merupakan kumpulan artikel dari Robert M. Sapolsky dari berbagai majalah. Beberapa di antaranya telah mengalami sedikit perubahan. Buku ini terdiri dari tiga bagian, yaitu “Part I: Genes and Who We Are”, “Part II: Our Bodies and Who We Are”, dan “Part III: Society and Who We Are”.

Saya akan mencatat berbagai hal yang saya anggap penting dari buku ini. Berikut adalah catatan saya.

Lanjutkan membaca “#120 – Monkeyluv”

#118 – Social Warming

58685753._sy475_

Judul: Social Warming: The Dangerous and Polarising Effects of Social Media
Penulis: Charles Arthur
Penerbit: Oneworld Publications (Kindle edition, 2021)
Halaman: 352
ASIN: B095PV2X3M (Bisa dibeli di Amazon)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Aku suka baca Social Warming karena bukunya ringan dan enak dibaca jadi mudah dipahami. Aku jadi lebih mengerti mengenai bahaya media sosial dan membuatku semakin belajar untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Jadi, yang dimaksud dengan social warming adalah efek samping dari kemajuan teknologi yang membuat hidup kita semakin nyaman, sebuah konsekuensi yang tidak disengaja. Disebut warming karena terjadinya secara bertahap. Kita tidak ada sadar akan perubahan itu sampai akhirnya menjadi lebih buruk.

Lanjutkan membaca “#118 – Social Warming”

#117 – Against Empathy

29100194

Judul: Against Empathy: The Case for Rational Compassion
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Ecco
Halaman: 285
Rating: 4/5 ⭐ – really liked it

Seperti biasa saya akan merangkum hal-hal penting dari buku nonfiksi yang saya baca. Kali ini buku yang saya rangkum adalah Against Empathy dari Paul Bloom.

Melalui buku ini Paul Bloom mau bilang kalau empati itu lebih banyak mudharatnya ketimbang baiknya. Keputusan moral dan perilaku yang kita ambil kebanyakan berdasarkan dari empati. Justru hal ini malah membuat dunia menjadi lebih buruk. Bloom meyakini bahwa kita memiliki kapasitas yang lebih baik daripada hanya mengandalkan empati.

Lanjutkan membaca “#117 – Against Empathy”

#110 – Jalan Panjang untuk Pulang

56420519._sy475_

Judul: Jalan Panjang untuk Pulang
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan III, April 2021)
Halaman: 464
ISBN: 978-602-06-4757-9
Harga: Rp91.000 (diskon 30% dari Rp130ribu dan belum termasuk ongkir. Beli di Gramedia.com)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Lama tidak membuka media sosial membuat saya ketinggalan banyak berita, salah satunya adalah Agustinus Wibowo telah mengeluarkan buku terbaru di awal tahun ini. Alhasil, baru pada tanggal 26 Juli 2021 kemarin saya membeli bukunya dan baru dua hari (7 – 8 Agustus 2021) terakhir saya sempat baca sampai selesai.

Agustinus Wibowo sudah memukau saya sejak buku pertamanya Selimut Debu, yang mengisahkan perjalanan beliau di Afghanistan. Itu adalah perkenalan pertama saya dengan beliau. Tidak sampai di situ, saya terus mengikuti kisah perjalanannya di Garis Batas tahun 2011 dan Titik Nol di tahun 2013. Dan itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Gus Weng (dalam hal membaca bukunya, maksudnya).

Delapan tahun berselang, Gus Weng masih memukau saya lewat tulisan-tulisannya. Jalan Panjang untuk Pulang berisi kumpulan tulisan beliau yang tersebar di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia juga merupakan kumpulan cerita beliau dari berbagai lokasi di dunia. Jadinya, Jalan Panjang untuk Pulang semacam karya seni mozaik yang indah. Tulisan dan cerita beliau adalah kepingan-kepingan yang dikumpulkan sehingga membentuk buku Jalan Panjang untuk Pulang yang indah.

Lanjutkan membaca “#110 – Jalan Panjang untuk Pulang”