#121 – The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament

20668._sy475_

Judul: The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (16 Oktober 2012)
ASIN: B008O5DTQA 
Halaman: 290
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament merupakan buku berisi kumpulan esai yang ditulis oleh Robert M. Sapolsky. Topik besar yang diangkat adalah Biologi Perilaku (Behavioral Biology). Dikutip dari situs web PhilPapers,  yang dimaksud Biologi Perilaku adalah:

Behavioral Biology is the interdisciplinary study of the relationship between brain, behavior, and evolution. It describes how different behavioral elements, such as mate choices, parental care, cooperation, and altruism have been shaped through ecological pressures. This field focuses on an interdisciplinary approach that includes, among others, Psychology, Philosophy, Biology, and Neuroscience, to examine the different behaviors and strategies adopted by organisms. Broadly construed, Behavioral Biology also includes examination of the methods used to study the behaviors of these organisms.

Dalam bentuk diagram Venn dapat digambarkan sebagai berikut:

behavioral biology diagram

gambar dari sini 

Secara garis besar, ketujuh belas esai yang ada terbagi dalam tiga kategori. Pertama, berbagai temuan terbaru di bidang psikiatri, neurosains, dan endocrinologi. Kedua, mengeksplorasi isu-isu yang sama, tetapi dibahas dari perspektif biologi evolusi dan perilaku hewan. Kita akan melihat betapa miripnya perilaku hewan dengan perilaku manusia. Ketiga, esai yang membahas implikasi politis dan sosial dari temuan-temuan ini di berbagai area. 

Dalam postingan ini, saya tidak akan merangkum semua esai yang ada. Saya hanya mencatat apa yang saya anggap penting, menarik, dan tidak sulit dipahami oleh otak saya yang kecil ini. Hehehe. 

Lanjutkan membaca “#121 – The Trouble with Testosterone and Other Essays on the Biology of the Human Predicament”

#120 – Monkeyluv

20671

Judul: Monkeyluv: And Other Essays on Our Lives as Animals
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner
ASIN: B000FCKCS8 (Bisa dibeli di: Amazon)
Halaman: 224
Rating: 4 dari 5 ⭐ – really liked it

Monkeyluv: And Other Essays on Our Lives as Animals merupakan kumpulan artikel dari Robert M. Sapolsky dari berbagai majalah. Beberapa di antaranya telah mengalami sedikit perubahan. Buku ini terdiri dari tiga bagian, yaitu “Part I: Genes and Who We Are”, “Part II: Our Bodies and Who We Are”, dan “Part III: Society and Who We Are”.

Saya akan mencatat berbagai hal yang saya anggap penting dari buku ini. Berikut adalah catatan saya.

Lanjutkan membaca “#120 – Monkeyluv”

#118 – Social Warming

58685753._sy475_

Judul: Social Warming: The Dangerous and Polarising Effects of Social Media
Penulis: Charles Arthur
Penerbit: Oneworld Publications (Kindle edition, 2021)
Halaman: 352
ASIN: B095PV2X3M (Bisa dibeli di Amazon)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Aku suka baca Social Warming karena bukunya ringan dan enak dibaca jadi mudah dipahami. Aku jadi lebih mengerti mengenai bahaya media sosial dan membuatku semakin belajar untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Jadi, yang dimaksud dengan social warming adalah efek samping dari kemajuan teknologi yang membuat hidup kita semakin nyaman, sebuah konsekuensi yang tidak disengaja. Disebut warming karena terjadinya secara bertahap. Kita tidak ada sadar akan perubahan itu sampai akhirnya menjadi lebih buruk.

Lanjutkan membaca “#118 – Social Warming”

#117 – Against Empathy

29100194

Judul: Against Empathy: The Case for Rational Compassion
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Ecco
Halaman: 285
Rating: 4/5 ⭐ – really liked it

Seperti biasa saya akan merangkum hal-hal penting dari buku nonfiksi yang saya baca. Kali ini buku yang saya rangkum adalah Against Empathy dari Paul Bloom.

Melalui buku ini Paul Bloom mau bilang kalau empati itu lebih banyak mudharatnya ketimbang baiknya. Keputusan moral dan perilaku yang kita ambil kebanyakan berdasarkan dari empati. Justru hal ini malah membuat dunia menjadi lebih buruk. Bloom meyakini bahwa kita memiliki kapasitas yang lebih baik daripada hanya mengandalkan empati.

Lanjutkan membaca “#117 – Against Empathy”

#110 – Jalan Panjang untuk Pulang

56420519._sy475_

Judul: Jalan Panjang untuk Pulang
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (cetakan III, April 2021)
Halaman: 464
ISBN: 978-602-06-4757-9
Harga: Rp91.000 (diskon 30% dari Rp130ribu dan belum termasuk ongkir. Beli di Gramedia.com)
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Lama tidak membuka media sosial membuat saya ketinggalan banyak berita, salah satunya adalah Agustinus Wibowo telah mengeluarkan buku terbaru di awal tahun ini. Alhasil, baru pada tanggal 26 Juli 2021 kemarin saya membeli bukunya dan baru dua hari (7 – 8 Agustus 2021) terakhir saya sempat baca sampai selesai.

Agustinus Wibowo sudah memukau saya sejak buku pertamanya Selimut Debu, yang mengisahkan perjalanan beliau di Afghanistan. Itu adalah perkenalan pertama saya dengan beliau. Tidak sampai di situ, saya terus mengikuti kisah perjalanannya di Garis Batas tahun 2011 dan Titik Nol di tahun 2013. Dan itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Gus Weng (dalam hal membaca bukunya, maksudnya).

Delapan tahun berselang, Gus Weng masih memukau saya lewat tulisan-tulisannya. Jalan Panjang untuk Pulang berisi kumpulan tulisan beliau yang tersebar di berbagai media dalam dan luar negeri. Ia juga merupakan kumpulan cerita beliau dari berbagai lokasi di dunia. Jadinya, Jalan Panjang untuk Pulang semacam karya seni mozaik yang indah. Tulisan dan cerita beliau adalah kepingan-kepingan yang dikumpulkan sehingga membentuk buku Jalan Panjang untuk Pulang yang indah.

Lanjutkan membaca “#110 – Jalan Panjang untuk Pulang”

#109 – Behave

31170723._sy475_Judul: Behave: The Biology of Humans at Our Best and Worst
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Penguin Press
Halaman: 790
ISBN13: 9781594205071
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Memahami biologi dari perilaku manusia itu penting, meski sangat rumit. Mempelajari perilaku manusia merupakan sebuah subjek yang melibatkan proses kimiawi di otak, hormon, sensory cues, keadaan lingkungan sewaktu masih dalam janin, pengalaman hidup di tahun-tahun awal kehidupan, gen, evolusi biologis dan evolusi budaya, dan tekanan ekologis, termasuk beberapa di antaranya. Buku ini mencoba untuk mencegah kita berpikir secara kategori dalam menjelaskan perilaku manusia.

Lanjutkan membaca “#109 – Behave”

#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers

327._sy475_

Judul: Why Zebras Don’t Get Ulcers: A Guide to Stress, Stress Related Diseases, and Coping
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Holt Paperbacks
Halaman: 560
ISBN13: 9780805073690
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Pada tulisan kali ini saya hanya akan memindahkan rangkuman catatan saya akan buku ini. Sebelumnya saya menulis catatan-catatan penting dari buku ini dengan membuat utas di salah satu media sosial saya. Agar tidak hilang dan biar pengarsipan lebih rapi, saya pindahkan saja ke sini. 

Sayangnya, catatan yang saya buat pun tidak rapi dan saya sekarang sedang malas untuk merapikan. Jadi, saya tulis seadanya saja. Haha. Mudah-mudahan (kalau ada) teman-teman yang baca ini tidak kesal sama saya karena catatan saya berantakan begini. 

Baiklah. Kita langsung saja ke catatan saya ya.

Lanjutkan membaca “#108 – Why Zebras Don’t Get Ulcers”

#106 – A Primate’s Memoir

32289Judul: A Primate’s Memoir: A Neuroscientist’s Unconventional Life Among the Baboons
Penulis: Robert M. Sapolsky
Penerbit: Scribner (2001)
Halaman: 344
ISBN13: 9780743202411
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Sapolsky membuka bab pertama dengan menceritakan kecintaannya pada dunia primata.

I had never planned to become a savanna baboon when I grew up; instead, I had always assumed I would become a mountain gorilla. (hal. 16)

Sewaktu masih kecil dan tinggal di New York, Sapolsky sering merengek pada ibunya untuk diantar ke Museum of Natural History. Dia dapat menghabiskan waktu berjam-jam menatap diorama Afrika dan membayangkan bagaimana rasanya hidup di sana. 

Selama berputar-putar di area Afrika di museum tersebut, Sapolsky selalu kembali pada diorama gorila gunung. Ada sesuatu di dalam diri gorila yang membuatnya memutuskan untuk memakai gorila sebagai figur pengganti kakeknya yang sudah lama meninggal dan tidak sempat dia kenal. 

Lanjutkan membaca “#106 – A Primate’s Memoir”

#104 – Just Babies

Judul: Just Babies: The Origins of Good and Evil
Penulis: Paul Bloom
Penerbit: Crown Publisher (2013)
Halaman: 273
ISBN13: 9780307886842
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

Saya tahu buku ini dari kelas yang sedang saya ikuti sekarang di Coursera, yaitu Moralities of Everyday Life, dengan pengajarnya adalah Paul Bloom juga. Beliau adalah profesor di Yale University, seorang psikolog perkembangan juga yang fokus risetnya di topik moral, agama, fiksi, dan seni.

Mulai dari Adam Smith hingga Sigmund Freud, banyak tokoh filsuf dan psikolog yang menganggap bahwa manusia terlahir bagaikan papan tulis kosong, atau menggunakan istilah dari Adam Smith, tabula rasa. Bayi tidak punya pengetahuan apa-apa dan tugas manusia dewasa dan lingkungan lah untuk mengajarinya banyak hal, termasuk moral.

Pernyataan tersebut sudah banyak dibantah. Di dalam buku ini, Bloom memaparkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para psikolog, yang dapat kita simpulkan bayi berusia satu tahun pun sudah memiliki moral. 

Saya sudah mencatat hal-hal apa saja yang penting dari buku ini. Saya akan menuliskannya kembali di sini sebagai pengingat seandainya nanti saya lupa (ini pasti!) dan untuk teman-teman semua jika berminat untuk membacanya.

Mari kita langsung saja ke catatan saya.

Lanjutkan membaca “#104 – Just Babies”

#93 – A Feminist Manifesto

Judul: A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis
Penulis: Chimamanda Ngozi Adichie
Penerjemah: Winda A
Penerbit: Odyssee Publishing (cetakan I, Agustus 2019)
Halaman: viii + 79
Harga: Rp45.000,-
ISBN-13: 978-0-7334-2609-4
Rating: 3 dari 5 ⭐ – liked it

A Feminist Manifesto adalah kumpulan dua esai dari Adichie. Esai yang pertama, Kita Semua Harus Menjadi Feminis, merupakan pengembangan dari kuliah yang ia sampaikan pada Desember 2012 di TedxEuston. Sementara esai yang kedua, Teruntuk Ijeawele: Manifesto Feminis dalam Lima Belas Anjuran, merupakan surat yang ditujukan kepada teman masa kecilnya yang meminta saran bagaimana membesarkan anak menjadi feminis.

Lanjutkan membaca “#93 – A Feminist Manifesto”