#98 – The Opal Deception

114954-1Judul: The Opal Deception (Artemis Fowl #4)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Disney Hyperion Books (2005)
Halaman: 416
Rating: 5 dari 5 ⭐ – it was amazing

The Opal Deception dibuka dengan Opal Koboi terbaring koma di Argon Clinic, sebuah rumah sakit swasta yang ada di Haven, kota bawah tanah tempat dunia peri. Koboi berpura-pura koma untuk menghindari jeruji besi setelah usaha pemberontakan yang dia dalangi gagal. Dia sebenarnya dalam kondisi yang disebut cleansing coma state, yaitu sebuah kondisi di mana peri dapat menghabiskan waktu tidurnya untuk berpikir, atau dalam kasus Koboi adalah membangun sebuah plot balas dendam. Jadi, sebenarnya Koboi dalam kondisi sadar, tetapi aktivitas gelombang otaknya menunjukkan seperti orang koma.

Dalam setahun terakhir, Koboi mendesain sebuah rencana balas dendam yang epik. Rencana balas dendam itu dia tujukan untuk empat orang yang menggagalkan pemberontakannya. Mereka adalah Commander Julius Root, Captain Holly Short, Foaly, dan tokoh utama kita, si jenius criminal mastermind Artemis Fowl II.  Akhirnya Fowl bertemu dengan saingannya yang sesama jenius.

Rencana Koboi sungguh kejam. Dia akan menyingkirkan musuh-musuhnya, menghancurkan dunia peri, dan menguasai dunia manusia. Menyingkirkan di sini maksudnya adalah dengan menyiksa, bahkan tidak segan-segan jika harus membunuh. Dengan sedih saya katakan bahwa salah satu rencana Koboi untuk membunuh musuh bebuyutannya berhasil. Di buku ini kita menemukan karakter pertama yang dimatikan perannya oleh Eoin Colfer.

Karena dua dunia — dunia peri dan dunia manusia — terancam, maka mau tidak mau Short membutuhkan otak jenius Fowl untuk membantunya mengalahkan Koboi. Akan tetapi, ada sedikit masalah. Sejak ingatan Fowl terkait dunia peri dihapus di akhir buku ketiga, Fowl tidak ingat siapa Short. Fowl tidak ingat apapun dengan dunia bawah tanah. Semua pengetahuannya yang dia tahu tentang dunia peri, hilang. Dan itu sedikit menghalanginya dalam membantu Short. 

Petualangan Artemis Fowl II dan teman-temannya — Domovoi Butler, Holly Short, dan Mulch Diggums — semakin seru. The Opal Deception penuh dengan berbagai aksi yang menegangkan, mulai dari dikejar-kejar trolls hingga dikejar-kejar rudal. Saking berbahayanya petualangan kali ini, seorang Artemis Fowl II pun akhirnya bisa pasrah juga jika hidupnya harus berakhir. Untunglah ada teman-temannya yang dapat diandalkan dan selalu menolongnya. Wait. Artemis has friends? Teman, dalam kamus Fowl, adalah sesuatu hal yang aneh. 

I have friends? thought Artemis Fowl the Second. I have friends.

Yes, Artemis has friends. Pertemanannya yang dibangun dari trauma. Seperti yang dikatakannya pada Short saat mereka dikejar-kejar trolls. 

“If we make it through this, we will be friends. Bonded by trauma.”

Saya suka bagaimana memory loss yang dialami Fowl dan Butler tidak dibikin terburu-buru untuk sembuh. Fowl memang sudah menyiapkan kalung medali yang berisi cakram video penjelasan apa yang terjadi selama dua tahun terakhir untuk membantunya mengingat kembali. Oleh Colfer, Fowl dibuat harus mengalami pertentangan batin terlebih dahulu — pertentangan yang semakin kuat kalau boleh dibilang — sebelum akhirnya cakram berisi video tersebut diterima oleh Fowl.

Di sini menarik menyimak pergelutan hati Fowl. Sebelum ingatannya dihapus, sebenarnya Fowl sudah mulai berubah. Dia sudah memiliki sedikit hati nurani. Sayangnya, ketika ingatannya dihapus, dia kembali menjadi Artemis Fowl II pra peristiwa buku pertama, yang mana dia adalah seorang criminal mastermind sejati. Ini seperti kembali ke titik nol. Back to square one.

Since his mind wipe, he had reverted to his old ways, indulging his passion for criminal acts. Now he was somewhere in the middle. He had no desire to hurt or steal from the innocent, but he was having difficulty giving up his criminal ways.

Namun, ada ibunya yang berhasil menembus pertahanannya. Setiap kali dia berbicara dengan ibunya, Fowl merasakan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Dan, entah kenapa, Short juga bisa membuat Fowl mempertanyakan kembali niatnya selama ini untuk menjadi criminal mastermind muda ternama. Fowl tidak boleh lengah. Dia harus memperkuat kembali tembok pertahanannya. Akan tetapi, harus diakui, tembok pertahanannya mulai runtuh dan hati nuraninya mulai terbentuk. Hal ini mulai membuat Fowl gelisah.

Kegalauannya bisa kita lihat dari kata-katanya ke Short:

“I honestly don’t know. Half of me wants to be a criminal, and the other half wants to be a normal teenager. I feel like I have two conflicting personalities and a head full of memories that aren’t really mine yet. It’s a strange feeling, not to know who you are exactly.”

Saya merasa The Opal Deception semakin membuat kita dekat kepada Artemis Fowl II yang nantinya menjadi baik hati dan memiliki nurani. Fowl memang belum sampai pada di titik tersebut, tetapi setidaknya dia sudah semakin dekat. 

Baca juga resensi:
1. Artemis Fowl
2. The Seventh Dwarf
3. The Arctic Incident
4. The Eternity Code

4 pemikiran pada “#98 – The Opal Deception

  1. Ping balik: #99 – The Lost Colony – Blog Buku Kimi

  2. Ping balik: #100 – The Time Paradox – Blog Buku Kimi

  3. Ping balik: #101 – The Atlantis Complex – Blog Buku Kimi

  4. Ping balik: #102 – The Last Guardian – Blog Buku Kimi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s