#101 – The Atlantis Complex

Judul: The Atlantis Complex (Artemis Fowl #7)
Penulis: Eoin Colfer
Penerbit: Hyperion Books (2010)
Halaman: 357
Rating: 2 dari 5 ⭐ – it was okay

Di sebuah ice cap di Islandia, Vatnajökull, Artemis Fowl II mengadakan pertemuan dengan Captain Holly Short, Foaly, dan Wing Commander Vinyáya. Fowl ingin mendiskusikan rencana besarnya untuk menyelamatkan dunia. 

Namun, ada yang berbeda dari Fowl. Dia berbicara lebih lambat dan berima dan terobsesi dengan angka. Melihat perilaku Fowl yang tidak biasa ini membuat Holly dan Foaly curiga jangan-jangan Fowl mengidap The Atlantis Complex, sebuah penyakit psikologis di dunia peri dengan ciri-ciri obsessive compulsive disorder (OCD), paranoid, dan dissociative identity disorder (DID).

Selagi mereka sedang berkumpul mendiskusikan rencana penyelamatan dunia, di bawah tanah, seorang penjahat, Turnball Root, sedang menyusun plot jahat untuk balas dendam pada LEP. Dia akan kabur dari penjara dan akan menculik warlock, No. 1. 

Holly dan Foaly membutuhkan rencana brilian dari Fowl untuk menggagalkan rencana Root. Sayangnya, The Atlantis Complex sangat mengganggu kondisi jiwa Fowl. Dia bahkan sama sekali berubah. Fowl bukan seperti Fowl biasanya. Misi untuk menggagalkan Root akan menjadi tidak mudah.

Jujur, The Atlantis Complex tidak begitu menarik buat saya. Saking tidak menariknya saya sampai tidak tahu mau menulis apa di resensi kali ini.

Penggemar: Membosankan ya, Kim, bukunya?

Banget.

Eoin Colfer berusaha membuat konflik ceritanya menarik dengan membuat Artemis Fowl II memiliki kepribadian ganda. Artemis yang merasa bersalah karena perbuatan kriminalnya di masa lampau, tanpa dia sadari alam bawah sadarnya menciptakan kepribadian baru bernama Orion. Dengan kata lain, musuh kali ini adalah pikiran Artemis sendiri. 

Orion adalah antitesis dari Artemis. Dia sangat bertolak belakang dengan Artemis. Jika Artemis sangat logis, maka Orion sangat irasional. Kepribadiannya juga sangat menjengkelkan Holly dan Foaly. 

Lantas, dengan adanya Orion ini apakah ceritanya menjadi seru? Sayangnya, tidak. Kehadiran Orion justru membuat saya yang jadinya malah, “Halah. Apa sih.” Saya kehilangan Artemis yang jenius dan licik. Aneh ya saya justru merindukan Artemis Fowl the criminal mastermind? Ya justru karena dia yang criminal mastermind itulah yang merupakan daya tarik dari seri Artemis Fowl ini. 

Colfer juga kembali mengumpulkan Juliet bersama-sama tokoh protagonis kita yang lain. Tadinya saya menyambut gembira kehadiran Juliet, tetapi lama-kelamaan saya merasa kehadiran Juliet ini tidak penting-penting amat. Hanya sebagai bumbu pelengkap. 

Tinggal satu buku lagi dari seri Artemis Fowl. Saya sudah tidak memiliki ekspektasi lagi. Saya hanya berharap saya bisa segera menyelesaikan buku terakhir dari Artemis Fowl dan saya bisa lanjut ke buku lainnya.

Baca juga resensi:
1. Artemis Fowl
2. The Seventh Dwarf
3. The Arctic Incident
4. The Eternity Code
5. The Opal Deception
6. The Lost Colony
7. The Time Paradox

Satu pemikiran pada “#101 – The Atlantis Complex

  1. Ping balik: #102 – The Last Guardian – Blog Buku Kimi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s